Lembaran Baru

Lembaran Baru
LDR


__ADS_3

rindu itu berat,kamu tak akan kuat...biar aku saja. seperti kata dilan dan juga milea.mungkin itulah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan hubungan vania dan juga barra saat ini.


hubungan jarak jauh yogyakarta dan amerika memaksa mereka untuk bisa berkomunikasi hanya melalui handphone.sudah hampir satu setengah tahun semenjak mereka berdua jadian,selama itu pula mereka hanya melepas


rindu melalui panggilan video call atau via chat whatsapp saja.


namun di antara mereka saling menjaga kepercayaan masing masing dan tak ada rasa curiga apapun.vania selalu menceritakan apa yang dilakukan nya di kampus,begitupun juga dengan barra sehingga tak ada celah sedikitpun bagi keduanya untuk merasakan saling curiga.


"sayang...bangun,kamu ada kuliah pagi..."vania membaca whatsapp dari kekasihnya itu.


"udah bangun dari tadi sayang..nih aku mau berangkat.."balas vania.


"oke..hati hati ya honey...love you."balas barra lagi.

__ADS_1


melihat pesannya tak kunjung dibaca oleh kekasihnya itu,barra pun pergi ke kamar bersiap siap untuk tidur.


begitulah,,waktu di amerika menunjukkan malam hari.sedangkan di Indonesia pagi hari.


setelah mengikuti semua mata kuliah hari ini,vania bersiap siap untuk segera kembali ke kost nya.dia teringat sejak tadi pagi belum membuka kembali handphone nya.dibacanya pesan dari barra kekasihnya..sambil tersenyum,dia tahu barra pasti sedang kuliah sekarang.jadi vania tak mau mengganggunya..


"van,,pulang bareng yuk.biar aku antar."ajak zidan pada vania...


"aku naik bus aja zid,lagian kost nya deket juga."balas vania sopan.tak ingin zidan tersinggung.


zidan memang satu universitas seperti vania.namun dia berbeda fakultas...zidan mengambil jurusan hukum,berbeda dengan vania yang mengambil jurusan desain mode.


"gimana kabarnya barra?"tanya zidan membuka suara di dalam mobilnya..

__ADS_1


zidan tahu bahwa vania dan barra sudah jadian setelah lulus sma dan sedang menjalin hubungan LDR.namun begitu ia tak berniat menganggu atau merusak hubungan keduanya.baginya,mencintai vania tak perlu harus memilikinya.melihatnya merasa nyaman dan bahagia bersama orang yang ia cintai,itu lebih dari cukup.namun di dalam hatinya,dia masih mengharap cinta vania.itu karena dia belum bisa menemukan gadis seperti vania.jadi dia akan tetap menunggu vania putus dari barra. meskipun harapan itu tak pasti...


"barra baik..."jawab vania atas pertanyaan zidan.tak berapa lama handphone nya berbunyi...


vania meminta izin pada zidan untuk mengangkat telefon dari barra kekasihnya itu.zidan pun tak keberatan,,


"jadi liburan semester tahun ini,barra akan pulang?"tanya zidan setelah vania mematikan sambungan telefonnya dengan barra.


"hhmmm...dia libur 2 minggu,jadi dia akan pulang ke Indonesia.dia bilang juga akan mengenalkanku pada ke dua orang tuanya."jawab vania..


zidan melihat ada kecemasan di wajah vania.zidan tahu,vania pasti cemas karena barra ingin mengenalkannya pada kedua orang tuanya.bagaimanapun juga,status sosial diantara mereka berdua tidaklah sama.pasti akan tidak mudah pula bagi keluarga barra untuk menerima kehadiran vania..


zidan tak bertanya apapun lagi sama vania tentang hubungannya dengan barra.ia tak mau terlalu ikut campur terlalu jauh di antara hubungan mereka,biar mereka berdua yang menyelesaikan masalah di setiap hubungan mereka.dengan begitu zidan juga tahu sebesar apa cinta barra untuk membela dan mempertahankan vania di depan keluarganya.

__ADS_1


setelah mengantar vania sampai di depan kost nya,zidan langsung pamit pulang membiarkan vania beristirahat setelah seharian lelah berada di kampus.


vania langsung merebahkan tubuhnya di kasur,namun matanya tetap terjaga..hatinya merasa senang karena kerinduannya pada barra akan segera terobati,namun ia juga takut kalau keluarga barra akan menolak kehadirannya...


__ADS_2