Lembaran Baru

Lembaran Baru
Vicky


__ADS_3

Barra merasa bagian bawahnya mulai menegang.dia berusaha menahan semua itu.namun rasanya pertahanannya hampir jebol.


"Aku ke toilet sebentar."ucap barra beranjak dari kursi nya.


"mau ku temenin mas?"Nada melirik barra nakal,namun barra melirik tajam ke arahnya.


"bercanda mas...jangan lama lama ya.aku nungguin kamu di sini."ucap nada sembari tersenyum.


Barra langsung meninggalkan nada,awalnya ia berniat pergi ke toilet.namun dia langsung berjalan ke arah parkiran,masuk ke mobil nya dan meninggalkan Nada di restaurant itu sendirian.


Nada menunggu Barra dengan wajah cemas..


"kok lama banget sih."gumamnya kemudian.lalu dia beranjak untuk menyusul Barra ke toilet.


belum juga sampai ke toilet,tangan nada di tarik oleh seseorang.


"Vicky..."pekik nya kaget.


"kok kamu bisa di sini."tanya Nada pada pria itu.


"aku pengen kamu jelasin sama aku nad..."sambil menarik tangan nada ke luar restaurant..menuju ke mobil nya.


Nada hanya menurut.fikirannya tak lagi tertuju pada Barra yang mungkin sedang mencarinya sekarang.


di sebuah kamar hotel...

__ADS_1


"kamu beneran hamil nad?"ucap Vicky sambil menggenggam bahu wanita di depan nya.


"jawab nad...dia anak aku kan?"Vicky setengah berteriak.membuat Nada merasa kaget.


"Bagaimana Vicky tahu tentang kehamilannya?ah sial..pasti dari dokter yang juga teman nya vicky tempat di mana Nada memeriksakan kandungan nya tempo hari."batin Nada.


Nada memberikan kecupan di bibir pria itu lembut.membuatnya merasa tenang.Nada tahu betul kelemahan Vicky,dia begitu mencintai wanita itu sehingga apapun yang wanita itu inginkan langsung dia turuti.meski hal tidak masuk akal sekalipun.


"iya sayang...ini bayi kita."Nada menjawab sambil mengelus pelan perutnya yang masih terlihat rata.


ada raut kebahagiaan di mata lelaki itu.


"ceraikan Barra Nad...aku akan menikahimu."ucap Vicky mantap.


deg...


"aku ga bisa sayang..kamu tahu kan ortu aku.mereka pasti ga setuju kalau aku bercerai."Nada mulai memberikan alasan.


"ortu kamu...?atau kamu Nad?"


"Kamu cinta sama Barra?"Vicky mulai bertanya yang membuat Nada bingung untuk menjawabnya.


Cinta sama Barra?apa iya dia cinta sama lelaki itu?lelaki yang tak pernah memberikan hak nya sebagai istri.apakah perasaannya pada barra adalah cinta atau hanya obsesi untuk memiliki pria itu.atau hanya kekaguman dan ketertarikan akan harta nya saja.ah,entahlah....


"Kenapa kamu diam..kamu beneran cinta sama pria itu Nad?"Vicky mulai memandang wajah Nadia lekat.menunggu jawaban dari wanita itu.

__ADS_1


"aku..aku ga cinta sama dia sayang...aku cinta nya sama kamu."ucap Nada bergetar.


"kalau gitu tinggalin Barra.aku akan bawa kamu pergi jauh bersama anak kita ini."ucap Vicky mantap.


"ga bisa gitu Vic...!aku ga bisa pergi sama kamu."ucap Nada.


"kenapa?kenapa ga bisa?"tanya vicky.


"ya pokoknya aku ga bisa...kamu jangan gini.jangan buat aku jadi bingung."Nada terduduk,lalu mulai menangis.


Vicky paling tidak bisa melihat wanita yang dicintainya itu menangis.apalagi sekarang kondisi nya sedang hamil.


"Kamu jangan nangis Nad...aku bisa lakuin apapun demi kamu.demi anak kita.tapi tolong,kamu ngertiin perasaanku Nad.aku ga bisa kamu giniin aku terus."Vicky mengelus punggung Nada pelan.


"aku yang akan mengalah Nad,aku akan pergi.menjauh dari kamu dan juga anak kita.dengan begitu kamu bisa bahagia sama Barra."ucap Vicky...


Nada kaget.dia semakin terisak.tak percaya dengan ucapan Vicky barusan.dia tak bisa menceraikan Barra,namun dia juga tak sanggup jika Vicky harus meninggalkannya.


"jangan pergi Vic...jangan tinggalin aku."ucap Nada mengiba.tangis nya semakin pecah.


"aku ga akan menemuimu lagi Nad..sudah cukup bagiku kau anggap aku sebagai pelarian.tapi kau tahu.aku akan selalu ada di sana jika kau ingin kembali.tentu setelah kau sah bercerai dengan Barra.aku akan menunggumu dan anak kita."vicky mengusap lembut pipi Nada.memberikan kecupan hangat di kening wanita itu.lalu pergi meninggalkan Nada yang semakin menangis menjadi jadi.


"berhenti Vic..."


"aku bilang berhenti...atau kau akan menyesal." nada berteriak ke arah pria itu.

__ADS_1


Vicky tak menoleh dan bergeming.dia terus saja berjalan meninggalkan Nada meski hatinya terasa sesak.air matanya pun mulai menangis.namun sekejap bibirnya mulai menyunggingkan senyuman.


"kalau kau benar benar mencintaiku,kau pasti akan mencariku Nad.dan aku akan selalu menantikan hari itu tiba."gumam nya.


__ADS_2