
hari ini barra merasa khawatir.sudah hampir satu minggu nomor vania tidak aktif.vania juga tak pernah sekalipun menghubunginya untuk memberikan kabar.barra merasa cemas,apalagi mereka tidak sedang dalam keadaan bertengkar atau sedang dalam masalah.
"akan aku suruh seseorang menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi."batin barra.
sementara itu,di tempat yang berbeda,zidan juga merasakan hal yang sama.zidan merasa cemas karena semenjak vania melamar pekerjaan 6 hari yang lalu,dia tak pernah lagi memberi zidan kabar.nomornya sudah tidak aktif,bahkan vania tak pulang ke rumahnya."kemana kau sebernarnya vania,aku sangat mencemaskan mu."batin zidan.
barra yang mendapat pesan dari seseorang terlihat nampak terkejut dengan wajah yang pucat dan penuh kemarahan.."aku tak bisa menunda nya lagi.aku harus pulang sekarang."batin barra.
sementara di tempat pela**ran,vania nampak menangis di depan meja riasnya..sudah seminggu ini dia dipaksa untuk melayani laki laki hidung belang yang datang di tempat itu.vania selalu menolak,memberontak.namun semua sia sia,karena ada dua orang penjaga yang akan selalu mengawal dan mengawasi ke mana ia pergi.untuk kabur dari tempat terkutuk ini pun rasanya tak akan mungkin bagi vania.
__ADS_1
vania yang dulu enggan untuk minum dan merokok,kini setiap hari dia dijejali paksa dengan minuman keras serta rokok.pakaian minim dan make up tebal sudah terbiasa ia gunakan.meskipun dalam hatinya yang terdalam dia ingin lepas dari semua ini,tapi setiap kali ia berusaha untuk kabur,maka penjaga akan mengejarnya dan vania akan dihukum cambuk atas semua tindakan nya itu.vania sempat ingin mengakhiri hidupnya,tapi cintanya pada barra membuatnya mengurungkan niatnya itu.dia percaya barra akan menyelamatkan dirinya suatu saat nanti...
hari ini vania merasa lelah,dalam semalam..sudah 4 pria yang tidur dengan nya.tiba tiba terdengar suara pintu kamarnya terbuka,
"ayo siap siap.aku akan membawamu ke suatu tempat.hari ini akan ada seseorang yang menghabiskan waktunya untuk tidur bersamamu."ucap seorang pria yang berbadan kekar yang berdiri menatap vania tajam.
"aku lelah,aku ingin beristirahat."jawab vania singkat.
sebuah tamparan mendarat di pipi vania,pipinya kini berubah menjadi merah.pria itu mendekati vania,dia merobek bagian lengan baju vania dan hendak melucuti pakaian nya.
__ADS_1
"kalau kau tidak mau berganti baju.maka aku yang akan memakaikanmu baju."kata pria itu dengan kasar pada vania.
"tidak...kumohon jangan,,akan aku lakukan perintahmu..tolong lepaskan aku.aku bisa melakukannya sendiri."ucap vania sambil menangis.
pria itu akhirnya melepaskan pegangannya pada vania.
"andai dari tadi kau mau menurut,pasti kau tak akan menerima pukulan dariku.ayo bersiap siap cepat.aku akan menunggumu di depan pintu."kata pria itu sambil meninggalkan vania yang masih menangis di kamarnya.
vania segera beranjak untuk mengganti bajunya,dibukanya lemari baju..dari sekian banyak baju yang disediakan disana,tak satupun baju yang membuatnya terlihat sebagai wanita baik baik.hanya ada baju terbuka yang menampilkan lekuk tubuhnya,bahkan ada beberapa baju yang jika mengenakannya pun terasa seakan tak berpakaian karena saking sexy nya.
__ADS_1
vania asal mengambil baju di lemari,diraih nya baju itu dan diapakainya.meskipun sebenarnya dia sama sekali tak nyaman memakai baju itu.vania duduk di depan meja riasnya dan memulai merias wajahnya.bila dirasa riasannya tak sesuai keinginan pelanggan,maka dengan paksa vania akan dirias ulang oleh penjaga di luar sana.daripada itu terjadi,mau tak mau vania merias wajahnya sedemikian rupa.."ini bukanlah diriku."batin nya.