Lembaran Baru

Lembaran Baru
rumah sakit


__ADS_3

sudah tiga hari vania terus terusan bersedih mengenang kepergian ibunya.barra yang melihatnya sampai merasa cemas..sudah berbagai cara untuk membuat vania merasa gembira.namun cara apapun tak pernah berhasil,vania tetap saja terlihat sedih.


hari ini,vania lagi lagi mogok makan.barra sudah membujuknya namun vania tak bergeming...wajahnya terlihat pucat.matanya terlihat bengkak karena terlalu banyak menangis dan kurang tidur.barra semakin khawatir melihat kekasihnya seperti itu...tiba tiba saja...


"mas...mas barra,,,''teriak bik siti dari arah kamar vania.


"ada apa bik..."jawab barra yang baru saja selesai mandi...


"vania demam mas.badannya panas banget..dia mengigau manggil ibunya terus."bik siti menjelaskan dengan rasa khawatir.


barra memegang kening vania.demamnya sangat tinggi.dengan segera barra membopong tubuh gadis itu masuk ke dalam mobilnya.


"tolong bik siti juga ikut ya bik..saya akan bawa vania ke rumah sakit."pinta barra pada bik siti...


"ba...baik mas..."jawab bik siti cepat sambil ikut masuk ke dalam mobilnya barra.


sesampainya di rumah sakit,dokter rayhan yang merupakan teman barra memeriksa keadaan vania.


"gimana keadaan cewek gue ray?"tanya barra cemas.


"dia perlu rawat inap barr..badannya lemes banget.demam nya juga tinggi..."jawab rayhan sambil memberi kode pada suster untuk segera memasang infus.


rayhan meminta barra mendaftar di ruang pendaftaran.rayhan menenangkan barra agar tak perlu cemas.karena vania hanya kekurangan cairan...sehingga membuatnya demam dan juga lemas.

__ADS_1


tentu saja,beberapa hari ini vania tak makan teratur.dia terlalu sedih sepeninggal ibunya.barra yang melihat keadaan vania juga ikut merasa sedih.dia tak ingin vania merasa sedih terus terusan.karena vania tak sendiri,masih ada dirinya yang akan selalu menjaga vania...


"nampaknya loe juga kurang sehat bar.."tanya rayhan...


"iya nih..beberapa hari ini aku emang kurang tidur."jawab barra singkat


rayhan memeriksa barra.ternyata suhu tubuhnya juga tinggi..dia juga demam..


sepulang dari amerika barra memang kurang istirahat.dia bahkan lupa makan karena vania juga tak mau makan...barra yang terlalu khawatir melihat kondisi vania tak menyadari kalau dirinya juga demam.


"duh,kalian emang sehati bar...ceweknya sakit.cowoknya juga sakit...udah kalian rawat inap barengan aja."ucap rayhan menyarankan agar barra juga mau dirawat.


barra pun mengangguk.dia juga tak mau sakitnya bertambah buruk sehingga dirinya nanti tak bisa menjaga vania.


barra meminta bik siti pulang saja.karena tak mau merepotkan bik siti,bagaimanapun juga barra tau suami bik siti pasti cemas karena tadi pergi ke rumah sakit tanpa pamitan lebih dulu..setelah memesankan taxi untuk bik siti,barra kembali lagi ke rumah sakit untuk dipasang alat infus.


beberapa jam kemudian vania tersadar.dia kaget karena di sebelahnya terdapat barra yang sedang memandanginya dengan tangan yang sedang di infus.


"aku kenapa mas?"tanya vania...


"kamu sakit.demam mu tinggi,aku bawa kamu kemari biar cepat sembuh."jawab barra..


"kok kamu juga di infus kaya aku mas?kamu juga sakit?"tanya vania lagi...

__ADS_1


"enggak lah..aku mana bisa sakit.aku tuh ga mau aja kamu ngerasain sakit ditusuk jarum infus sendirian.aku juga pengen ngerasain apa yang kamu rasa.jadi kamu jangan pernah berfikir kalau kamu sendirian sekarang..karena ada aku yang selalu ada buat kamu."barra memberikan alasan pada vania...karena tak mau vania merasa cemas.


"maafin aku mas...aku udah ngerepotin kamu...gara gara aku,kamu juga musti di infus kaya gitu..seharusnya kamu ga usah aneh aneh minta di infus segala mas.."ucap vania percaya omongan barra...


"habisnya kamu sih..selalu ngomong kalau kamu udah ga punya siapa siapa lagi.emang kamu ga ngerasa aku ini ada gitu..."ucap barra.


"sedih sih boleh yank..tapi kalau terus terusan bersedih itu juga ga baik buat kamu...buat kesehatan kamu,juga buat orang yang sayang sama kamu."barra memberikan pengertian pada vania.


vania mengangguk mengerti..mulai sekarang ia akan coba mengikhlaskan kepergian ibunya yang sudah tiada.bagaimanapun juga,itu sudah takdir yang harus terjadi..semua makhluk kelak juga akan kembali kepada Tuhan nya...


"makasih ya mas...aku janji sama kamu ga akan nangis lagi..aku akan voba mengikhlaskan kepergian ibu aku."ucap vania.


vania juga tak mau karena kesedihannya yang berlarut larut juga akan berdampak buruk bagi orang yang menyayanginya.


tiba tiba suster masuk ke dalam ruangan..memeriksa keadaan vania,lalu memeriksa barra..."hmmm...demam nya sudah turun..besuk pasti udah di boleh in pulang ama dokter reyhan."ucap suster itu pada vania dan barra.


"kenapa mas barra juga diperiksa sus..emang mas barra sakit?"selidik vania...


"iya mbak...cowok mbak ini demam seperti mbak.kok bisa ya,demamnya barengan gini..emang janjian?"suster bertanya sambil tersenyum.


vania melirik ke arah barra dengan tajam..barra yang tahu kebohongannya terbongkar hanya bisa nyengir dan menaik turunkan alisnya menggoda vania yang sedang cemberut..


namun bibir vania langsung tertawa melihat mimik wajah kekasihnya tersebut...

__ADS_1


"ada ada saja kamu mas..."batin vania.


barra lega karena bisa melihat lagi senyuman di wajah vania.


__ADS_2