
"tok tok tok..."terdengar suara pintu diketuk.
vania segera beranjak ke arah pintu,dan membukanya dengan hati hati.
"eh,mas Barra...silahkan masuk mas."Vania mempersilahkan Barra masuk.agak terkaget karena ia hanya mengenakan baju tidur tanpa memakai kerudungnya.Vania lalu kembali menutup pintu rumahnya.
"duduk mas..biar aku buatin minum."Vania hendak beranjak.namun Barra menggenggam pergelangan tangan nya kuat.
Dilihatnya wajah barra.nafasnya memburu,terengah engah.dengan raut wajah dan mata memerah yang tidak bisa di artikan.tatapan matanya terlihat sayu.bukan seperti Barra yang biasanya.
"jangan pergi ke mana mana van..aku butuh kamu di sini."bujuk Barra pada Vania.Vania pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke dapur membuatkan Barra minuman.
"kamu kenapa mas..malam malam kesini.apa ada masalah?"tanya Vania hati hati.
Barra tak menjawab.wajah pria itu tertunduk dengan nafas tak teratur.
__ADS_1
"mas...mmmh...."Vania tak melanjutkan pertanyaannya.tiba tiba bibir barra mengulum bibir Vania lembut,membuatnya kaget karena tiba tiba mendapat ciuman dari barra.
Vania tahu,hal ini tidak boleh terjadi.barra sudah menikah,dia sudah memiliki istri sekarang.di dorongnya tubuh Barra menjauh dari tubuhnya.
"Mas..kamu kenapa kaya gini."vania kembali bertanya.
namun bukannya menjawab,Barra justru mendekatkan bibirnya kembali ke bibir Vania.mengecap manis bibir wanita itu.sekali kali ******* dan menggigit kecil bibir bawahnya.membuat vania sedikit melenguh..
"aku dijebak sayang...mmmh...."barra menjawab pertanyaan vania sekilas.lalu kembali ******* bibir Vania semakin dalam.entah kenapa vania tak menolak ciuman itu.justru ia membuka mulutnya,membiarkan lidah barra membelit lidahnya hingga lidah mereka saling beradu.
"obat perangsang....Nada memberikan nya padaku..tolong jangan bertanya apa apa lagi sekarang Van..aku udah ga kuat banget."nafas barra semakin memburu.suaranya terdengar sangat berat..Vania tak percaya dengan yang diucapkan barra barusan."obat perangsang...buat apa?"batin nya.
barra sudah tak bisa menahan hasratnya lagi diciuminya kembali bibir vania secara brutal.tak lagi lembut seperti ciuman sebelumnya.lalu kini ciumannya turun hingga ke leher Vania,sesekali menggigit nya pelan.membuat tanda kepemilikan disana.
"mmh...mas..."nafas Vania terengah.tak tahu kenapa dia tak bisa menolak perlakuan barra padanya.fikirannya tak lagi jernih,tak lagi berfikir tentang barra yang sudah beristri.yang dia rasakan hanya kenikmatan yang kini ia rasakan saat barra menyentuhnya.mungkin karena rasa rindu yang dalam pada pria itu.atau karena keinginanya menolong barra..yang jelas keduanya sudah hanyut dalam hasrat yang penuh nafsu.
__ADS_1
Barra melepas kaos nya dan melemparnya ke lantai.tanpa persetujuan,barra langsung menggendong tubuh Vania ke ranjang kamarnya.dengan cekatan melepas pakaian tidur yang Vania kenakan saat itu.
kini terlihat tubuh polos Vania di depan barra.tubuh polos tanpa sehelai benang pun,barra tersenyum melihat tubuh wanita itu.diciumnya lagi bibir vania secara lembut.
"kamu cantik banget Van..aku kangen banget sama kamu."nafas barra terengah terdengar di telinga Vania.
wajah Vania memerah,entah kenapa bisikan dari barra membuat nya tersipu malu.entah sejak kapan barra sudah menanggalkan celananya.tubuhnya kini berada di atas Vania.
barra memainkan dua gundukan di dada vania cukup lama.memilin dan melumatnya,sesekali membuat tanda kiss mark disana.membuat vania melenguh kecil.
"mmh...mas barra...mhhh..."vania menggeliat.barra hanya tersenyum melihat wanitanya itu.
tanpa menunggu lama tubuh merekapun saling menyatu.semakin membuat hasrat keduanya semakin bertambah.Vania menerima setiap hentakan barra dengan lenguhan kecil yang tertahan.hingga tak terasa tubuh keduanya sama sama menegang.merasakan puncak kenikmatan di sana.
"ahhh...."barra mencium bibir vania bersamaan dengan jebolnya pertahanan barra di rahim wanita itu.
__ADS_1
tubuhnya direbahkan di samping wanita itu,dengan nafasnya yang terengah engah.keringat membasahi tubuh mereka berdua.vania memposisikan kepalanya di atas dada bidang barra,tangan nya memeluk tubuh pria itu.Barra mengusap rambut vania dengan lembut.membiarkan tubuh telanjang mereka yang hanya bertutupkan selimut.merekapun akhirnya tertidur karena kelelahan.