Lembaran Baru

Lembaran Baru
agnes


__ADS_3

"mama...mama...."gadis kecil itu berlari menuju ke arah vania.vania segera memeluk tubuh gadis itu.membawanya ke pelukannya dan menghujani pipinya dengan ciuman sampai pipi gadis kecil itu memerah.


"mari kita pulang..."kata zidan sambil tersenyum ke arah vania.vania mengangguk,mengikuti zidan di belakangnya.


"mau papa gendong...?"ucap zidan pada gadis kecil itu.namun dia malah menggeleng.


"aku mau digendong mama..aku kangen mama."sambil mengeratkan pelukannya di leher vania.


"iya sayang...ihhh...mama gemas sama kamu deh."sambil mencubit pipi gadis itu.merekapun masuk ke dalam mobil.


"gimana kerjamu.lancar?"tanya zidan pada vania.


"iya mas.hari ini alhamdulillah toko rame banget.kaki aku sampek pegel banget."sambil memijit kakinya.


"sini agnes pijitin mah..."kata gadis kecil itu sambil memijit kaki vania.


"makasih sayang.ih agnes baik banget...mau mijitin mamah."tertawa tergelak sambil menggelitiki tubuh gadis kecil itu.


zidan yang berada di depan hanya tersenyum memandangi agnes dan vanya dari kaca spion nya.


"kita makan dulu di sini."sambil memberhentikan mobilnya di sebuah restaurant.


vania pun turun,digendongnya agnes memasuki restaurant itu.


"agnes mau es krim..."teriak gadis itu kegirangan sambil menunjuk ke daftar menu.

__ADS_1


"iya sayang..mau rasa apa?"ucap vanya.


"cokelat...."sambil tersenyum.


"ditambah 1 es krim rasa cokelat ya mbak."ucap vanya pada pelayan di sebelahnya.pelayan itu mengangguk sambil berlalu dari meja vania dan zidan.


vania menatap agnes sambil tersenyum,di cubitnya pipi gadis itu dengan gemas.


"hati hati sayang."teriak vania sambil melihat gadis kecil itu bermain di tempat permainan anak yang disediakan oleh restaurant itu.


"apa kau baik baik saja."tanya zidan tiba tiba pada vania.


"hmmm..."jawab vania sambil terus memandangi agnes.


"ya mas..aku baik baik saja,sungguh....mas ga lihat,aku bekerja seperti biasa.aku hidup bahagia.ada kamu,ada agnes..aku ga kurang apapun."ucap vania meyakinkan.


zidan ragu."kamu sudah melihatnya kan."tanyanya lagi.


"lihat apa?"ucap vania meskipun sebenarnya sudah tahu apa yang dimaksud zidan.


"berita itu.pernikahan barra."ucap zidan pelan.


bagaimana vania tidak tahu,seluruh surat kabar,media online dan berita tv mengabarkan bahwa seorang barra pradipta telah menikah dengan gadis bernama nada.


vania mengangguk pelan...

__ADS_1


"lalu...?"tanya zidan lagi


"lalu apa?mereka sudah menikah.aku hanya bisa berharap mereka berdua hidup bahagia."ucap vania mantap.


"lalu bagaimana denganmu?"tanya zidan.


"aku?hahaha....aku sudah punya kau dan agnes kan.aku tak butuh apa apa lagi mas."ucap vania tegas.


"tapi kau butuh seorang pendamping."ucap zidan.


vania terdiam,ditatapnya wajah zidan dalam...lalu tersenyum.


"bagaimana aku bisa menikah,bila hatiku masih mencintainya mas."ucap vania datar,bibirnya mencoba tersenyum meski matanya terlihat berkaca kaca.


"tapi dia sudah tak mencintaimu lagi vania.dia juga sudah menikah dengan gadis lain."ucap zidan.


"lalu kenapa?aku bahagia dengan hidupku sekarang mas.lagipula kalau aku menikah,aku akan merasa bersalah karena menghianati suamiku karena menyimpan rasa cinta untuk pria lain."ucap vania tegas.


"lagipula.aku cukup merasa senang melihatnya sudah bahagia,meskipun bahagianya itu tak bersamaku."lanjut vania lagi,masih dengan tersenyum meski terlihat dipaksakan.


zidan mengangguk mengerti.digenggamnya tangan vania..


"kau akan baik baik saja.kau gadis yang kuat."ucap zidan sambil tersenyum.


"mama...mama..."agnes berlari mendekat pada vania dan juga zidan.melihat makanan yang mereka pesan sudah datang,akhirnya mereka menyantap makanan itu dengan gembira.

__ADS_1


__ADS_2