Legenda Putri Batu Livinett

Legenda Putri Batu Livinett
Protocol 7


__ADS_3

Dalam waktu satu minggu Marco sudah mahir menguasai 3 jenis senjata perang dan kekuatan fisiknya semakin meningkat. Dia dapat menggunakan pedang serta panah, selain itu, dia juga mampu menggunakan pistol. Tapi, senjata yang disukai Marco adalah panah. Para tentara lainnya tertegun melihat kecerdasan yang dimiliki oleh Marco. Tanpa ragu, Kolonel Grim langsung menempatkan Marco di garda paling depan sebagai pembuka jalan. Sekaligus untuk menyusun strategi secara spontan jika terdesak.


Pasukan mereka bernama Branco, dengan 8.500 tentara yang siap menggempur pasukan Corvos. Saat ini pasukan Branco memiliki divisi strategi yang bisa diandalkan, divisi ini diketuai oleh Sir. Hudson, wakil Kolonel Grim. Dia memiliki kecepatan yang sangat luar biasa, akurasi bidikan panahnya selalu tepat mengenai sasaran. Selain pandai menggunakan panah, Sir. Hudson juga sangat mahir menggunakan pedang. Dia benar-benar sudah berjuang sangat keras untuk mempertahankan tanah kelahirannya. Kali ini dia tidak akan menggunakan panah, melainkan sebuah pedang.


Sirine di Pelabuhan Herlour berbunyi begitu nyaring, pertanda bahwa pasukan dari Trovolta telah datang menyerbu. Marco melupakan segala hal yang tidak penting. Tentang situs bernama Protocol 9 yang membawanya ke dunia ini, tentnag keluarga yang dicintainya, Marco harus melupakan sejenak untuk fokus berperang. Dengan sangat sigap, seluruh prajurit dari Branco menyiapkan diri untuk bertempur habis-habisan. Marco mengusap busur panahnya, dia menarik napas dalam-dalam. Hari ini adalah hari pertama untuk ikut berperang. Jangan lengah, jangan mati! Ucapnya di dalam hati. Karena baru pertama kali maju dalam medan perang, tidak heran kalau dia sedikit ragu dan takut.


Pasukan Corvos membawa sekitar 10.000 pasukan, dengan 217 kapal perang raksasa, 200 pesawat tempur yang siap mengobrak-abrik Yazelt dari udara. Ini adalah pertempuran ke 5 setelah pertempuran sebelumnya pasukan Branco mundur karena badai di Selat Krokalm. Marco bergetar tubuhnya, hari ini dia akan menjadi seorang pejuang. Tak akan ada yang percaya bahwa dirinya sekarang berada di masa lalu. Peduli setan dengan orang-orang di masa depan, karena sekarang dia telah menemukan dunia impiannya sendiri.


Dia bisa berbaur dengan orang-orang di masa lalu ini. Mereka mengakui kehebatan yang dimiliki Marco. Terlebih, orang yang menyebut dirinya Nolas Sonits yang berada di laboratorium bawah tanah. Meski sikapnya sangat menjengkelkan, karena selama 4 bulan, dia mengurung Marco seperti binatang sirkus. Sonits tidak meremehkan Marco. Justru Marco sangat senang karena Sonits menaruh harapan pada dirinya.


Suara dentuman di ufuk timur pesisir pantai membuat dada bergetar. Marco berlari bersama anggota pasukan lainnya. Dia mengendap-endap di antara pepohonan. Pasukan Corvos mulai berlabuh di pelabuhan. Selat Krokalm akan menjadi saksi pertempuran pertama Marco. Orang-orang Trovolta telah meledakkan satu buah tangki minyak mentah berukuran raksasa.


Tampak ribuan tubuh raksasa berjajar memijak tanah milik Kaum Yazelt. Bendera mereka berkibar, seolah siap merebut semua yang dimiliki Bangsa Yazelt. Mereka menggunakan zirah yang sudah tidak asing lagi di mata Marco. Zirah yang dicuri dari Kaum Yazelt.


Dengan posisi tengkurap, Marco masih mengamati keadaan. Dia memberi kode kepada 7 orang di belakangnya untuk bersiap-siap, dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan kepada pasuakan Corvos. Sekarang, Marco berencana menggunakaan rencana sembunyi-sembunyi. Mengingat, ini adalah kali pertamanya dia melakukan pertempuran.

__ADS_1


“Ini bukan latihan, ini adalah perang sungguhan. Jika kau lengah, nyawamu akan melayang.” Ucap Sil sambil mendekat ke arah Marco.


“Ya. Semoga tidak jatuh korban terlalu banyak dari pihak kita,” balas Marco.


“Semoga saja.”


“Derpaz, Papilon, Luis, Reil, Tink, dan Garben, kalian pergilah sedikit ke utara. Bawa semua pasukan kalian. Aku akan memberi aba-aba dari sini. Anak panahku akan mengalihkan perhatian mereka, lalu kalian serang mereka dengan cepat. Tugas kita adalah membuka jalan untuk Sir. Hudson bersama bala tentaranya agar bisa masuk ke dalam kerumunan untuk mengambil alih kapal,” Marco memberi komando.


“Vivito!” jawab mereka serempak.


Sedangkan, Sir. Hudson bersama 5.000 anggota pasukannya bersiap di atas Zelcar masing-masing. Zelcar adalah kendaraan seperti motor. Kendaran ini dapat melesat setinggi 1 meter di atas permukaan tanah. Atau bisa disebut mobil terbang mini dan memuat satu sampai dua orang. Pasukan ini berada di belakang pasukan pembuka jalan.


Juga terdapat 1.000 anggota yang berada di sisi timur pelabuhan dipimpin oleh Deart, dan 1.000 anggota berada di sisi barat pelabuhan yang dipimpin Rifiz. Mereka menggunakan kendaraan seperti yang digunakan oleh Sir. Hudson.


Untuk menangani wilayah udara, telah dipilih 1.000 pasukan yang menggunakan Creo-R. Pesawat super cepat yang dapat bermanufer melebihi logika, mampu melesat seperti kilat di udara. Mereka dapat menembakkan rudal yang mampu memusnahkan 20-40 raksasa dari Trovolta. Tentu ini akan sangat membantu. Karena, pasukan Corvos memiliki 10.000 tentara dengan ukuran tubuh super jumbo. Sedangakan, pasukan Branco hanya memilik 8.500 tentara yang bertubuh kerdil. Kolonel Grim masih berada di pangkalan terbang yang berada di Pegunungan Zendar, sisi barat daya Desa Harfil . Dia akan menyusul bersama pasukan udara, menunggu aba-aba dari Marco. Tujuan mereka untuk memborbardir habis kapal-kapal raksasa itu.

__ADS_1


Marco melontarkan anak panahnya yang berisi bahan peledak ke arah timur laut, tepat di kerumunan raksasa Trovolta. Suara ledakan terdengar ketika anak panah mengenai salah satu tubuh pasukan Corvos. Seluruh anggota yang dibawa Marco bersiap-siap.


“Siap! Lontarkan!” Marco memberi perintah.


Enam pimpinan pleton langsung melaksanakannya. Seluruh pasukan yang berjumlah 500 orang melontarkan busur panah untuk membantai para raksasa yang kehilangan fokus karena ledakan yang dibuat Marco.


“Barganta, Sir!” Marco menghubungi Sir. Hudson.


Barganta adalah kode yang biasa diucapkan Kolonel Grim saat pelatihan untuk memberitahu bahwa jalan terbuka. Dengan sangat cepat, 5.000 orang di bawah komando Sir. Hudson melesat menuju kerumunan pasukan Corvos. Sedangkan, pasukan pembuka jalan tiarap di atas tanah berpasir agar tidak tertabarak kendaran yang digunakan pasukan Sir. Hudson.


Setelah divisi Zelcar memasuki medan tempur. Pasukan pembuka jalan membantu dari jarak jauh menggunakan busur panah mereka. Pasukan Sir. Hudson menyerang dengan pedang yang tajamnya 10 kali lipat pedang biasa. Pedang itu didesain khusus oleh Nolas Sonits. Pedang dengan tampilan seperti ular cobra itu mampu memanjang hingga 3 meter. Tentu mampu menjangkau setiap tubuh dari pasukan Corvos. Pengguna pedang ini juga harus mengutamakan kekuatan otot kaki dan tangan untuk melompat serta keseimbangan mereka harus tinggi. Pertempuran kali ini, pasukan Branco terlihat lebih unggul.


Zirah yang dipakai para titan itu sangat mengesankan. Zirah itu sangat lentur, dapat meningkatkan kecepatan para raksasa, otot-otot pengguna zirah seperti dipompa melebihi batas. Zirah Keabadian yang dicuri dari Kaum Yazelt, sangat membantu para raksasa tersebut. Luka yang mereka terima juga menjadi tidak terlalu parah. Jadi, Marco dan kawan-kawan harus menyerangnya tepat mengenai titik vital jika ingin raksasa itu roboh.


Orang misterius yang memakai penutup wajah dan berambut panjang terlihat di antara regu yang dipimpin Marco. Dia juga memakai panah dengan sangat hebat. Bidikan panahnya begitu mengesankan, anak panah seolah meliuk-liuk lalu mengenai sasaran.

__ADS_1


__ADS_2