
pagi mulai menjelang..vania menggeliat di atas tempat tidur dan perlahan lahan membuka ke dua matanya.Vania mengerjap ngerjap matanya melihat sosok pria yang sedang memeluknya saat ini.
"Ya Tuhan,jadi yang semalam benar benar terjadi."gumam nya sambil melihat sosok barra yang masih terlelap tidur di ranjang kasur nya.
Vania menyesali dirinya sendiri.kenapa tadi malam dia menerima ajakan Barra untuk melakukan hubungan badan.entah karena Vania mencintai pria itu,sehingga dia tidak bisa menolak saat barra terus memaksanya.tapi Vania juga tidak tega melihat kondisi barra yang semalam yang terlihat begitu tersiksa karena obat perangsang yang diberikan oleh Nada.
sejenak Vania termenung di atas tempat tidur.mulai menangisi kebodohan nya semalam.bagaimanapun juga,meski barra adalah pria yang ia cintai..namun barra juga sudah sah menjadi suami orang lain.Hubungan nya dan barra adalah hubungan terlarang yang tidak semestinya terjadi.
Barra menggeliat,dia mulai mengucek matanya meyakinkan bahwa perempuan yang duduk di depan nya adalah Vania.di bibirnya tersungging sebuah senyuman.barra kemudian duduk di samping Vania.dilihatnya mata gadis itu terlihat memerah karena menangis.
"Van..kamu kenapa?kamu menyesal atas kejadian semalem?"tanya barra sambil mengelus rambut gadis itu.
"Yang kita lakuin salah mas...kita sudah melakukan dosa besar."ucap Vania semakin menangis.
__ADS_1
Barra tahu perasaan gadis itu.di peluknya tubuh Vania dari belakang.kepalanya bersandar di bahu Vania.
"aku tahu aku salah Van..tapi aku janji,aku akan bertanggung jawab sama perbuatanku semalam.aku akan nikahi kamu segera..."ucap barra yakin.
"tapi kamu masih suami sah mbak nada mas...bagaimana mungkin kamu bisa ngomong soal perceraian.jelas jelas itu dibenci sama Tuhan."vania tergelak,ditepiskan tangan barra yang mulai memeluknya.dia berusaha berdiri,tak percaya apa yang baru saja barra katakan.
"kamu udah berbuat satu kesalahan mas..anggap saja semalem adalah sebuah kesalahan.tapi tolong,jangan sakiti mbak nada lagi dengan meminta cerai.kita anggap semalam itu adalah yang pertama dan terakhir."ucap Vania mantap.
barra menarik tangan vania sehingga perempuan itu terduduk kembali.kali ini dipeluknya wanita itu semakin erat.barra menangis...
"aku tahu aku salah.sejak awal aku menikah dengan nada,aku tahu cintaku sudah dimiliki wanita lain.kufikir setelah menikahinya,cintaku akan tumbuh...namun tidak vania,selama aku menikahinya,aku tak pernah sekalipun memikirkan Nada.entah apa nama hubungan ini,tapi suami istri hanya sebuah status yang pada kenyataannya kami berdua tidak bisa memenuhi hak dan kewajiban kami masing masing."
"Aku cinta kamu Van..aku belum bisa lupain kamu.aku ga mau bohongi Nada terus terusan Van,aku juga ga mau berbuat dosa dengan berselingkuh di belakangnya.aku ga mau nyakitin dia Van,tapi aku juga ga bisa bohong pada diriku sendiri bahwa aku hanya cinta sama kamu."barra tertunduk..dada nya begitu sesak mengatakan semua ini pada gadis itu.
__ADS_1
"aku tahu.yang kita lakukan semalam adalah sebuah dosa.tapi bagiku itu adalah dosa termanis yang tak akan pernah aku sesali..aku akan nikahi kamu agar aku tak lagi terus terusan berbuat dosa van..andai aku pertahankan hubungan ku dengan Nada,aku juga akan berdosa karena menyimpan perasaan cinta pada wanita lain."barra menjelaskan perasaan nya saat ini.sementara vania hanya bisa terdiam..
"dengan atau tanpa persetujuanmu,aku akan tetap menceraikan Nada.entah nanti kau akan menerimaku atau membenciku,yang jelas aku akan merasa tenang karena memperjuangkan cintaku.aku yang salah karena aku tetap menikahinya meskipun aku tahu,hatiku bukan untuknya.tapi kini aku akan melepasnya dan berjuang untuk cintaku."barra bernafas lega,keputusan nya untuk menceraikan nada nampaknya memang sudah bulat.
Vania hanya terdiam memikirkan perkataan pria itu.memang perceraian adalah hal yang salah,tapi bertahan dengan seseorang yang tidak kita cintai justru akan saling menyakiti satu sama lain.
"seharusnya semalam kau tidak ke sini mas.."ucap vania lirih.
"Aku minta maaf Van,aku tahu aku salah..tapi saat nada memberiku obat itu,entah kenapa fikiranku hanya tertuju padamu.sungguh...aku tidak bisa melakukan nya dengan nada van,,padahal kesempatan itu terbuka lebar.tapi aku benar benar tidak bisa....maaf."barra menunduk dalam,menyesali kejadian semalam lagi..kenapa dia tidak bisa menahan diri lebih lama.mungkin karena obat itu,,,
bagaimanapun juga,mungkin kejadian semalam bukanlah hal pertama bagi vania.wanita itu bahkan pernah ditiduri oleh banyak pria sebelumnya.meskipun itu juga bukan karena keinginanya.dan barra,pria itu baru pertama kali melakukan hubungan itu.dan dia tidak menyesal karena vania lah wanita pertama yang merasakan tubuhnya.biarlah itu menjadi sebuah dosa.tapi bagi barra,itu dosa termanis yang ia lakukan.entah hal itu sama bagi vania atau tidak.
"aku pulang ya van..."ucap barra melihat vania yang masih terlihat murung.vania tak menjawab,dia hanya mengangguk pelan.
__ADS_1
"aku mencintaimu van,karena itu aku datang padamu semalam.jadi jangan kau fikir dirimu hanya pelampiasan karena pengaruh obat itu.jika aku mau,aku bisa saja melampiaskan hasratku semalam pada wanita manapun..."barra mengelus pipi vania pelan,menghapus air mata di pipinya.lalu mengecup keningnya dan segera memunguti pakaiannya yang tergeletak di lantai dan segera memakainya.lalu berlalu pergi dari kamar vania.
vania berfikir,memang benar apa yang barra katakan.jika dia mau,dia bisa tidur dengan wanita manapun.bahkan nada,istrinya itu tak akan menolak.tapi barra lebih memilih menemuinya.benarkah hal itu baru pertama kali barra lakukan sama seperti yang ia katakan?atau itu hanya ucapan manis barra saja.entahlah..vania bingung tentang hatinya saat ini.