Lembaran Baru

Lembaran Baru
sakit


__ADS_3

Hari ini Vania merasa badannya sangat lelah.mungkin karena aktivitasnya semalam bersama barra.sesampainya di toko,entah kenapa begitu banyak pekerjaan yang harus Vania selesaikan.tak seperti biasanya,Vania terlihat lebih sibuk karena harus merubah beberapa desain baju yang ia selesaikan sebelumnya.


"Maaf ya Van..kaya nya mood mbak Nada lagi kurang baik.nih..desain mu minta direvisi."ucap lisa sambil menyodorkan beberapa gambar.


"huft...iya mbak.aku ngerti kok.ga apa apa,,jadi bagian mana yang perlu ditambah?"tanya Vania sambil melihat desain baju yang ia buat.


"Menurutku sih udah bagus Van,tapi mbak Nada bilang desain nya terlalu biasa.bagian bawah baju ini disuruh ganti..."sambil menunjuk ke salah satu gambar.


"oh oke..nanti aku perbaiki."jawab Vania manggut manggut.

__ADS_1


"Ga apa apa Van..santai aja.mbak Nada ga ke toko kok hari ini.dia kurang enak badan."jawab lisa menepuk bahu Vania.


"Mbak Nada sakit?"tanya Vania.


"Kaya nya sih iya.tadinya aku mau jenguk.tapi kata mbak Nada ga usah.lagi pengen istirahat,ga mau diganggu."ucap Lisa.


Vania hanya terdiam,menunduk."kenapa mbak Nada tiba tiba sakit.apa karena mas barra cerita tentang kejadian semalam..itu artinya mbak Nada tahu semuanya?ah,pantas saja semua kerjaanku harus direvisi."pikir Vania.


Barra memang sejak meninggalkan Nada di restaurant itu memilih untuk tidak pulang ke rumah.setelah pulang dari rumah Vania,barra langsung pergi ke rumah mama nya sekedar untuk mandi dan berganti pakaian,lalu langsung menuju kantor.sengaja ia tidak mau bertemu dengan Nada karena bisa bisa emosinya meluap gara gara masalah obat yang Nada berikan padanya.jadi lebih baik beberapa hari ini dia tidak pulang ke rumahnya agar tak bertemu dengan Nada.

__ADS_1


Sementara Nada,dia sakit bukan karena memikirkan tentang barra.tapi sakit karena Vicky yang tiba tiba memutuskannya.entah kenapa hal itu membuatnya tak nafsu makan,semalaman ia menangis sampai akhirnya badannya demam.entah kenapa ada rasa sesak yang mendalam yang Nada rasakan.ia ingin Vicky kembali,dia sangat merindukan pria itu.bahkan saat ini,saat dia sedang sakit.pasti Vicky akan merawatnya dengan telaten seperti dulu saat mereka bersama.mengingat Vicky membuat nada semakin terisak.


Barra terlihat sangat sibuk di kantor.beberapa dokumen terlihat menumpuk di meja kerja nya.barra merebahkan tubuhnya di kursi kantor nya.memijat pelan pelipisnya yang terasa sedikit pening.dia lalu mengeluarkan handphone nya di saku nya,memencet nomor dan menghubungi seseorang.


"tak diangkat....apa dia masih marah?"gumam nya.barra lalu menghembuskan nafasnya kasar.mengacak acak rambutnya sendiri.lalu beralih kembali ke dokumen yang sudah menumpuk di meja kerjanya.entah kenapa hatinya tak merasa tenang.bayangan Vania yang marah padanya tiba tiba terlintas di fikirannya.lebih lebih saat barra meneleponnya,tak ada jawaban dari wanita itu.


Barra segera beranjak dari kursi kerjanya.pergi keluar dari ruangan kantornya.


"Yud..aku ada urusan sebentar..tolong kamu urus kantor selama aku pergi ya."pinta barra pada seseorang yang sedang sibuk dengan laptop nya.

__ADS_1


"baik pak..."jawab pria itu sambil tersenyum.


Barra segera keluar dari kantor itu,menuju tempat di mana fikirannya tak bisa berkonsentrasi.hanya tertuju pada satu wajah yang membuat dia tak tenang selama bekerja.menemui Vania...


__ADS_2