Lembaran Baru

Lembaran Baru
pertemuan dengan orang tua barra


__ADS_3

malam ini vania tampil tak seperti hari biasanya.dia mengenakan baju terbaiknya hari ini,begitupun wajahnya.nampak riasan yang cantik dengan polesan lipstick warna merah bata di bibirnya.


"sudah siap sayang?"tanya barra kepada vania.matanya tak berhenti memandangi kekasihnya itu.mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut,vania terlihat sempurna.


"apa kamu yakin mau mengenalkan aku ke orang tuamu mas?"tanya vania ragu ragu.


barapun mengangguk mantap."kamu tenang saja,aku yakin mama papa langsung akan menyukaimu saat melihatmu nanti."jawab barra meyakinkan vania.


akhirnya mobil berwarna hitam itu pun melaju menuju ke rumah orang tua barra.


di rumah barra sudah berkumpul mama,papa dan tante siska.adik dari papa nya barra.mereka menunggu kedatangan vania di ruang tamu dari tadi dengan tidak sabar.begitu vania datang,bu nadira mama barra segera mempersilahkan vania untuk duduk.


"kamu cantik.pantas saja barra selalu muji muji kamu."kata tante nadira mencairkan suasana yang mulai terlihat sedikit tegang.


"iya kan mah.barra bilang juga apa.vania itu gadis sempurna.ga salah kan pilihan barra."jawab barra sambil tersenyum dan merangkul vania.vania yang mendengar jawaban barra hanya tersenyum sedikit tanpa berucap apapun.

__ADS_1


"cantik saja ga cukup bar,,kamu itu anak tunggal.kamu tak hanya butuh wanita cantik saja untuk dampingi kamu.tapi dia juga harus sama seperti kita.pendidikan nya,keluarganya,status sosialnya,jangan asal sembarang pilih wanita saja."ucap tante siska lantang sambil tersenyum sinis ke arah vania.membuat jantung vania seakan berhenti.senyum yang menghiasi wajahnya dengan cepat menghilang dan berganti dengan raut muka tegang.


"udahlah sis..barra kan cuma ngenalin cewek yang dia suka ke kita.ini pertama kali buatnya membawa cewek ke rumah ini.ga usah punya fikiran aneh aneh.lagian barra masih kuliah.mikirin pernikahan masih jauh."pak toni ayahnya barra langsung memotong pembicaraan siska.


"tapi mas..."jawab tante siska namun tak berani melanjutkan kata katanya karena papa barra menatap tajam ke arahnya.


kemudian mama barra mengajak vania untuk makan malam bersama dengan keluarga mereka.sebelum akhirnya barra berpamitan sama keluarganya untuk mengantar vania pulang.


di dalam mobil,vania berfikir apa yang dikatakan ucapan tante siska tadi terhadapnya.memang benar...barra tak boleh sembarangan jika ia ingin memilih seorang istri.apalagi keluarga pradibta adalah keluarga terpandang.sudah tentu calon istri barra nanti harus dipilih dari bibit,bebet dan bobotnya.


"kamu masih mikirin ucapan tante siska,sayang?"


"tapi apa yang dikatakan tante kami itu benar mas,istri kamu nanti tak hanya harus cantik.tapi harus setara dengan keluarga kalian."ucap vania.


"bagiku status sosial itu ga penting sayang,,lagipula aku yakin.kamu pasti bisa menjadi designer handal..secara pacarku ini kan tak hanya cantik.tapi juga pintar..pasti nanti kami akan jadi sukses dan layak berdiri di samping aku.aku pasti akan selalu ada buat kamu.ga usah fikirin ucapan tante siska,yang penting...tadi papa sama mama baik sama kamu kan."ucap barra menenangkan vania.

__ADS_1


vania pun mengangguk mengiyakan ucapan barra.meskipun di hatinya juga masih terasa rasa takut akankah sikap orang tua barra benar benar menyukainya atau hanya karena merasa tidak enak saja pada vania.


sementara itu di rumah barra,tante siska terus saja menghasut papa dan mamanya barra agar menyelidiki asal usul vania.bagaimana latar belakang dan keluarga vania...namun pak toni,papa nya barra hanya menganggap bahwa barra hanya main main saja pada vania.pasti lama lama juga akan bosan dan putus..


begitupun mamanya barra,menganggap bahwa pacaran belum tentu serius dan belum tentu sampai ke jenjang pernikahan.lagipula mereka ingin barra menyelesaikan kuliahnya dulu sebelum menikah.


"aku ga mampir yah..udah malem soalnya.takutnya nanti kamu diomongin macem macem lagi sama temen kost kamu."ucap barra setelah mobilnya sampai di depan kost vania.


"iya mas..gak apa apa.ya udah aku masuk dulu ya mas."vania hendak membuka pintu mobil barra,sebelum tangan barra menarik tangan vania secara tiba tiba.


barra meletakkan tangannya di belakang leher vania,mengarahkan kepalanya mendekati kepala barra.wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja.nafas barra terasa hangat menyentuh pipi vania,mata merekapun saling bertemu.


barra tak kuasa menahan keinginannya sedari tadi,dia mendaratkan bibirnya di bibir merah bata yang terlihat sangat menggoda dipandangnya.sesekali digigitnya bibir vania pelan.nafasnya memburu.vania membalas ciuman dari barra..


vania tak bisa menolak ciuman kekasihnya itu.matanya terpejam menikmati ciuman barra..sampai akhirnya mereka menghentikan aktivitas itu karena hampir kehabisan nafas.

__ADS_1


"sebelum aku kembali ke amerika,kita ke rumah ibu di solo dulu ya.sudah lama ga ketemu ibu kamu soalnya...besuk sore aku jemput."ucap barra melepaskan tangannya dari leher vania.


vania mengangguk..dia membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam gerbang kost nya.barra masih menunggu gadisnya itu memastikan nya sampai benar benar masuk ke dalam kamar nya.setelah vania tak terlihat,barra meninggalkan kost itu dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.


__ADS_2