
vania berjalan ke kamar mandi dengan rasa malas.entah apa yang akan terjadi di sekolah nanti.ia tak bisa bayangkan.bagaimana nanti pendapat alexa dan teman temannya yang lain bila melihatnya diantar barra...ah sudahlah,,,ia tak mau terlalu berfikir itu.
lagipula hari ini cuma sebentar dia di sekolah,karena cuma akan mengambil kartu ujian.dan jadwal ujian,,karena dua hari lagi akan ada ujian yang menentukan kelulusan vania juga teman temannya yang lain.
suara barra terdengar di depan rumahnya.vania keluar dan mendapati barra yang sedang ngobrol dengan ibunya.
vania lalu mencium tangan ibunya untuk berpamitan.begitupun dengan barra.vania naik ke atas motor barra dan pergi menuju sekolah.
"van,pinggang aku gatal.bisa minta tolong garukin."pinta barra pada vania,,
""hah...apa mas."vania pura pura tak mendengar kata kata barra.dia tak yakin dengan barusan yang barra katakan.
"pinggang aku gatal,bisa garukin.tanganku lagi megangin stang motor."ucap barra lagi,memberikan alasan.padahal bisa saja dia melakukan itu sendiri dengan melepas satu stang motor nya seperti kemarin.
vania tak tahu harus bagaimana,ia tak enak menolak permintaan tolong barra.mau tak mau ia mengarahkan tangannya ke pinggang barra untuk menggaruknya.dengan cepat tangan barra meraih tangan vania dan menggenggamnya erat..
"udah pegangan sini aja.daripada pegangan belakang motor."biar ga jatuh,,kata barra dengan menyunggingkan senyum di bibirnya..ternyata pinggang gatal cuma alasan barra saja.
vania tak bisa berfikir,jantungnya berdegup kencang tak beraturan.entah kenapa ia merasa seperti itu...pipinya memerah,ada rasa bingung,malu dan senang yang tak dapat ia artikan...vania hanya diam saja diperlakukan begitu oleh barra.berontak pasti juga percuma,,batin nya
di kelas,rossa dan adel pada heboh.menyambut kedatangan vania dengan perasaan senang dan penuh pertanyaan.tentu saja,kabar vania pulang dibonceng barra pasti sudah menyebar ke sekolahan.belum lagi tadi pagi,vania juga berangkat bareng dibonceng barra.
__ADS_1
"cie cie...ada yang lagi jatuh cinta nih ye...gimana van,apa elo dan barra udah jadian sampe sampe dia anterin kamu?"ucap rossa...
"apaan sih ros,,udah kelihatan banget kalo si vania lagi kasmaran.buktinya pipinya memerah..."adel menimpali pertanyaan rossa.
"apaan sih...udah ah jangan di bahas.lagian siapa yang pacaran,aku ama barra cuma temenan aja."vania mencoba mengelak pertanyaan sahabatnya itu.
zidan yang sedari tadi mengamati mereka merasa hatinya bergemuruh.entah kenapa ia merasa cemburu mendengar vania dan barra.
"van,tar pulang sekolah aku mau bicara sesuatu...bisa?"ucap zidan pada vania
zidan mencoba memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatinya pada vania yang telah ia simpan selama hampir 3 tahun.
"pokoknya hal penting.tar aja pulang sekolah kita bicara..berdua aja ya,ga usah ajak rossa ama adel.tar aku tunggu disitu."jawab zidan sambil menunjuk bangku di dekat lapangan sekolah.vania pun mengangguk mengiyakan.
"bar...maafin aku bar,,aku terlalu emosi kemarin.aku cemburu,aku cinta sama kamu barra.itu yang ngebuat aku jadi marah sama vania."alexa mencoba menjelaskan pada barra.
"udah lah lex,aku bosan sama tingkah konyol kamu.aku ga butuh penjelasan apapun.aku ga nyangka kami bisa ngelakuin hal serendah itu sama vania."ucap barra.
"konyol?aku konyol katamu...aku seperti itu karena aku terlalu mencintai kamu.kamu ga pantes dideketin sama cewek miskin itu barra.dia ga selevel sama kamu,dia juga biasa aja menurutku..ga cantik.cantikan juga aku barra."
"cukup al,berhenti kamu menghina vania di depan aku.bagaimanapun juga di mataku vania adalah gadis jujur,mandiri,kuat dan juga baik hati.meski ia tidak secantik wajahmu,namun hatinya bersih dan tulus.lagipula kau bukan siapa siapaku,jadi konyol saja jika kau marah hanya gara gara aku dekat dengan vania.kau sama sekali tak punya hak apapun atas diriku,apa yang boleh dan tak boleh aku lakukan.jadi berhentilah menyakiti vania atau kau akan menyesal jika kau berani macam macam padanya."ucapan barra penuh keseriusan.alexa tak pernah melihat mata barra yang seperti ini..sikap barra saat membela vania.tak pernah sekalipun barra bersikap seperti ini.barra yang selalu dingin dan tak banyak bicara...memang barra susah di tebak.apakah ia telah jatuh cinta pada seorang vania yang hanya gadis biasa di sekolahnya?
__ADS_1
bel sekolah berbunyi,hari ini siswa memang pulang lebih awal karena mereka hanya datang untuk mengambil kartu ujian dan jadwal ujian saja.
sekolah mulai terlihat sepi.hanya beberapa siswa yang masih berada di sekolah dengan guru juga staff yang berada di kantornya.
zidan menunggu di kursi panjang tempat ia dan vania berjanji ingin ketemuan.setelah vania datang zidan mempersilakan vania duduk di sampingnya.
"van,aku mau bicara sama kamu."zidan mulai membuka percakapan..
"sebenarnya sudah sejak lama aku suka sama kamu vania,,aku mencintaimu.sejak pertama kali melihatmu di sma ini,,perasaan ini sudah lama aku simpan.sebenarnya aku ingin mengungkapkan ini setelah ujian kelulusan ini,tapi aku tak bisa lagi menahan perasaanku padamu yang sudah sejak lama ingin aku ungkapkan."
"aku mengagumimu..karena kami adalah gadis yang mandiri dan kuat..aku tak memintamu untuk memberikan jawaban sekarang vania.tapi aku harap kau akan menjawab semua ini setelah ujian sekolah ini berakhir."
vania hanya terdiam.dia tak bisa berkata apa apa,zidan yang dianggapnya hanya sebagai teman ternyata menyimpan rasa padanya.vania terlalu bingung memikirkan kata kata zidan barusan.
"vania...ayo pulang bareng."teriak rossa dan adel dari kejauhan.
"aku pamit ya zid.."ucap vania
zidan mengangguk..."aku tunggu jawabanmu van...aku akan sabar menantimu."jawab zidan sebelum vania pergi.vania lalu pergi meninggalkan zidan dan menyusul rossa dan adel untuk pulang bersama.
tanpa zidan dan vania sadari.ada seseorang yang tanpa sengaja mendengar percakapan mereka.dia adalah barra....
__ADS_1