
vania menanti di kursi tempat duduk dengan rasa cemas...sejak kemarin vania menghubungi nomor barra namun tidak aktif.nomor itu selalu sedang berada di luar jangkauan.membuat vania mencemaskan kekasihnya tersebut.
"tok tok tok..."tiba tiba pintu kost vania diketuk seseorang.
vania langsung terbelalak tak percaya dengan sosok pria yang kini ada di hadapannya itu.dia hanya berdiri mematung dengan perasaan rindu,senang yang tak bisa diungkapkan.
"kirain bakal dapat sambutan pelukan.sukur sukur di cium.eh ini malah dilihatin doang ga disuruh masuk lagi..."ucap bara kepada vania yang menyadarkan lamunan nya.
"kamu kapan dateng mas,bukannya kamu bilang masih 2 hari lagi kamu pulang ke Indo?"vania bertanya pada barra karena terkejut dengan kepulangan kekasihnya itu yang tiba tiba.
"niatnya sih mau ngasih kejutan ke kamu,tapi kayaknya kamu ga terkejut yah..masa pacar dateng malah di diemin di luar pintu kaya gini."barra langsung memeluk tubuh vania.tanpa disuruh oleh vania,barra langsung mengajak vania masuk ke dalam kost nya.
barra kembali memeluk erat.membenamkan wajah vania ke dalam dadanya,membuat gadis itu hampir tak bisa bernafas..
"aku kangen banget sama kamu sayang..aku seneng banget bisa pulang dan kembali lagi ke indonesia."barra semakin mengeratkan pelukan nya ke tubuh vania.
__ADS_1
vania juga merasakan kerinduan yang teramat dalam pada pria pujaannya itu.dibiarkannya pria itu memeluknya erat meskipun dia juga merasa sedikit sesak karena pelukan barra yang terlalu erat.namun ia tak mencoba melepaskan pelukan barra,justru dia membalas pelukan kekasihnya itu.karena ia tahu,,rindu yang mereka pendam selama satu tahun lebih sudah terobati...
"aku buatin minum dulu mas..."vania menuju ke dapur membiarkan barra duduk sendirian di kursi kost nya.barra mengamati wanita yang dicintainya dengan seksama saat ia sedang membuatkan minuman untuk barra.
"dia semakin cantik saja,hidung yang mancung...bibir berwarna merah muda,wajah yang cantik meskipun saat itu vania tak memakai make up sama sekali.namun justru itulah yang membuat barra semakin menggilainya.apalagi saat barra memandang senyum vania,senyum itulah yang selalu ia rindukan."dalam hati barra merasa jantungnya berdegup sangat kencang...saat ia memandang wajah gadisnya itu.
barra mengamati lagi vania yang masih sibuk menyiapkannya minuman,,gadis itu terlihat lebih menggoda,tubuhnya lebih berisi namun tak terlalu gemuk.ideal untuk seorang wanita,rambutnya yang lurus dan tergerai indah dengan harum yang membuat barra selalu merindukan wangi itu.entah shampoo atau parfum apa yang digunakan oleh vania,tapi yang jelas.saat barra di dekatnya,rambutnya selalu wangi.membuatnya susah untuk melupakan bau khas vania...
tiba tiba barra tak bisa menahan rasa rindunya.dari belakang dia memeluk vania yang sibuk menyiapkan minuman,membuat gadis itu kaget karena pelukan tiba tiba dari barra.
diciuminya rambut dan tengkuk vania membuat gadis itu merasakan perasaan aneh di dalam hatinya.entah sensasi apa yang ia rasakan,jantungnya berdebar semakin cepat.dia hanya berharap agar orang yang memeluknya saat ini tak mendengar degup jantungnya yang kian berpacu.
barra membalikkan tubuh vania menghadap ke arahnya.dilihatnya wajah wanita itu,wajahnya tertunduk malu dengan pipi memerah.barra tak bisa menahannya lagi,dia mendaratkan ciuman di bibir vania yang sudah sangat menggodanya.bibir merah muda yang selalu basah...barra mengecup bibir itu dengan mesra,tak ada penolakan dari vania.justru si pemilik bibir itu membalas kecupan barra.sesekali lidah mereka saling beradu.saling menggigit bibir masing masing.vania memejamkan matanya,menikmati ciuman yang sudah lama tak dirasakannya..begitu sebaliknya dengan barra..nafas barra kian memburu.dia melepaskan ciuman nya dari bibir vania.
udahan sayang,aku takut ga kuat..lalu mencium kening kekasihnya itu.
__ADS_1
barra lalu kembali lagi ke kursinya dengan nafas terengah engah.vania yang mulai bisa mengontrol emosinya segera membawa minuman ke tempat barra duduk.
tanpa disuruh ,barra segera meminum es teh yang disiapkan vania.
"wah...seger banget sayang.kamu tahu gak,aku dari bandara langsung kesini.aku udah ga sabar buat nemuin kamu.jadi aku capek banget..."barra merebahkan punggungnya di kursi yang didudukinya.
"kasihan banget sih kamu mas,,kan kamu bisa istirahat dulu.kesininya bisa entar sorean dikit."ucap vania iba melihat wajah lelah barra.
"aku udah ga sabar pengen ketemu kamu.lagian ngapain di rumah,ga ada orang.cuma ada pembantu.mama sama papa juga baru besok sampai indonesia.mending istirahat di kost kamu,ditemenin bidadari cantik.sukur sukur dapat "hadiah".senyum barra sedikit nakal.
"apaan sih mas."wajah vania memerah karena malu.ia tak menyangka barra nya akan berubah sedikit lebih berani,tidak seperti dulu saat barra belum kuliah di amerika.
"temenin aku makan di luar yuk."ajak barra sambil menggandeng tangan vania untuk mengajaknya makan di luar.
vania menerima ajakan kekasihnya,sebelum pergi ia tak lupa mengunci kamar kost nya.
__ADS_1
mobil alphard warna hitam itu melaju meninggalkan kost vania,,di dalam mobil,barra tak pernah melepaskan tangannya dari tangan vania.sesekali ia melirik wajah vania yang membuat gadis itu merasa malu.vania tersenyum bahagia.
"barra ku telah kembali..."batin nya.