Lembaran Baru

Lembaran Baru
salah faham


__ADS_3

Barra dan Vania hanya terdiam di dalam mobil tanpa berbicara sepatah kata pun.Hati Barra merasa sesak,entah kenapa Barra merasa cemburu melihat Vania bersama Zidan.dan Agnes?anak itu memanggilnya mama."Apakah Vania benar benar sudah menikah dengan Zidan dan mereka memiliki seorang anak?"batin Barra.


Barra menghentikan laju mobilnya di pinggir jalan.membuat Vania terkaget.


"Turun..."perintah Barra.Vania hanya memandang Barra,tak percaya kalau laki laki itu akan menurunkan nya di tepi jalan seperti ini.namun ia tak mau berkata apapun.Vania juga kesal dengan sikap Barra terhadap Zidan di restaurant tadi.segera Vania turun dari mobil nya.dan benar saja,Barra meninggalkannya di pinggir jalan begitu saja.


Barra melajukan mobilnya.sampai akhirnya dia merasa tindakan bodoh yang dilakukannya barusan."Bagaimana aku bisa menurunkan nya di pinggir jalan dalam keadaan malam begini.bodoh."batin barra.Barra mengacak rambutnya pelan.kenapa dia bisa bertindak sangat bodoh seperti itu hanya karena cemburu terhadap Vania.Barra lalu membelokkan mobilnya lagi.mencoba untuk mencari Vania di tempat tadi ia menurunkan nya.Dilihatnya gadis itu di kejauhan,Vania terduduk di sebuah bangku pinggir jalan.dengan wajah tertunduk dan nampaknya ia menangis.


Barra segera menghampirinya.rasa sesal menyelimuti fikirannya.bagaimana bisa dia melakukan hal bodoh seperti tadi.bagaimana kalau ada pria jahat yang menggoda Vania di tempat itu.


"Van..."Barra melihat Vania yang terlihat mengusap air matanya.


"Maafin aku Van...aku ga bermaksud meninggalkanmu di sini."Barra menggenggam erat tangan Vania yang hendak pergi menjauh.Wanita itu memberontak.tangannya terlepas dan dia segera berlari.Barra segera mengejar Vania.memeluk tubuh wanita itu ke dalam dekapan nya.Vania terisak semakin keras.

__ADS_1


"Maafin aku Van..Maaf...Aku cemburu tadi melihat Zidan...aku ga tahu kenapa tiba tiba aku merasa kesal dengan kalian berdua...maaf..."Ucap Barra masih mencoba menenangkan Vania yang meronta di dekapannya.


"Aku cemburu Van..aku merasa bodoh dan putus asa..aku ga menyangka kalau kamu dan Zidan sudah menikah dan punya anak."Lanjut Barra.


Vania semakin terisak.


"Kenapa kamu tak pernah percaya sama aku mas.kenapa kamu hanya percaya apa yang kamu lihat tanpa mendengar penjelasanku dulu."Ucap Vania lirih.


Deg...


"Agnes bukan anak ku mas..dia anak mas Zidan dengan Novi."Vania mulai bercerita.Barra hanya mendengar penjelasan dari wanita itu dengan serius.sesekali barra memijit keningnya.berfikir,betapa bodohnya dia langsung menyangka hal yang tidak tidak pada gadis yang dicintainya.


"Jadi Zidan sudah menikah,dan novi meninggal setelah melahirkan Agnes?"tanya Barra lagi.dijawab anggukan oleh Vania.

__ADS_1


Barra memeluk Vania semakin erat.menyesali perlakuannya tadi pada Vania.bagaimana dia bisa mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya.tidak percaya pada gadis itu...


Barra sangat menyesal."Maafin aku Van...aku yang salah.aku yang bodoh.kamu mau kan maafin aku?"Ucap Barra pelan.


Vania terdiam sesaat.ia lalu mengangguk dan tersenyum.membuat hati barra merasa lega.


"Kalau Agnes bisa memanggilmu mama.berarti dia juga harus memanggilku papa kan."Barra terkekeh..Vania kaget lalu mencubit perut pria itu pelan.


"Kan kamu bisa jadi mama nya.aku juga bisa dong jadi papa nya.kapan kapan kita jalan bertiga yah Van..tapi Zidan jangan diajak."Barra tersenyum nakal ke arah Vania.


"Itu sih mau nya kamu mas...belum tentu agnes nya mau."Jawab Vania cepat.


"Aku akan buat agnes manggil aku papa Van.kan aku bakalan nikahi mama nya ini."Sambil melirik Vania dengan wajahnya yang dibuat buat.

__ADS_1


Vania hanya tertawa melihat tingkah konyol Barra.


"Terserah kamu mas..."Jawab Vania akhirnya.tak mau berdebat lagi dengan Barra.


__ADS_2