
"krraaak...." terdengar suara pintu dibuka secara kasar. seorang wanita muda dengan rambut sebahu berkulit kuning langsat berlari secara terburu buru keluar dari rumahnya.wanita yang terlihat ayu dengan polesan bedak tipis dan lip gloss di bibirnya,membuat kecantikan wanita itu sangat mempesona.
"vania pergi bu...vania sudah terlambat." pamit wanita itu pada ibunya sambil berlari meninggalkan rumah sederhana itu.
jam sudah menunjukkan pukul 06.45.
"nampaknya aku akan terlambat pergi ke sekolah." gumam vania dalam hati...terlihat kecemasan di wajah ayu nya."hufft...." vania membuang nafasnya kasar.karena bus yang ia tunggu tunggu belum juga datang.
tiba tiba di depannya berhenti sebuah motor sport yang dikendarai oleh pria tampan,
"barra..."batin vania dalam hati.
"hei,kenapa belum berangkat?ayo bareng aku.daripada nanti terlambat." kata pria itu dari atas motornya.
__ADS_1
"kamu vania kan?anak kelas 3 C?" kata barra lagi.
"i...iya..." jawab vania kaget karena barra mengenalnya.
"ayo naik.apa kamu mau terlambat ke sekolah."sambung barra lagi setengah memaksa.
mau tidak mau vania naik ke atas motor barra,lagipula kalaupun bus yang ia tunggu datang,ia tidak akan mungkin sempat untuk datang tepat waktu ke sekolah.yang ada dia akan datang terlambat dan penjaga sekolah pasti sudah menutup semua pintu gerbang sekolahnya.
di perjalanan ke sekolah,jantung vania berdegup kencang.bagaimana tidak,ia sedang dibonceng seorang pria yang menjadi primadona di sekolahnya.memang di sekolahnya barra digilai banyak wanita.bukan hanya anak kelas 3,tapi adik kelas pun mengidolakan pria itu.
entah apa kata teman teman sekolahnya nanti melihat vania di bonceng barra.bisa bisa vania bakal di bogem sama wanita yang mengejar ngejar dan mengidolakan barra.pikiran vania mulai berpikir macam macam,antara takut dengan "fans" nya bara dan rasa tidak percaya karena seorang barra pradipta yang terkenal tampan,kaya dan selalu bersikap dingin pada semua wanita tiba tiba mengajaknya berangkat sekolah bersama.
dalam perjalanan ke sekolah,tak sekalipun mereka saling bicara.vania memegang bagian belakang motor barra dengan sangat erat,tangannya dingin karena ia begitu gugup.motor itu melaju kencang menyelinap di antara mobil mobil dan kendaraan lain yang dilewatinya.
__ADS_1
"ssst..."barra menghentikan motornya mendadak membuat vania kaget,tanpa sengaja tangannya memeluk pinggang barra.
"maaf...."kata vania sambil melepaskan tanggannya dan membetulkan kembali pada pegangan belakang motor barra.
"gak papa kok.aku yang harusnya minta maaf karena ngerem mendadak....karena lampu merah."jawab bara
setelah lampu hijau menyala,barra melajukan lagi motornya...yang dirasa vania memang terlalu ngebut,tapi ia tak berani untuk meminta bara bengemudikan motornya agar lebih pelan.vania tau,pasti bara juga tak ingin terlambat ke sekolah.
"nanti turunin aku di dekat sekolah saja..ga usah nyampai gerbang sekolah mas.biar nanti aku jalan kaki."pinta vania
"emang kenapa?kita kan satu sekolah..ya udah turun di depan gerbang aja gapapa.lagipula udah mepet jamnya,takutnya gerbang keburu di tutup."jawab bara
vania terdiam..yah mau gimana lagi,dia tak bisa menolak kata kata barra untuk berhenti di depan sekolah.meski dalam hati ia sedikit takut,takut kalau teman temannya yang lain akan salah faham dengannya dan "fans" nya barra akan berfikir macam macam padanya.
__ADS_1
bagaimana mungkin seorang barra bisa membonceng vania,pasti itu yang akan mereka fikirkan.ah sudahlah...vania sudah siap menerima segala resikonya.bisik vania dalam hati