Lembaran Baru

Lembaran Baru
menunggu


__ADS_3

Barra tiba di depan sebuah toko.dia tidak langsung turun.diamatinya toko tersebut.terlihat beberapa orang keluar masuk dari toko.namun wajah yang barra tunggu tak kunjung muncul.Barra semakin tak sabar,hampir dua jam dia berada di dalam mobil mengamati toko tempat Vania bekerja.berharap wanita itu keluar dari tokonya.bahkan di jam makan siang pun barra tak melihat wanita itu.ingin rasanya dia masuk ke toko itu,namun dia berfikir bagaimana nanti karyawan yang lain melihat Vania bersama dengan suami bos nya.bisa bisa mereka berfikir buruk tentang Vania.sementara nomor Vania masih sulit untuk dihubungi.Barra hampir saja menyerah dan memilih untuk pulang sampai akhirnya wajah yang ia nantikan keluar dari dalam toko.terlihat raut kelelahan di wajahnya.


Segera barra keluar dari mobilnya dan menarik tangan wanita itu masuk ke dalam mobilnya,sebelum wanita itu pergi terlalu jauh.


"mas barra..apa yang kau lakukan disini mas..."Vania kaget karena tiba tiba tangan nya ditarik oleh Barra.namun Barra tak menjawab,dia terus saja memaksa Vania masuk ke dalam mobilnya.Vania pun tak bisa menolaknya.akhirnya mobil itupun melaju meninggalkan toko tempatnya bekerja.


"Mas..kenapa ga jawab pertanyaanku.kenapa mas Barra disini.bukan nya mbak Nada lagi sakit?"tanya Vania.


"Nada sakit?kamu tau dari mana...?"bukannya menjawab,barra malah balik bertanya pada Vania.


"Mbak lisa ngasih tau aku.katanya mbak Nada sakit.tadi dia juga ga ke toko."jawab Vania.

__ADS_1


"Aku ga tau.aku belum pulang ke rumah sejak kemarin.jadi ga tau kalau Nada sakit."jawab barra enteng.


"Jadi semaleman mas barra ga pulang.kalau begitu mbak nada sakit bukan karena tahu hubunganku dengan mas barra."batin Vania.


"trus mas mau ajak aku ke mana,bukannya temenin mbak nada di rumah.."tanya Vania.


"Aku laper,kita makan dulu.dari tadi siang aku belum makan.nungguin kamu keluar toko lama banget...nanti aja aku ketemu nada nya."jawab barra.


"Ga bisa gitu dong mas...eh,"ucapan Vania terpotong karena tiba tiba barra menutup mulutnya dengan telunjuknya.


"Hallo san..ini gue Barra.tolong ke rumah gue bentar ya.istri gue lagi sakit.soalnya gue masih sibuk banget,jadi ga bisa anterin dia periksa."barra menelepon salah satu dokter kenalannya.lalu memasukkan hp nya lagi ke saku nya.

__ADS_1


"Beres kan...udah ada dokter yang memeriksanya.jadi kita mau makan di mana?"ucap barra melirik ke arah vania.


"terserah..."Vania cemberut.tak mengerti tingkah barra.bisa bisanya ninggalin istrinya pas lagi sakit.Barra hanya tersenyum melirik wajah cemberut Vania dari spion nya.


"Kamu tenang aja,selesai makan nanti aku pulang buat lihat keadaannya nada.aku laper banget sekarang,aku udah nungguin kamu di depan toko sejak tadi sebelum jam makan siang..tapi kamu ga keluar keluar."ucap barra.


Vania kaget.jadi barra menunggunya sejak jam makan siang sampai jam nya Vania pulang?lama banget...


"Maaf ya mas..kenapa musti nungguin aku sih.tadi kerjaan aku banyak banget.jadi aku ga keluar untuk makan siang."ucap Vania.


"Gimana aku ga nunggu kamu Van..di kantor aku juga ga bisa kerja gara gara kefikiran kamu.jadi aku betah betahin deh 6 jam di dalam mobil."Barra terkekeh,tak percaya dia bisa menunggu Vania selama itu.padahal Barra biasanya tak pernah mau menunggu seseorang.

__ADS_1


setelah cukup lama mengobrol,barra membelokkan mobilnya berhenti di sebuah rumah makan.


"kita makan disini saja.yuk turun..."ucap barra sambil membuka pintu mobilnya.Vania hanya mengangguk sambil mengikuti di belakang nya.


__ADS_2