
ujian telah berakhir..vania merasa sangat gugup.bagaimana tidak hari ini adalah batas waktu terakhir yang diberikan zidan untuknya.mau tidak mau,vania harus memberikan jawaban atas pertanyaan zidan seminggu yang lalu.ada sedikit ketakutan dalam diri vania,ia takut kalau apa yang dikatakannya akan menyakiti hati sahabatnya itu.namun hal itu tetap ia katakan karena vania merasa tak ingin zidan berharap lebih daripada yang vania rasakan terhadapnya.hanya sebatas sahabat,,tidak lebih...
raut kekecewaan terlihat di wajah zidan.vania merasa tidak enak hati terhadap sahabatnya itu.
"maafin aku ya zid,,,aku ga bisa membalas perasaanku terhadapmu karena yang kurasakan kepadamu hanya sebatas ikatan persahabatan saja.tidak lebih..."ucap vania hati hati.
"gak papa kok van,aku udah lega udah menyatakan perasaanku sama kamu.meskipun cintaku tak terbalas aku tak merasa marah padamu.tapi kita masih bisa berteman kan?"zidan menatap vania penuh harap.
vania mengangguk mengiyakan...meski ia tahu.akan ada perubahan sikap zidan padanya setelah ini,setelah ia tahu cintanya pada vania tak terbalas.namun vania yakin ini hanya sebentar,karena setelah lulus sekolah.vania berharap zidan akan bisa move on dan melupakannya.
"kamu sama barra jadian?"tanya zidan yang membuat vania kaget dengan pertanyaan zidan kali ini.
"kami cuma temenan kok zid..."jawab vania..
"aku lihat akhir akhir ini kalian semakin dekat.aku fikir kalian sudah pacaran,dan kau menolakku karena kau menyukainya."sambung zidan
"deg..." entah kenapa vania merasa jantungnya mau copot.memang akhir akhir ini barra dan vania menjadi semakin dekat.bahkan barra sering main ke rumahnya dengan alasan untuk belajar bersama.meskipun mereka belum jadian tapi vania juga tahu sebenarnya dalam hati vania ada ketertarikan pada barra.siapa sih yang ga kesengsem sama barra yang ganteng,meskipun kadang dingin.tapi juga baik,dan bisa berubah menjadi sangat cerewet dan penyayang..
tapi vania sadar,dirinya ga sebanding sama barra.makanya dia lebih memilih untuk menyembunyikan perasaannya.lagipula mungkin barra hanya menganggapnya sebatas teman saja.fikir vania...
"aku balik dulu van..makasih atas jawabannya.kamu gak usah ngerasa gak enak sama aku.aku gak papa kok..."ucap zidan meninggalkan vania..
vania tahu,zidan sangat kecewa.tapi apa boleh buat.lebih baik jujur meskipun itu sakit,,
tak terasa sebentar lagi hari kelulusan tiba.jika teman temannya yang lain sibuk mencari universitas favorit yang mereka inginkan.lain hanya dengan vania.karena keterbatasan ekonomi yang membuatnya harus memupus keinginannya untuk kuliah.mungkin dia akan mencari pekerjaan saja.fikirnya...
__ADS_1
"ada apa pak.bapak memanggil saya?" tanya vania pada seorang guru di kantornya.
guru itu mempersilahkan vania duduk dan memberikan kabar yang tidak dapat vania percaya.sebuah surat yang menyatakan bahwa vania mendapatkan beasiswa gratis untuk melanjutkan kuliah di universitas negeri favorit di yogyakarta.
vania memang gadis yang cerdas,dia selalu mendapatkan peringkat pertama sejak sd sampai sma.tak heran jika dengan mudah ia mendapat beasiswa dari universitas tersebut.
"terimakasih pak...terimakasih banyak."vania seakan tak percaya dengan apa yang didapatkannya.dia sangat senang akhirnya bisa meneruskan cita citanya..sudah sejak lama vania ingin menjadi seorang designer.membuka butik dengan brand namanya sendiri.vania memang suka menggambar baju baju meskipun masih asal gambar saja...namun ia yakin..jika ia kuliah,dia akan semakin mahir dalam menggambar sketsa baju bajunya.
namun ia masih ragu apakah harus menerima beasiswa itu atau tidak.vania tak tega meninggalkan ibunya yang hanya seorang diri di rumah tanpa ada siapapun menjaganya.memang solo- yogya tidak terlalu jauh.tapi bila vania benar benar kuliah disana,mau tak mau vania harus kost di yogya.karena tidak mungkin kalau harus setiap hari bolak balik solo-yogya.oleh sebab itu vania akan mendiskusikan hal itu pada ibunya terlebih dahulu.
ternyata ibu vania adalah seorang ibu yang pengertian.ia memaksa vania mengambil beasiswa itu agar vania bisa meneruskan dan menggapai cita citanya.
"tapi gimana dengan ibu disini?" kata vania sedih...
"udah ga usah fikirin ibu nak.ibu bisa jaga diri..kamu lanjutin aja cita cita kamu.lagipula yogya solo ga terlalu jauh.nanti kalau libur kan kamu bisa jenguk ibu disini."
hari kelulusan pun tiba...vania merasa sangat senang begitu juga dengan sahabat sahabatnya.meskipun mereka merasa sedih karena harus berpisah..adel akan ikut orang tuanya ke surabaya dan kuliah disana.begitu juga rossa.yang akan melanjutkan kuliah nya di jakarta.mereka mungkin akan sulit bertemu,,
sedangkan zidan.tanpa sepengetahuan vania ia akan mendaftar di universitas di yogyakarta sama seperti vania.zidan tahu meskipun vania menolaknya,tapi dia tak berhenti berharap untuk mendapatkan cinta vania.karena dia juga tahu bahwa vania dan barra belum jadian.bahkan menurutnya akan sangat mustahil barra jadian sama vania mengingat status mereka yang berbeda.
setelah wisuda kelulusan vania pulang diantar barra seperti biasanya.akhir akhir ini mereka memang terlihat semakin dekat,sikap barra yang dingin terhadap semua wanita.tapi bila dengan vania dia bersikap sangat berbeda.hal itu yang membuat alexa merasa semakin kesal,namun dia yakin kalau mereka tak akan bisa bersatu.
"kita berhenti dulu disini bentar,ada yang mau aku omongin sama kamu."barra menghentikan motornya di depan sebuah restaurant...menggandeng tangan vania untuk masuk ke sana.
selesai memesan makanan,barra mulai membuka obrolan yang nampaknya sangat serius..
__ADS_1
orang tua barra menyuruhnya melanjutkan kuliah di amerika.mau bagaimana lagi,barra tak bisa menentang kehendak orang tuanya.karena barra lah satu satunya anak mereka sekaligus ahli waris perusahaan dan aset aset milik keluarga pradipta.
"sebelum aku pergi,aku ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu vania.sebenarnya sudah lama aku merasakan hal ini.kekaguman kepadamu,dan entah sejak kapan rasa itu berubah menjadi cinta.aku ingin kau menjadi kekasihku..waktuku di indonesia memang tidak banyak.4 bulan setelah ini aku akan mulai ke amerika,dan mungkin akan kembali hanya pada saat liburan semester saja.jadi aku akan menyatakan perasaanku bahwa aku tertarik padamu.aku ingin menjadikanmu pacarku..tapi aku juga tak akan memaksamu karena aku tahu akan membuatmu merasakan pacaran LDR
tanpa ada aku di sisimu setiap waktu."barra menjelaskan pada vania akan perasannya.
vania merasa kaget dengan ungkapan cinta barra.ia tak menyangka barra juga memiliki ketertarikan padanya.vania mengira hanya dia yang menyukai barra dalam diam.namun ternyata barra juga mempunyai perasaan yang sama terhadapnya.
"tapi aku hanya gadis biasa barr,,kita ga sepadan..aku takut kalau kedua orang tuamu tidak setuju dengan hubungan kita.apa kamu yakin dengan memilihku sebagai kekasihmu?"
barra menggangguk mantap..baginya vania adalah gadis sempurna.ia tak memandang vania dari status sosialnya.namun dari hati dan sifat vania yang menurutnya berbeda dari gadis lain.
"jadi apa jawabanmu..vania."barra menunggu jawaban dari vania dengan tidak sabar.
vania berfikir..logikanya mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin karena mereka berbeda status.pasti akan sulit baginya untuk bersama.namun dari hati vania yang terdalam mengatakan lain..vania ingin bersama barra karena ia pun sangat mencintainya.
akhirnya vania pun bersedia menjadi kekasihnya.barra merasa sangat senang..sampai sampai hampir menumpahkan makanan yang dipesan yang baru saja datang.
"memang sejak kapan kau mulai menyukaiku?"tanya vania penasaran di sela makan mereka.
"sudah sejak kelas 2 aku mengagumimu.kau gadis yang mandiri.kuat,tapi aku tak mengatakannya..aku tak tahu bagaimana harus mengatakannya padamu.sedang kita tidak saling mengenal bahkan berbicara sepatah katapun sebelumnya.aku ga mau disangka orang gila yang tiba tiba ngomong suka ke kamu."jawab barra sambil tersenyum.
"ternyata sudah sejak lama dia menyukaiku.bahkan jauh sebelum aku menyukainya.pantas saja saat pertama dia menawariku naik motornya ke sekolah dia langsung tahu namaku.padahal kami beda kelas,,hal yang mustahil karena dia adalah seorang barra.pria yang jadi primadona di sekolahnya bisa menyukai gadis biasa saja sepertinya."batin vania
vania merasa sangat senang karena bukan hanya dia saja yang merasakan cinta.namun barra juga memiliki rasa yang sama.tapi vania juga merasa ada ketakutan dalam fikirannya.karena hanya tersisa waktu 4 bulan sebelum vania dan barra harus merasakan pacaran jarak jauh antara yogya amerika.belum lagi ketakutan antara keluarga barra yang kemungkinan besar tidak akan menerima vania karena statusnya....
__ADS_1
apakah vania dan barra akan kuat menjalani pacaran LDR nya?ataukah salah satu di antara mereka akan selingkuh?apakah keluarga barra akan menerima vania?
tunggu kelanjutannya di cerita selanjutnya...