
"huek...huek...."nada segera berlari ke arah toilet.dia menumpahkan semua makanan yang masuk ke dalam perutnya.kepalanya terasa sedikit pusing.nada terduduk di pinggiran closet,di pijatnya tengkuknya pelan.tubuh nya terasa lemas..
*nada segera mengambil alat tespack yang ada di kantong nya.
"semoga hasilnya negatif Tuhan..."gumam nya pelan.sambil membuka testpack itu.
nada begitu terkejut,melihat dua garis di testpack itu.
"positif...aku hamil,,aku harus bagaimana?"batin nya sambil mencengkeram perutnya.
"tok tok tok....."terdengar pintu kamar mandi di ketuk dari luar.
"nada...kamu ga apa apa kan?"ucap barra di luar pintu.
"i...iya mas,sebentar lagi aku keluar."nada segera membuang test pack itu di kotak sampah dan bergegas keluar.
"kamu sakit...?"tanya barra khawatir melihat wajah pucat nada.
__ADS_1
"i...iya mas kaya nya aku masuk angin nih."jawab nada.
"ya udah kamu ga usah kerja dulu aja mendingan.kamu istirahat aja di sini.nanti aku telepon dokter buat ke sini periksa kamu."sambil merebahkan tubuh nada di kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"ga usah panggil dokter mas...aku ga apa apa kok,aku cuma butuh istirahat aja sebentar.nanti juga bakalan sembuh."jawab nada.
barra ragu,namun karena nada terus memaksanya untuk tidak memanggil dokter,akhirnya dia menurut.
"ya udah,kamu istirahat saja.aku akan menelepon orang di kantor sebentar untuk meminta izin tidak masuk kerja hari ini."ucap barra,sambil mengelus rambut nada.
********
suara musik terdengar sangat keras di sebuah klub malam.
nada mulai meminum hampir satu botol wisky yang ia pesan.
"sayang..jangan minum banyak banyak.nanti kamu mabuk..ini juga ga baik buat kesehatan kamu."ucap viky mengambil gelas dari tangan nada.
__ADS_1
"biarin aku minum satu gelas lagi bebz...aku lagi kesel banget sama barra."mencoba meraih gelas dari tangan vicky,namun vicky menahan nya.
"kesel kenapa sayang.kamu bisa ceritain semua ke aku.aku siap buat jadi tong sampah kamu.."vicky menatap wajah nada lekat,di sentuhnya pipi gadis itu.memberikannya sedikit ketenangan.
"barra ga pernah suka sama aku.dia ga cinta sama aku.bahkan setelah kami menikah,dia sama sekali enggak mau menyentuhku.padahal aku sangat cinta sama dia."nada bercerita sambil terisak.
"huft...."viky membuang nafasnya kasar.ada rasa cemburu saat nada membicarakan perihal barra.meskipun ia tahu barra dan nada sudah menikah,namun sudah sejak lama vicky menyimpan perasaan pada nada.vicky bahkan sudah mengungkapkan perasaan nya itu.namun nada justru menolaknya dan memilih barra untuk dijadikan suami.
"sayang....jangan gini.aku ga suka lihat kamu nangis."vicky mencoba menenangkan nada.
"aku benci barra bebz...aku benci pria itu."sambil memukul dada vicky.
vicky menggenggam tangan nada."kamu tahu kan aku cinta sama kamu.baik dulu ataupun sekarang,perasaanku tidak pernah berubah sama kamu."ucap vicky sambil memeluk tubuh nada.
"kamu ga usah memikirkan barra lagi.sudah jelas jelas dia tidak mencintaimu.disini masih ada aku kan?aku akan tetap menunggumu seperti yang pernah aku janjikan."vicky memandang wajah nada lekat,di elusnya pipi nada dengan lembut.lalu diciumnya bibir gadis itu pelan.tak ada penolakan,,,vicky semakin bergairah..dilumatnya bibir bawah nada dengan sangat bernafsu.sekali kali lidah mereka saling beradu.sampai akhirnya mereka tersadar mereka masih berada di klub malam.
"kita cari hotel ya?"ucap vicky pada nada.nada mengangguk sambil tersenyum,akhirnya mereka berdua meninggalkan klub itu dan pergi ke sebuah hotel.menghabiskan malam berdua di kamar hotel itu hingga hampir menjelang subuh.melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh pasangan yang belum menikah*.
__ADS_1