Legenda Putri Batu Livinett

Legenda Putri Batu Livinett
Protocol 6


__ADS_3

Setelah mengetahui kisah yang sebenarnya terjadi dari Nolas, Marco dengan senang hati akan membantu kaumnya di masa lalu. Tapi ada beberapa hal yang belum diceritakan kepada Marco. Yaitu, rahasia dibalik pembajakan pesawat yang dilakukan robot kembaran Marco dan tentang video yang tersimpan di laptop Marco. Nolas Sonits sepertinya lupa, mungkin suatu saat dia akan ingat kembali dan membeberkan kebenaran terkait hal itu.


Saat ini Marco sedang berlatih perang bersama para pendekar di Yiklaz. Tahap untuk mempertahankan wilayah serta memenangkan perang adalah tujuan utama. Marco mempelajari strategi juga ilmu memanah. Marco menuju tempat pelatihan diantar kembarannya yang sebuah robot, robot itu menggunakan topeng agar tidak terjadi salah paham di antara prajurit yang lain. Setelah selesai mengantar Marco, sang robot kembali lagi ke laboratorium.


Di tempat latihan, senjata panah yang mereka gunakan bisa dibilang klasik, namun ada yang berbeda. Busur mereka dilengkapi chip khusus yang mampu meningkatkan kecepatan anak panah yang diluncurkan. Ada sebuah cerita tentang panah legendaris yang sangat besar. Panah ini adalah peninggalan Raja Arcansas yang digunakan beliau untuk menaklukkan Benua Pegalisch yang diduduki oleh Bangsa Trill dari Benua Perdal 2000 tahun lalu. Benua Pedral sudah hancur karena letusan dahsyat Gunung Hiopi, letusan tersebut menghancurkan separuh benua dan membentuk kaldera raksasa. Sekarang sisa wilayah Benua Pedral didiami oleh pendatang dari Trovolta, kemudian dijadikan sebagai pangkalan perang dan tempat uji coba senjata perang mematikan. Raja Arcansas adalah orang dari pulau kecil di dekat Benua Pedral. Pulau tersebut bernama Pulau Suin dan tidak terlalu besar. Pulau Suin juga telah hancur akibat letusan dahsyat Gunung Hiopi.


Panah legendaris yang disebut-sebut mampu membunuh 1000 pasukan sekali tembak tersebut bernama Panah Realo. Panah ini telah tersimpan secara misterius selama 2000 tahun. Tidak ada yang tahu pasti di mana letaknya. Nama panah tersebut diambil dari nama putra semata wayang King Arcansas, yaitu Pangeran Realo. Pangeran Realo adalah putra kerajaan yang akan meneruskan kepemimpinan ayahnya dan melahirkan empat keturunan yang mendiami empat wilayah di Pegalisch. Panah dari moyang mereka ini sangat besar dan hanya bisa digunakan oleh orang yang kuat. Legenda mengatakan, bahwa King Arcansas memiliki tubuh raksasa seperti orang-orang dari Benua Tsandor. Namun, ukuran tubuh keturunannya mengalami penyusutan dan berubah menjadi lebih kecil karena kutukan. Hanya saja otak mereka lebih cerdas dari kaum mana pun.

__ADS_1


“Bagaimana cara mengatur busur panah ini?” tanya Marco kepada Kolonel Grim.


“Tekan tombol merah yang ada di atas ukiran ini,” jawab Kolonel Grim sambil menunjuk ukiran di busur panah Marco. “Akan muncul garis dari ujung ke ujung satunya, kau letakkan anak panahnya dan tunggu 2 detik maka energinya akan terakumulasi di tengah busur, kau tinggal arahkan pada sasaranmu.”


“Apakah ini dapat mengalahkan orang-orang Trovolta yang berbadan raksasa itu?”


Kolonel Grim sudah dua minggu memberi pelatihan dasar kepada Marco. Ada 8 buku strategi perang sumbangan dari Kaum Kyuzelt, buku-buku itu telah dilahap oleh Marco. Dia sudah memahami semua isi buku tersebut, sekarang sedang mendalami praktek lapangannya. Ini bukan perang dalam sebuah video game, ini adalah perang sungguhan yang mempertaruhkan nyawa. Terlebih lagi, sekarang Marco terjebak di masa lalu bersama bangsanya yang sedang dijajah. Jika bangsa mereka kalah kemudian leluhurnya tewas, sudah pasti dia tidak akan pernah ada di masa depan dan akan menghilang saat itu juga.

__ADS_1


Di tengah latihan Marco yang sedang serius. Tiba-tiba muncul orang asing yang berlari dengan tergopoh-gopoh dan memakai penutup wajah. Dia memaksa untuk ikut berlatih di bawah bimbingan Kolonel Grim. Sang kolonel awalnya tidak menyetejuinya. Namun, setelah terjadi perdebatan sengit, akhirnya kolonel mengizinkan orang asing tersebut. Orang tersebut berambut panjang sebahu dan memiliki tinggi tubuh hampir sama dengan Marco.


Tempat latihan mereka berada di Desa Harfil. Letaknya paling jauh dari kota Yiklaz namun dekat dengan pelabuhan yang berada di Selat Krokalm. Untuk menuju tempat pelatihan memakan waktu 20 menit dari laboratorium bawah tanah yang berada di Yiklaz. Tempat itu sangat strategis juga memiliki danau yang dapat digunakan untuk pelatihan tempur di dalam air. Marco benar-benar menikmati dunia yang sekarang dia jalani. Dia berlatih dengan giat serta melakukannya dengan sepenuh hati.


Tidak ada waktu untuk berleha-leha, mengingat situasi sedang darurat. Untuk bercanda, istirahat, sudah ada waktunya sendiri. Saat latihan harus benar-benar serius. Meski Kolonel Grim orangnya sangat ramah ketika sedang bersantai, tapi dia akan berubah menjadi tegas, garang, dan sangat disiplin saat melatih bawahannya. Kalau seenak perut sendiri saat latihan, sudah pasti akan kena bogem mentah milik Kolonel Grim.


Ketika istirahat, Marco didatangi oleh gadis-gadis muda di desa itu. Mereka terpesona dengan penampilan Marco yang berbeda dari pemuda lainnya. Mungkin karena dia dari masa depan, jadi terlihat sedikit lebih keren. Hidungnya mancung, matanya bening dan menentramkan siapa saja yang memandang. Tak heran jika banyak gadis yang ingin berkenalan dengan dirinya. Tapi, ada satu gadis yang selalu memandanginya dari jauh dan tidak mau mendekat. Mungkin gadis itu pemalu, tidak seperti gadis lain.

__ADS_1


__ADS_2