
barra melajukan mobil nya di jalanan yang cukup lumayan sepi.tiba tiba dia terpaksa berhenti,nampaknya di depan sedang terjadi kecelakaan sehingga menimbulkan kemacetan di jalan.
barra keluar dari mobil nya,melihat apa yang sedang terjadi.
nampak sebuah sepeda motor tergeletak di pinggir jalan.bagian depan motor tersebut sudah hancur,barra mencoba mendekati sesosok wanita yang tergeletak di jalan.sudah banyak orang yang mengerumuni nya.barra mencoba menyibak kerumunan,melihat sosok wanita itu dari dekat.
"vania"barra nampak kaget melihat wajah wanita yang tergeletak tak sadarkan diri tersebut.barra langsung mendekat ke arah wanita itu,segera di angkat nya tubuh vania ke dalam mobil ambulance yang baru saja datang.di dalam mobil,barra melihat tubuh vania yang penuh luka karena kecelakaan tadi.bagian kepalanya terus mengeluarkan darah.
barra menggenggam tangan vania dengan erat.berharap wanita itu baik baij saja,,
"buka matamu van...aku disini.akan aku pastikan kau akan baik baik saja."ucap barra pada vania.
__ADS_1
perlahan vania membuka matanya pelan.dilihatnya sosok laki laki yang duduk di depan nya dan menggenggam erat tangan nya itu.
"sakit mas..."ucap vania lirih.
"di mana yang sakit sayang...sabarlah kita akan segera sampai ke rumah sakit."ucap barra semakin cemas.
vania mengangguk.dia tersenyum ke arah barra,senyum yang sudah lama ingin barra lihat.senyum yang ia rindukan selama 4 tahun ini.lalu tiba tiba vania memejamkan matanya kembali.gadis itu melepaskan pegangan tangan barra.barra mengguncang tubuh gadis itu.
"vania...."
barra terbangun.nafasnya tersengal tak beraturan.keringat membasahi dahi nya.dilihatnya ruangan di sekeliling,"syukurlah...ternyata hanya mimpi."gumam nya pelan.ternyata barra tertidur di sofa ruang tamu.mungkin karena terlalu lelah atau karena menyimpan perasaan rindu yang teramat sangat sehingga barra memimpikan gadis itu.
__ADS_1
barra segera menuju ke arah dapur,dibukanya kulkas lalu diambilnya sebotol air dan ditengguknya dengan cepat hingga hampir habis.
barra berjalan menaiki tangga menuju kamarnya,dilihatnya jam dinding.pukul 1 malam,dilihatnya ranjang di kamarnya.masih kosong."mungkin nada belum pulang"gumam nya.entah untuk menghindari barra atau karena kesibukan nya,akhir akhir ini nada memang jarang berada di rumah.bahkan terkadang dia pulang pukul 3 pagi.
barra tak pernah bertanya ke mana istrinya itu pergi setiap malam,toh dia juga tidak perduli.meskipun status nada sebagai istrinya,namun barra tak pernah mempunyai perasaan apapun pada wanita itu.dia tak pernah mencampuri apa yang dilakukan nada di luar sana,atau dengan siapa dia bergaul.
barra lalu merebahkan tubuhnya di kasur.matanya masih terjaga,dia membayangkan mimpinya barusan."semoga kau baik baik saja disana vania."gumam nya.
"ah bodoh!kenapa aku masih memikirkan gadis itu.kenapa aku masih mencemaskan nya.sudah jelas jelas dia berselingkuh di belakangku."ucap barra kesal.namun entah kenapa dia juga sangat merindukan gadis itu.merindukan senyuman nya,merindukan tawa nya,merindukan semua yang ada pada gadis itu.
"ah sudahlah,kenapa aku memikirkan nya.lebih baik aku tidur karena besok pagi aku harus bekerja."gumam nya sambil menarik selimutnya hingga ke dada.dia mulai terlelap...
__ADS_1