
vania naik sebuah mobil dengan dua orang pengawal yang menjaganya.
"nampaknya hari ini kau akan merasa senang.pria yang akan kau layani sudah membayar mahal untuk kau temani.jadi bersikaplah baik padanya.jangan kau buat pelanggan kita merasa kecewa."ucap salah satu pria di dalam mobil tersebut
vania hanya diam tak menjawab.sampai akhirnya mobil itu berhenti di depan sebuah hotel mewah.vania keluar dengan didampingi dua penjaga yang mendampinginya.sesampainya di depan kamar hotel yang sudah dijanjikan,vania segera masuk ke dalam kamar hotel itu dan penjaga menjaganya di luar kamar.
di dalam kamar,vania tak menemukan pria yang sudah membayarnya malam ini.terdengar suara kran air dalam kamar mandi."mungkin dia sedang mandi."batin nya.
vania segera duduk di kursi di dalam ruangan itu,dadanya berdegup kencang.entah sosok pria seperti apa yang akan diminta untuk ia temani malam ini.alangkah kagetnya vania begitu pria itu keluar dari kamar mandi.
"mas barra...."ucap vania kaget.air matanya tiba tiba saja tumpah dan mulai mengalir membasahi pipinya.
__ADS_1
vania segera berlari.dipeluknya pria yang sangat ia cintai dan ia rindukan itu."aku akan selamat."batin vania.
namun di luar dugaan nya,barra melemparkan tubuh vania kasar ke atas ranjang nya.barra mendekati vania dengan wajah penuh amarah.di pegangnya lengan vania secara kasar.
"jadi beginilah kau yang sebenarnya.dasar wanita jalan*.tak kusangka kau begitu murah*n."ucap barra dengan matanya yang melotot.
deg...vania merasa kaget.tak pernah terbayangkan olehnya barra akan berkata begitu kasar padanya.hatinya terasa sakit.
"mas barra,ini tidak seperti yang kau bayangkan mas...aku akan jelaskan semuanya.aku..."ucap vania mencoba menjelaskan...
"kenapa kau menangis hah...!bukannya ini yang kau inginkan,lagipula aku sudah membayar mahal untuk bisa menikmati tu**hmu malam ini."ucap barra sambil tangannya mencoba melepaskan paksa pakaian dalam vania.vania hanya bisa menangis dan berteriak.di dorongnya tubuh barra sekuat tenaga sehingga barra hampir saja terjatuh.
__ADS_1
barra yang mendapat penolakan dari vania segera bangkit dan meraih tubuh vania yang setengah telanjang itu.diraihnya tubuh vania dan di tindihnya di atas kasur.barra mendekatkan wajahnya ke wajah vania hendak mencium bibirnya.namun vania memberontak dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
"lepaskan aku mas..kumohon jangan lakukan ini padaku."ucap vania dengan terisak.
"kenapa..?kau bisa melayani mereka..tapi kenapa tidak denganku?"ucap barra kesal.sementara vania masih terus menangis dan memohon agar barra tak melakukan itu padanya.
barra pun melepaskan pegangannya dari tubuh vania.barra terduduk di ranjang kamar tersebut.vania segera meraih selimut untuk menutupi tubuhnya yang setengah telanjang.dia menangis sejadi jadinya.
"kenapa kau lakukan ini padaku vania.kenapa...aku sangat percaya padamu.aku sangat mencintaimu."ucap barra.
dia segera bangkit dan menuju kamar mandi.sementara vania masih saja terisak di atas kasur.
__ADS_1
"pakai ini..mulai sekarang hubungan kita berakhir."ucap barra sambil melempar jas ke atas kasur.
barra keluar dari kamar itu dengan hatinya yang hancur berkeping keping....barra menitikkan air matanya dan keluar meninggalkan vania sendirian di kamar itu.