
Sang raja terguncang jiwanya, ketika perang baru saja surut, tiba-tiba saja ada kabar menggemparkan dari Benua Pedral. Gunung Hiopi yang merupakan gunung api terbesar dan masih aktif, meletus dengan hebat. Suara letusan itu terdengar sampai Benua Pegalisch, bahkan sampai ke Pegunungan Aranos tempat Arcansas dan pasukannya bersembunyi.
Letusan dahsyat tersebut memusnahkan setengah wilayah di Benua Pedral. Raja Trill sangat terkejut ketika mendengar bencana menimpa tempat asalnya. Tidak hanya sang raja, tapi juga Arcansas. Pulau Suin yang terletak berdekatan dengan Pedral juga tersapu air laut. Air laut perpuntal-puntal pasca gempa dan letusan, sehingga menyebabkan gelombang dahsyat dari lautan.
Tanah retak, ikut tenggelam di laut. Pulau Suin tidak hancur sepenuhnya. Arcansas tidak peduli lagi dengan Pulau Suin, di sana hanya ada beberapa penduduk. Tujuannya saat ini hanyalah menguasai Benua Pegalisch.
Sisi tenggara Benua Pedral juga telah lenyap bersama pulau-pulau di sekitarnya. Jutaan jiwa melayang karena bencana itu. Gunung Hiopi memang belum pernah meletus, baru sekali ledakan saja sudah menghancurkan setengah benua.
Sisi barat Benua Tsandor juga tersapu tsunami akibat letusan Gunung Hiopi di Pedral. Namun, tidak banyak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan. Saking hebatnya letusan gunung api itu, awan pekat serta meterial vulkanik menyembur ke udara selama beberapa minggu. Raja Trill tidak mengira bahwa bencana semengerikan itu akan terjadi.
Kini beliau juga mesti berperang melawan Arcansas. Sungguh kejadian yang tidak dapat diprediksi.
Raja Trill juga masih sering mengunjungi dan tinggal di Benua Pedral. Beruntung saat terjadi letusan gunung, beliau sedang di Pegalisch.
Kalau saja Arcansas mau tunduk di bawah perintahnya, tentu perang tidak akan terjadi.
“Apa tidak ada cara lain untuk menghentikan Singa Merah dari Suin itu?” tanya sang raja kepada penasihatnya.
“Tidak, Yang Mulia. Saat ini kita tidak bisa berbuat banyak. Sementara, kita masih mampu menahan perang yang dia kobarkan. Pasukan kita sepatutnya sangat kuat,” jawab Pabel. Kumis putihnya tampak elegan.
“Kalau begitu, apakah keamanan putriku telah kalian perketat?”
“Ya. Putri Livinett telah kami jaga dengan keamanan yang sangat tinggi. Hamba telah mengerahkan prajurit terhebat untuk menjaganya. Arcansas tidak akan bisa menculik putri dengan mudah.”
“Bagus. Situasi perang seperti ini, sudah pasti menculik untuk dijadikan tawanan akan terjadi. Kuserahkan semuanya padamu,” Raja Trill pun beranjak dari singgasana.
“Baik, Yang Mulia.”
__ADS_1
Raja Trill melangkah menuju ke kamar. Beliau masih bimbang, tampaknya sedang memikirkan pasukan Arbitos. Keadaan mungkin bisa kembali damai jika pasukan Arbitos mau membantu. Rasanya tidak mungkin, karena Raja Trill juga memiliki harga diri yang tinggi. Beliau mungkin merasa malu untuk meminta bantuan kepada Liobo.
Petinggi-petinggi istana terus memberikan saran kepada Raja agar mau meminta bantuan kepada pasukan Arbitos.
Para petinggi banyak yang takut bila Liobo sampai membelot. Bisa saja ia dihasut oleh Arcansas untuk menyerang kerajaan. Sungguh merugikan jika hal itu sampai terjadi. Niat jahat bisa tumbuh di dalam hati siapa saja, terlebih situasi sedang genting seperti sekarang.
Akibat perang, semuanya menjadi kacau. Mau dibawa ke mana kerajaan yang selama ini telah raja pimpin. Harga dirinya akan sangat jatuh jika harus bertekuk lutut kepada musuh.
Kondisi di Benua Pegalisch semakin tidak karuan. Kepercayaan terhadap Raja Trill makin meredup, banyak rakyat yang mulai meragukan sang raja. Bahkan, tidak sedikit penduduk yang memilih untuk keluar dari benua tersebut.
“Kabar ini baru saja saya terima. Banyak penduduk yang mulai meninggalkan tanah ini. Mereka berlayar menuju Benua Tsandor serta Benua Arimp!” teriak Deimr. Ia menjabat sebagai ketua di divisi kependudukan.
Benua Arimp adalah benua paling jauh dari Pegalish, berada di Samudra Kulfik, barat daya Benua Pegalisch.
Pabel berdiri dan memasang wajah terkejut. “Berapa jumlah mereka, kita wajib memberitahukan kepada Raja.”
Suasana istana masih riuh, banyak para wanita yang bekerja dengan penuh semangat. Beberapa pelayan wanita membawa buah-buahan menuju ke kamar Putri Livinett.
Bagi pria yang melihat paras cantik Putri Livinett sudah dipastikan jatuh hati. Kecantikan yang dimiliki putri tersebut tiada tandingannya, mungkin hanya dia wanita paling cantik di alam ini. Senyum yang manis, gaya bicara yang lembut, serta pipinya yang merah merona bak delima mampu membuat langit dan bumi tunduk padanya.
Putri Livinett adalah kebanggaan satu-satunya yang dimiliki Raja Trill. Sang raja sangat baik memperlakukan putrinya. Beliau tidak mau ada yang menyakiti putri semata wayangnya tersebut.
Ketika pelayan sedang menuju ke kamar Livinett, tiba-tiba terdengar suara ledakan di lorong. Sepertinya ada penyusup yang berhasil masuk ke istana.
Rencana Penculikan
__ADS_1
“Anak buah Arcansas berhasil meringsek masuk serta menghancurkan gerbang utama!” prajurit itu berteriak sambil berlari tergopoh-gopoh, menggetarkan tanah yang ia pijak.
Bion semakin geram, dia berteriak dengan lantang kepada seluruh pasukan raksasa yang ia pimpin. “Buatlah barikade sekarang juga! Sepuluh baris! Letakkan dua baris pasukan berpanah di posisi terdepan!”
“Dunald!!” seluruh prajurit menyahut lantang dan mengangakat tangan.
Si gundul datang menenteng dua ember kayu berisi air. Ia lalu menghentikan Bion yang sedang berapi-api. “Komandan. Jadi cuci kaki tidak?”
“Tidak perlu! Tahinya sudah kering,” sahut Bion kesal.
Kata ‘dunald’ yang barusan mereka ucapkan memiliki arti ‘siap’.
Setelah sebelumnya membuat keributan di pusat kota. Kini Arcansas benar-benar menyerang Istana Pedral. Cuaca masih gelap, sinar matahari belum muncul. Arcansas melancarkan serangan sebelum fajar.
Peperangan terjadi hanya dengan penerangan cahaya obor. Tentu sulit, karena mereka akan kepayahan membedakan musuh. Bisa jadi justru menyerang rekan sendiri.
Untuk meminimalisir kesalahan, pasukan milik Arcansas memiliki gelang logam di lengan kiri atas. Gelang ini akan bercahaya jika menerima sedikit cahaya. Jadi, kedua belah pihak bisa dengan mudah mengenali lawan.
Sayangnya, jika salah satu prajurit Arcansas melepas gelangnya. Tentu bisa mengecoh pasukan yang dipimpin Bion. Sepertinya, Arcansas memang telah merencanakan hal ini.
Singa Merah dari Suin itu benar-benar memiliki kecerdasan yang hebat. Taktik perang serta keahliannya dalam menggunakan berbagai macam senjata menjadi nilai tersendiri. Mungkin, ia bisa berbangga diri, karena kelebihannya bisa membuat pasukan lawan lari kocar-kacir.
Arcansas termasuk orang yang memiliki harga diri tinggi. Rata-rata, seluruh penghuni dari Pulau Suin tidak suka diremehkan. Mereka semua memiliki keteguhan hati, ambisi, serta semangat juang yang hebat. Jauh sebelum kedatangan mereka, Raja Trill sudah memiliki firasat buruk tentang orang-orang dari Suin. Mereka terkenal dengan aksi brutalnya, tidak segan untuk menghabisi siapa saja.
Dalam 10 tahun terakhir, Raja Trill mulai resah. Hubungan diplomasi dengan penghuni Pulau Suin mulai memburuk. Mungkin semua terjadi karena kekayaan Raja Trill yang melimpah, beliau juga memiliki tanah yang sangat luas sehingga membuat iri penduduk Pulau Suin.
__ADS_1