Lembaran Baru

Lembaran Baru
permohonan maaf


__ADS_3

"kita mau ke mana mas."ucap vania bertanya tanya karena arah ini bukanlah jalan ke kost nya.


"kita mampir dulu sebentar.masih ada yang ingin aku omongin sama kamu."barra menepikan mobilnya.menuju ke sebuah taman kota.


"ayo turun..."pinta barra.


"enggak mas,aku mau pulang sekarang."vania tak beranjak dari kursi nya.


barra segera mendekatkan wajahnya ke arah vania.


"k...kamu mau apa mas..."ucap vania terbata bata.pipinya merona merah.


"kenapa...kamu ga kangen sama aku."barra tersenyum nakal,tangan nya melepas seat belt di pinggang vania.


"ayo turun,,atau kamu mau kita bicara di dalam mobil saja."barra kembali menyeringai nakal.


"huft..."vania terpaksa membuka pintu mobil,segera bergegas turun.barra yang melihatnya hanya tersenyum kecil.


"ayo duduk."meraih tangan vania membawanya duduk di bangku taman itu.vania tak bisa berbuat apa apa.dia hanya menuruti perintah barra.


"mas mau ngomong apa.aku pengen cepat pulang mas..."ucap vania.


"van...(tersenyum)kenapa sepertinya kamu ga suka ketemu sama aku lagi?"barra menatap ke arah vania.wanita itu bisa memandang wajahnya meskipun terlihat samar samar karena penerangan yang minim di taman itu.

__ADS_1


"bukan gitu mas...aku..."ucapan vania terpotong.


"kamu masih marah sama aku van?"ucap barra lagi.kali ini tangannya menggenggam tangan vania.membuat jantung wanita itu berdetak semakin kencang.


"enggak kok mas...aku...gak marah sama kamu."jawaban vania terdengar lirih.dia mencoba mengatur nafas dan detak jantungnya yang tak beraturan dan terasa sesak.


"aku minta maaf sama kamu van..aku yang salah...."


"aku udah ketemu sama alexa,dia udah ngejelasin semuanya.dia juga meminta maaf sama kamu..."


"maafin aku van...aku yang udah bodoh ga percaya sama kamu.di saat saat sulit,seharusnya aku berada di sisimu...tapi aku justru meninggalkanmu sendirian."barra menatap mata vania lekat.penyesalan yang teramat sangat barra rasakan saat ini..karena kesalahannya,membuat dia harus kehilangan vania.wanita yang sangat dicintainya.


"mas..aku udah maafin kamu.bahkan sebelum kamu meminta maaf sama aku."vania tersenyum penuh ketulusan.


"aku memang marah dan menyesal dengan apa yang sudah terjadi,tapi aku yakin Tuhan punya rencana lain yang lebih baik buat aku."vania semakin menyunggingkan senyumnya.senyum yang tulus,membuat wajah wanita itu terlihat semakin cantik.senyum yang selalu barra rindukan..


"selamat atas pernikahanmu ya mas.maaf aku ga bisa kasih kado apa apa.tapi aku selalu doain yang terbaik buat kamu sama mbak nada."vania melanjutkan ucapannya.entah kenapa ucapan vania ini membuat dada barra sesak.


bagaimana dia bisa lupa,kalau kini dia sudah memiliki seorang istri.dan saat bersama vania,bahkan dia sama sekali tak memikirkan tentang wanita lain selain vania.


"aku dijodohkan sama nada van,pernikahan kami bukan atas dasar cinta."ucap barra lemah.hembusan nafas kasar ia hembuskan dengan nada sesal dari ucapannya


"sejauh yang aku ingat.hanya satu wanita yang aku cintai.dan perasaanku padanya belum berubah dari dulu sampai sekarang."barra menatap tajam ke arah vania.

__ADS_1


vania yang seakan tau siapa wanita yang barra maksud tertunduk mendengar jawaban barra.tak tahu harus sedih atau merasa senang mendengar jawaban pria itu.


"tapi bagaimanapun mbak nada sudah menjadi istri sah mu mas..kalian sah di mata negara dan agama."ucap vania sambil tersenyum.entah apa arti senyum nya ini.


"ya..kau benar van...tapi..."ucapan barra terpotong.dia menyesal karena dulu tak mempercayai vania,andai saja dia tidak terburu buru menerima perjodohannya dengan nada..


ah sudahlah,,,nasi sudah menjadi bubur.


"boleh aku minta nomor hp mu?"ucap barra pada vania.


vania bingung,apa yang harus ia lakukan.bagaimanapun juga,barra sudah menjadi suami orang lain.tidak baik kalau masih berhubungan dengan suami orang bukan?


barra merogoh tas yang dipegang vania.membuat wanita itu terkaget.setelah menemukan benda yang di cari barra segera mengetik angka dan menghubunginya,lalu hp barra pun berbunyi.


"nunggu kamu kelamaan sih van."barra tersenyum senang ke arah vania yang masih terlihat kaget atas tindakan barra barusan.


"ih..kamu ga berubah mas.suka nyuri kesempatan"vania tertawa sambil memukul dada bidang barra pelan.membuat keduanya lalu tertawa bersamaan.


"ya udah ayo aku antar pulang."ucap barra dijawab vania dengan anggukan.


mereka pun pergi meninggalkan taman itu menuju mobilnya,namun tanpa mereka tahu.bahwa sepasang mata mengamati tingkah mereka dengan kekesalan.


nada yang pada saat itu juga sedang berkencan dengan vicky tanpa sengaja melihat kedekatan vania dan juga barra.membuat hatinya terbakar api cemburu

__ADS_1


__ADS_2