
"kue...kue....kue nya bu,masih anget."teriak vania menjajakan kue nya.begitulah vania,sepulang sekolah dia masih harus bekerja membantu ibunya berjualan kue keliling kompleks perkampungan.karena ibunya seorang janda,terpaksalah ibunya harus menjadi tulang punggung keluarga menggantikan ayah vania yang telah meninggal dunia.setiap hari,ibunya selalu membuat kue tradisional jajanan pasar yang akan dijajakan vania keliling kampung setelah vania pulang sekolah.selama vania berkeliling,ibunya akan di rumah menjadi buruh setrika baju membantu usaha laundry tetangganya.untung saja vania adalah anak yang baik.dia selalu membantu ibunya menjajakan kue tanpa rasa malu,dia berjualan kue dengan mengayuh sepeda mini nya.karena ia tidak memiliki mobil ataupun sepeda motor.itulah sebabnya vania selalu naik bus setiap ke sekolah.tidak seperti teman teman nya yang lain yang kebanyakan naik motor.
vania adalah gadis yang mandiri.selain membantu ibunya berjualan kue sepulang sekolah.dia juga menjadi reseller online baju dan juga jilbab.ya...vania memanfaatkan hp nya untuk kegiatan bermanfaat seperti menjadi reseller online.tanpa modal,ia hanya menawarkan produk jualan nya lewat hp.barang dagangan nya dia ambil dari tetangganya dan vania menjualnya dengan harga lebih agar ia mendapat keuntungan.terkadang vania juga masih membatu ibunya menyetrika baju pelanggan yang ibunya bawa pulang ke rumah.vania memang tak seperti remaja lainnya,mereka bisa bebas bermain setelah pulang sekolah.terkadang rasa iri menghinggap di fikirannya,tapi ia menepisnya dan menjadikan pekerjaannya sebagai baktinya kepada orang tua.ia sama sekali tak menyesal telah dilahirkan dari keluarga yang sederhana.
tiba tiba vania berhenti.ia memandang seseorang yang tak asing baginya."mas barra..."batin nya.
barra terlihat sedang berdiri di depan sebuah minimarket.nampaknya ia telah selesai membeli sesuatu dari dalam minimarket itu.saat barra hendak menaiki motornya meninggalkan mini market,teriakan seorang wanita memanggil namanya.
"mas barra..."teriak vania sambil mendekati barra.
"mas,makasih ya tadi pagi udah nganterin aku ke sekolah.maaf baru bisa bilang makasihnya sekarang soalnya tadi mau bilang di sekolah langsung keburu masuk kelas.mau bilang makasih pas pulang nya, eh mas barra nya sudah ga ada di sekolah."kata vania memberi alasan.
"hhmmm...."kata barra ketus.ia lalu menaiki motornya dan langsung pergi meninggalkan vania.
vania pun terbengong...ia tak percaya barra hanya menjawab ucapan terima kasihnya dengan begitu singkat dan langsung meninggalkannya begitu saja tanpa pamit.
"sombong banget sih..nyebelin banget.dingin banget jadi cowok."gumam vania dalam hati,,ia kesal dengan sikap barra barusan.padahal tadi pagi barra begitu ramah padanya saat ia menawarinya tebengan.
"mungkin dia malu sama orang orang karena dia ngobrol sama penjual kue."batin vania...
"ya udah deh,yang penting aku udah ngucapin makasih.jadi udah ga ngerasa hutang budi."lanjutnya....
"prak...."sepeda vania terjatuh.semua dagangan kuenya berserakan di jalanan.vania tersungkur di jalan dan kakinya berdarah...sebuah mobil berwarna hitam menabrak nya dari belakang.vania terkejut saat melihat wanita yang keluar dari mobil tersebut.
__ADS_1
wanita itu langsung memaki vania di jalanan tanpa berniat untuk menolongnya.salah satu di antaranya lalu mendekat ke arah vania dan mencengkeram lengannya secara kasar.
"ini baru awal pelajaran buat kamu.awas saja kalau kamu berani sekali lagi deketin barra ku.aku ga akan segan segan untuk memberi kamu pelajaran yang lebih dari ini."kata alexa mengancam vania yang membuat vania menangis.ia bukan menangis karena ancaman dari alexa,tapi ia menangis karena berfikir tentang dagangan kuenya yang berserakan di tanah.kue nya sebagian hancur dan kotor.ia membayangkan bagaimana kesedihan ibunya jika mengetahui hal ini.padahal baru beberapa kue yang laku.sehingga vania belum terlalu banyak mengumpulkan uang untuk modal membuat kue nya besok.
alexa dan nia masuk ke dalam mobil.ia lalu berlalu pergi meninggalkan vania di tepi jalan.saat itulah tanpa sengaja barra lewat dan melihat vania yang menangis di pinggir jalan.ia pun berhenti menepikan sepeda motornya.
"kamu nangis van?kenapa...?kok kue nya pada jatuh gini?"tanya barra
vania mengelap air mata yang jatuh di pipinya.mencoba menyembunyikan tangisnya agar tak dilihat barra.begitulah vania,dia selalu pandai menyembunyikan kesedihannya.dan tak pernah ingin orang lain mengetahui kesedihannya.
"tadi aku terjatuh...ga sengaja sepedaku terpeleset batu."jawab vania berbohong.
"ya udah sini aku bantuin berdiri."barra membantu vania dan sepedanya untuk berdiri di tempat yang lebih teduh.ia lalu memunguti kue vania yang masih utuh.dan menatanya di keranjang jualannya.
"nih cowok berkepribadian ganda apa gimana sih.kadang baik,kadang jutek dan dingin banget."batin vania
"kaki kamu luka van..masih bisa ngayuh sepeda?"tanya barra.
"m...mmmassih bisa kok mas,gak papa.aku masih bisa jalan kok."jawab vania..ia mencoba berdiri namun kaki nya terasa sakit dan sedikit terpincang...
"udah sini aku anter pulang."tawar barra yang tak tega melihat kaki vania yang terluka.
"ga usah mas,aku masih harus nerusin jualan aku.soalnya tadi kue nya masih banyak yang belum laku."
__ADS_1
"emang ga bisa dijual besok lagi kue nya?"tanya barra.
"aku takut kalau kuenya basi.ya udah ya mas..makasih udah bantuin aku,aku mau lanjut jualan kue dulu."vania pun pamit sama barra dan mencoba mengayuh sepedanya kembali.meski kakinya terasa sakit,namun ia mencoba menahan nya agar barra tak merasa kasihan padanya.
barra menatap vania yang pergi meninggalkannya.ia tahu benar bahwa vania menahan sakit di kakinya.itu terlihat dari wajahnya yang terlihat kesakitan,namun barra tahu vania tak akan mungkin mau dikasihani olehnya.
barra mengambil handphone di sakunya.ia menelepon seseorang.
"dit,entar ada cewek jualan kue jajan pasar di depan rumah loe naik sepeda.borong kue nya pakek alasan mau buat pengajian atau apa gitu.tar uangnya gue ganti."telepon barra pada radhit,saudaranya.ia menelepon radhit karena tau pasti vania akan melewati rumah saudaranya itu.
"hah...borong semua?ga salah loe bar..mau buat apa ngeborong kue banyak banyak?"tanya radhit...
"udah jangan banyak tanya..tar kalo udah loe hubungi gue.tar gue ke rumah loe buat gantiin uangnya."barra menutup sambungan teleponnya sebelum radhit bertanya lagi padanya.
radhit pun heran dengan sikap sepupunya itu.ia tak habis fikir,buat apa barra beli jajanan kue dari penjual keliling.ia tahu benar pasti mamanya barra akan lebih memilih membeli kue di toko yang terjamin kebersihannya di bandingin penjual keliling.bukan karena kue penjual keliling tidak bersih,tapi mama barra terlalu pemilih orang nya untuk membeli kue.ia tak mau membeli kue dari tempat sembarangan.
vania pun lewat,dan radhit memborong semua kue yang dijajakannya seperti permintaan barra.dengan alasan mau buat pengajian di rumahnya,agar vania tak merasa heran karena kue nya diborong.
vania pulang ke rumahnya dengan rasa senang karena kue nya laku semua.ia senang bisa membawa uang untuk modal ibunya berjualan kue besok,meskipun ada beberapa kue yang hancur karena ulah alexa.tapi vania tetap bersyukur karena Tuhan memberikan rezeki orang baik yang mau memborong semua kuenya.tanpa ia merasa curiga,bahwa barra lah yang ada di balik semua itu.
"nih kue nya.300 ribu."kata radhit sambil memberikan bungkusan plastik berisi kue ke barra."buat apaan sih beli kue sebanyak itu.loe makan sendiri ga mungkin.mama loe pasti ga mau makan kalau tahu dari penjual keliling.apa mau loe jual lagi?"tanya radhit.
"ada deh."jawab barra sambil meyerahkan uang 500 ribu ke radhit. "sisa uangnya ambil aja."lanjutnya sambil beranjak pergi dari rumah radhit.
__ADS_1
meninggalkan radhit dengan wajah penuh keheranan..