
Hari yang ditentukan telah tiba. Terlihat keramaian di acara itu. Ada pembukaan pasar murah yang digelar di aula istana. Semua orang boleh masuk asalkan telah melalui tahap penggeledahan yang dilakukan penjaga. Semua itu untuk menghindari adanya penyusup atau anak buah Arcansas.
Pertemuan diadakan di dalam istana ruang paling atas. Satu jam lagi akan dimulai tapi semua pendekar belum datang.
Tampak di sudut timur aula, tepatnya di bagian penjual tembikar. Terlihat sosok pria asing yang membawa pedang. Sepertinya dia bukan orang biasa.
Dia mengenakan baju bergaris hitam-putih dan membawa pedang besar. Pipinya ada bekas luka. Pria bercodet itu sangat kekar dan memiliki warna rambut hitam. Daun telinga yang kanan terpotong. Sepertinya dia adalah pendekar yang akan menghadiri pertemuan.
Ia beranjak dari tempat duduk dan membawa pedangnya. Langkah yang sangat tegap, ia menatap penuh rasa percaya diri. Melihat pakaian yang ia kenakan, sepertinya pria itu berasal dari wilayah timur. Selain pria bercodet, tidak ada lagi yang terlihat. Mungkin mereka menyembunyikan identitasnya agar tidak menimbulkan masalah.
Waktu telah tiba, ada 8 pendekar yang telah menempati kursi. Tidak ada yang tahu kedatangan mereka, kecuali pria bercodet tanpa daun telinga yang telah menampakkan diri di aula.
Mereka berasal dari sembilan penjuru di Benua Pegalisch. Dari timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut, utara, timur laut, dan pusat kota.
Delapan orang itu memakai baju yang bervariasi. Senjata yang mereka bawa juga berbeda-beda. Ras titan dari Benua Pegalisch memiliki ciri khas tersendiri. Mereka memiliki bahu yang lebih besar serta mempunyai tanda kehitaman di tengkuk. Berbeda dengan ras titan dari Pulau Suin.
Sedangkan Arcansas memiliki perawakan yang lebih ramping. Namun ototnya sangat besar dan memiliki kekuatan dahsyat. Kaum bar-bar dari Suin memiliki warna rambut yang pirang dan kemerahan. Terbukti dari warna rambut si kembar Wilson. Daz dan Fell memiliki rambut pirang sejak kecil.
Ciri-ciri fisik ini bukan penentu untuk membedakan setiap ras yang ada. Karena mereka telah melalui banyak tahun dan persilangan tentu terjadi. Banyak pendatang yang mulai singgah di Benua Pegalisch.
Kaum dari Benua Tsandor yang hanya dihuni satu kaum saja juga mulai melakukan perjalanan untuk menemukan tempat tinggal baru. Mereka banyak yang mengembara ke Benua Arimp dan Pegalisch.
Benua Arimp dihuni oleh kaum berambut biru. Ras ini paling mencolok perbedaannya. Entah mengapa rambut mereka biru. Mungkin saja karena faktor genetik yang dibawa oleh leluhur.
__ADS_1
Sampai saat ini, hanya itulah beberapa ras yang telah diketahui. Penghuni dari Benua Arimp juga banyak yang melakukan perjalanan hingga ke wilayah Pegalisch. Mereka lalu menetap di Pegalisch.
Kaum Biru sebenarnya memiliki nama asli Kaum Lanz. Rambut mereka yang berwarna biru menjadi ciri khas tersendiri. Mereka juga memiliki tubuh titan seperti ras lainnya. Kelak kaum ini akan berkurang karena benua mereka terkena bencana.
Sama seperti Benua Pedral yang hancur akibat letusan Gunung Hiopi. Benua Arimp hancur sebagian wilayahnya bukan karena letusan gunung, melainkan gempa yang super dahsyat dan menyebabkan tsunami.
Gempa itu menghancurkan setengah wilayah yang dihuni Kaum Biru. Benua Arimp kelak akan menjadi wilayah terkecil. Karena letaknya juga sangat jauh dari Pegalisch. Berada di Samudra Kulfik, barat daya Benua Pegalisch.
Nama–nama benua yang telah disebutkan tentu memiliki sejarah sendiri-sendiri. Namun kita hanya akan fokus pada perang yang dilakukan Arcansas. Menguak semua misteri yang tersembunyi.
Ada rahasia apa di masa lalu. Apakah orang dari Suin benar-benar menjalin hubungan dengan Bangsa Lemuria. Apakah batu Livinett benar berasal dari Suin?
Mengingat Pulau Suin adalah pecahan dari Benua Tsandor. Sedangkan Selat Krokalm yang memisahkan Benua Pegalisch dan Benua Tsandor seolah menjadi pembatas antara kebenaran dan misteri yang masih abu-abu.
Apakah perkamen tua yang ada di reruntuhan Kastil Dum sungguh mengarah kepada suatu petunjuk, ataukah hanya sebuah dongeng belaka.
Kisah ini adalah kisah peradaban besar yang baru lahir. Dari kisah masa lalu yang misterius. Akankah segalanya menemui titik terang? Lalu bagaimana dengan perjuangan Arcansas yang ingin menaklukkan Benua Pegalisch?
Sembilan Pendekar
Sekarang waktunya pertemuan dimulai. Raja Trill memasuki ruangan dengan langkah tegap. Peserta yang mengikuti rapat masih kurang satu. Ia adalah tamu undangan dari pusat kota. Pendekar yang datang telah menempati kursi masing-masing, termasuk si codet berdaun telinga satu.
__ADS_1
“Selamat datang di Istana Pedral. Saya, selaku penyelenggara acara ini mengucapkan terima kasih, karena saudara-saudara telah memenuhi undangan. Baiklah. Dalam pertemuan yang sangat penting ini, akan saya sampaikan bahwa keadaan kerajaan sedang darurat. Kita sedang melawan pemberontak dari Pulau Suin yang ingin menguasai benua kita. Maka dari itu, saya mengundang sembilan pendekar dari seluruh wilayah di benua ini untuk membantu kerajaan.”
“Urusan kerajaan? Hoi, Pak Tua. Kau salah orang, aku tidak sudi melakukannya jika harus berperang, aku benci darah!” celetuk pria bertopi lebar.
Ia mengenakan pakaian ketat dan dilapisi mantel tebal. Sepertinya dia sosok pemuda yang lebih arogan dari Arcansas.
“Ya. Itulah yang saya ingin minta dari kalian. Bergabunglah untuk membunuh Singa Merah dari Suin,” ucap sang raja.
Tiba-tiba pria berkumis lebat berdiri. “Tunggu! Singa Merah dari Suin katamu?”
“Ya. Dia Arcansas. Orang itu menjadi ancaman untuk kerajaan dan kelangsungan benua ini.” Raja Trill menaikkan nada bicaranya.
Terlihat pria bercodet hanya diam saja. Dia membisu seolah tidak peduli dengan pembicaraan.
“Arcansas?” tanya pria berkumis lebat.
“Ya. Sebelum itu. Mari kita buka terlebih dahulu acara ini. Apakah semua tamu sudah hadir?” tanya sang raja.
Pabel menyela pembicaraan. Ia melambaikan tangan. “Pendekar dari pusat kota belum menunjukkan dirinya, Yang Mulia.”
Raja Trill hanya mengangguk. Suasana rapat sungguh aneh. Orang-orang yang dijuluki pendekar memiliki kelakuan yang kurang sopan. Mereka tidak bisa menjaga bicaranya meski berhadapan dengan sang raja. Pemuda-pemuda itu sungguh arogan dan tidak mengenal tata krama.
Mungkin tabiat mereka sudah seperti itu sejak kecil. Hanya pria berkumis dan pria yang mengenakan topi lebar yang sudah membuka suara. Mereka memiliki sifat yang kurang baik. Bagaimana dengan si pria bercodet? Apa ia juga arogan dan tidak sopan. Apakah semua pendekar itu memiliki sifat brutal?
__ADS_1
Julukan sembilan pendekar digunakan karena mereka adalah orang pilihan. Sebelumnya, pernah diadakan sebuah turnamen pertarungan. Turnamen itu diadakan untuk menyeleksi komandan terbaik generasi baru. Sembilan orang inilah yang kelak akan menggantikan Bion jika ia mengundurkan diri atau terjadi suatu hal. Justru Bion sekarang telah tewas.
Melalui sembilan orang itu akan diadakan pertandingan besar secara bersamaan. Kemudian dipilih satu orang terkuat yang mampu bertahan hingga akhir pertarungan. Apakah itu tujuan sang raja mengadakan pertemuan ini? Mungkin raja berniat mencari pengganti Bion.