Lembaran Baru

Lembaran Baru
hati hati mas....


__ADS_3

hari ini,barra bersiap siap untuk kembali ke amerika..sudah seminggu lebih ia berada di Indonesia,sebenarnya dia tidak tega meninggalkan vania yang masih dalam keadaan berkabung.tapi mau bagaimana lagi,dia tidak bisa terus terusan bolos kuliah..lagipula besuk vania juga harus kembali ke yogyakarta untuk melanjutkan kuliahnya juga.


"beneran nih yank..ga mau dianter?"tanya vania pada barra yang sedang sibuk mengemasi pakaian dan memasukkannya ke dalam kopernya.


"ga usah yank...gapapa kok.aku bisa berangkat sendiri ke bandara.kamu di rumah aja banyak banyakin istirahat,jangan sampe telat makan kaya kemaren kemaren...nanti asam lambungmu kumat lagi."jawab barra tanpa menoleh ke vania.tangannya sibuk memasukkan baju bajunya ke dalam koper.


"ya udah deh kalo gitu..."jawab vania agak sedikit kecewa.wajahnya cemberut sambil memanyunkan bibirnya...sebenarnya dia tak ingin barra cepat cepat balik ke amerika,tapi mau bagaimana lagi.besok vania juga harus kembali ke yogya untuk kuliah..


barra yang mengerti kalau vania merasa kesal segera menghentikan aktivitasnya.dia duduk di samping vania....di pegangnya tangan vania dan satu tangannya lagi meraih kepala vania,meletakkan di dadanya.


"aku sebenernya juga ga mau pergi yank..berat banget buat ninggalin kamu.tapi mai gimana lagi,,aku kan ga mungkin libur terus yank..lagipula besok kamu kan harus balik lagi ke yogya kan?"ucap barra memberikan penjelasan.


"hmmmm...."jawab vania pelan,,


sebenarnya barra mau mengantar vania ke yogyakarta sebelum dirinya berangkat.tapi mau gimana lagi,vania harus menunggu kedatangan keluarga yang mau ngontrak di rumah ibunya ini.rencananya mereka akan datang nanti sore,sedangkan barra harus ke bandara pagi hari.


vania dan barra sepakat tak menjual rumah ibu mereka,vania ingin rumah itu dikontrakkan saja agar tidak kosong dan ada yang setiap hari merawat dan membersihkan rumah itu.karena vania tak mungkin harus bolak balik solo yogya..


"besok kamu jam berapa berangkat ke yogya nya yank..."tanya barra sama vania.

__ADS_1


"pagi sih...tapi ga tau jam berapa nya..."jawab vania singkat.


"sorry y..aku ga anter kamu.."lanjut barra lagi..


"gapapa kok mas....tapi mas jangan lupa kabarin aku kalo udah sampe amerika."jawab vania...


"pasti yank...aku pasti akan langsung kabarin kamu setelah tiba disana.ngomong ngomong semingguan disini aku ga kamu kasih apa apa loh yank."ucap barra.


vania menoleh ke arah barra,dia mengernyitkan dahinya tak mengerti dengan apa yang barra maksud.


emang selama di sini,mungkin vania tak begitu memperhatikan barra..makanannya,keperluannya...tapi barra mengerti karena vania masih keadaan bersedih.jadi perhatiannya tak hanya fokus padanya...


"itu..."ucap barra sambil memonyongkan bibirnya...


"apaan sih mas..."jawab vania malu.pipinya langsung memerah karena merasa malu.


"boleh ga yank...?"tanya barra lagi...


vania tak menjawab.dia menutup matanya seakan akan memberikan izin pada barra untuk melakukan apa yang dia mau..

__ADS_1


barra tersenyum karena mendapatkan izin dari si pemilik bibir.dia mendekatkan wajahnya ke arah vania yang kini hanya berjarak beberapa senti dari bibir indah vania yang berwarna merah muda itu.hampir saja ia mengecup bibir sang kekasih...sebelum akhirnya bik siti masuk ke kamar barra yang pintunya terbuka itu secara tiba tiba.membuat barra dan vania kaget dan langsung menghentikan aksi mereka,,


"duh...bik siti datangnya ga tepat waktu nih."batin barra...dia berpura pura sibuk memberesi barang barangnya lagi yang sebenarnya sudah tertata rapi di dalam kopernya.sementara vania dengan muka memerah karena malu,seolah olah membantu barra mengingatkan jangan sampai ada barang yang tertinggal.


"anu mas...itu di depan ada mobil nyariin mas barra."ucap bik siti tak sadar kalau dia datang di waktu yang tak tepat..


"oh...itu pasti taksi yang aku pesan bik.mau anterin ke bandara..makasih ya bik..."ucap barra pada bik siti.


bik siti lalu pergi meninggalkan barra dan vania..


"aku berangkat ya yank..kamu hati hati disini.jangan telat makan."ucap barra...


"iya mas...kamu juga hati hati.jangan lupa ngabarin kalau sudah sampai."jawab vania...


barra lalu mengambil kopernya,sebelum beranjak dari kamar itu..dia mengecup bibir vania tanpa bertanya dulu padanya.dilumatnya bibir itu sambil sekali kali memainkan lidahnya di dalam mulut vania.vania membalas permainan lidah kekasihnya tersebut..sampai akhirnya barra menghentikan ciuman mereka..


"makasih ya yank...aku berangkat."ucap barra lagi sambil mencium kening vania.


vania mengangguk lalu mengantarkan barra ke depan rumahnya,hingga ia naik ke taksi dan pergi meninggalkan vania yang masih menatap kepergian nya.

__ADS_1


__ADS_2