
15:17 Waktu Yiklaz. Pegunungan Aranos, timur Kota Yiklaz.
Kabar jatuhnya pesawat asal Trovolta telah sampai ke telinga orang-orang di Benua Tsandor. Pemimpin kesatuan elite dari pasukan Corvos telah tiba bersama 15 pengawalnya. Mereka akan melakukan penyelidikan bersama tim dari Yiklaz, sekaligus bertemu Raja Torbern. Mereka melakukan briefing di dalam markas darurat yang didirikan kepolisian satu jam yang lalu. Pertemuan itu berlangsung sangat tertutup dan tidak terjadi keributan. Setelah itu mereka menuju lokasi jatuhnya pesawat untuk melakukan penyelidikan yang pertama.
Betapa terkejutnya mereka saat menemukan keadaan pesawat yang hancur. Namun, tidak ditemukan kru ataupun penumpang pesawat tersebut. Di lokasi hanya meninggalkan bangkai pesawat yang hancur berkeping-keping. Para petugas dari Yiklaz dan Trovolta juga bingung. Tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali. Bahkan, barang-barang atau sisa pakaian dari penumpang tidak ditemukan. Semua anggota telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Tidak ada jejak atau tanda-tanda kehidupan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Maskapai Gerfant telah mengkonfirmasi penerbangan pesawat milik mereka yang melintasi jalur udara Kota Yiklaz. Menurut laporan, sebelum meninggalkan bandara, pesawat itu benar-benar dalam keadaan normal tidak ada kerusakan sedikit pun. Dalam pertemuan kali ini, kaum Trovolta agaknya telah berubah menjadi lebih baik. Berbeda ketika zaman perang dulu.
Perbedaan tinggi badan mereka sangat terlihat. Penghuni Benua Pegalisch memang betul-betul kerdil jika sedang berkumpul dengan orang Trovolta. Kulit orang Yazelt berawarna putih, dengan wajah sedikit oval dan memiliki mata yang lebar. Tinggi mereka hanya sekitar 130-165 sentimeter. Sedangkan penghuni dari Trovolta berkulit coklat dan berwajah tebal. Tinggi mereka sekitar 300-400 sentimeter dan memiliki mata yang sipit.
Untuk gambaran dari wilayah-wilayah di Benua Pegalisch, tanah mereka terbilang cukup subur. Bagian tengah adalah Istana Cansas, yang berdiri megah dan terdapat Gurun Tlants di sisi tenggara, ada juga Sungai Oxin di sisi barat yang mengalir dari Gunung Rez menuju Selat Krokalm. Pada bagian selatan dan utara diapit oleh padang rumput bernama Boran dan Virty. Ada juga hutan di sisi timur yang sangat lebat bernama Hutan Lumbor. Batas setiap negara bagian adalah pagar tembok setinggi 7 meter bernama Pagar Picsas dan dibangun di sepanjang tepi wilayah masing-masing negara.
Setelah melakukan penyelidikan cukup lama, para perwakilan dari Trovolta memutuskan untuk menginap dan melanjutkan penyelidikan besok pagi. Karena cuaca sedang turun hujan, sangat tidak memungkinkan untuk melakukan penyisiran di lokasi pegunungan. Ditambah angin yang bertiup sangat kencang sekali.
***
__ADS_1
Sekitar 100 meter dari kediaman Marco. Berdiri rumah yang sedikit kusam, di situlah bocah bernama Koulos tinggal. Nama lengkapnya adalah Tinos Koulos, seharian dia mondar-mandir berjalan di kota. Berteriak-teriak soal perang yang akan terjadi. Dia adalah anak dari pasangan Fronz Koulos dan Iren Reklim. Tinos sejak kecil selalu bandel dan memercayai setiap cerita yang diceritakan oleh Marco, tetangganya.
Ayah Marco yang bernama Virpie adalah seorang dokter yang selalu sibuk di rumah sakit. Marco tidak terlalu dekat dengan ayahnya, dia lebih suka menyendiri ketimbang berbicara dengan ayah yang super sibuk. Ibunya bernama Teilen, dia selalu mengurus Marco sejak kecil. Marco adalah anak jenius yang suka sekali melakukan eksperimen, dia sangat cerdas serta kreatif. Saat dia memiliki komputer yang dibelikan ibunya, dia sudah mampu memodifikasi komputer barunya menjadi lebih canggih dengan memasangkan sensor untuk melacak keberadaan setiap barang-barangnya seperti tas, sepatu, dan dompet.
Saat Tinos sedang bermain di rumah Marco, dia selalu kagum dengan semua hal yang dilakukan oleh Marco. Baginya, Marco adalah seorang idola yang sangat keren. Tinos Koulos ingin menjadi cerdas seperti Marco yang sangat ahli mengutak-atik sesuatu. Ketika Marco menceritakan sesuatu yang menarik, Tinos selalu fokus mendengarkan Marco dari awal hingga akhir. Cerita yang sering dikisahkan kepada Tinos adalah kisah perang dan kisah fantasi lainnya dari buku-buku yang dibaca oleh Marco.
Setiap berkunjung ke rumah Marco, Tinos selalu ingin bermain di dalam kamar dan menghabiskan waktunya bersama Marco. Ibunya Tinos sampai bingung setiap kali anaknya bermain sampai lupa waktu. Tinos sudah menganggap Marco sebagai kakaknya sendiri. Karena Tinos adalah satu-satunya anak di keluarga Koulos.
“Tidak, mereka tidak akan melakukan perang lagi. Sekarang keadaan sudah damai dan stabil,” jawab Fronz Koulos.
“Namun, mereka sepertinya memiliki potensi untuk membantai kita lagi. Terlebih pesawat mereka baru saja jatuh di kota ini.”
“Jangan membuat kesimpulan aneh seperti itu. Semua sudah berlalu, sekarang jangan memikirkan yang tidak-tidak,” Fronz menasihati anaknya.
“Baiklah.”
__ADS_1
“Jangan lupa. Saat peringatan hari merdeka, kita harus menyiapkan mental dan tidak boleh terlihat bahagia agar tidak dikatakan pengkhianat tanpa perasaan, ini wajib seperti biasanya,” ucap Fronz.
“Kenapa kita dikatakan pengkhianat jika tidak memasang wajah sedih? Sudah merdeka harusnya kita bergembira.”
“Tidak ada kebahagian dalam perang. Dikatakan pengkhianat karena dulu ada seorang pengkhianat dari Yazelt yang bergabung ke Trovolta dan membocorkan rencana perang kita.”
“Oh. Si Tameng Hitam, ya? Aku sudah membaca sejarah itu.”
“Bagus. Sekarang habiskan makananmu.”
Mereka akhirnya melanjutkan makan malamnya. Tinos masih memasang wajah serius. Malam semakin larut, anggota keluarga itu mulai beristirahat di kamar masing-masing.
Di dalam kamarnya, Tinos masih memikirkan percakapan dengan orang tuanya saat makan malam tadi. Dia masih merasa khawatir, seandainya perang yang telah berlalu terulang lagi. Belum ada berita terbaru terkait jatuhnya pesawat milik Gerfant.
Para petugas yang berada di Pegunungan Aranos juga masih bersiaga. Penyelidikan akan tetap dilanjutkan besok, meski keanehan yang tidak masuk akal terjadi. Banyak pertanyaan yang menyelimuti petugas terkait menghilangnya korban pesawat jatuh tersebut. Semoga saja besok mereka menemukan petunjuk agar dapat memecahkan misteri ini. Sungguh aneh kalau seluruh korban tiba-tiba lenyap. Semua itu pasti ada petunjuknya, hanya keyakinan seperti itu yang tertanam di benak para tim evakuasi.
Meski telah diketahui sebelumnya, jatuhnya pesawat itu ada sangkut pautnya dengan menghilangnya Marco. Akan tetapi, polisi yang menangani kasus menghilangnya Marco masih merahasiakan video yang mereka temukan di situs Protocol 9. Mereka merahasiakan video pembajakan pesawat itu, juga video kembaran Marco. Hingga 4 bulan lamanya, tanpa memberitahukan kepada Raja Torben, pun pihak lainnya.
__ADS_1