Lembaran Baru

Lembaran Baru
rumah Vania


__ADS_3

"Halo mas,kenapa..ini udah malem loh.kami belum tidur?"Vania mengangkat telepon dari Barra yang baru saja menghubunginya di saat Vania sudah tertidur pulas.


"Aku ganggu yah...Nih aku ada di depan rumah kamu."Jawab Barra.


"Apa?"Vania kaget..tak percaya.dibukanya pintu rumahnya.dan benar saja.terlihat sesosok pria berdiri di samping mobilnya sambil memegang handphone nya.


"Kenapa ga ngetuk pintu aja sih mas.."Ucap Vania mendekati Barra.


"Kamu pasti jam segini udah tidur.takut ganggu.."Ucap Barra sambil tertawa.


"Yey...ini juga aku keganggu kali mas..enak enak tidur di teleponin sama kamu.di suruh keluar kaya gini."Ucap Vania kesal.


"Sorry Van..habisnya aku ga sabar lagi buat ceritain ini ke kamu.."Ucap Barra sambil memandang wajah Vania yang masih mengantuk.


"Tapi lihat kamu kayaknya masih ngantuk.besok aja deh aku ceritanya."Lanjut Barra lagi.


"Ga kok mas..aku ga ngantuk...ceritanya sekarang aja."Ucap Vania sambil mengucek ucek matanya.mencoba menghilangkan rasa kantuknya.


"Jadi mau cerita di sini..ga disuruh masuk?"tanya Barra sambil tersenyum.


"Ya udah mas..ayo masuk."Ajak Vania lalu berjalan masuk ke rumahnya.

__ADS_1


*****


"Apa?jadi mbak Nada hamil..anaknya mas Vicky?"Vania terbelalak.bicaranya yang keras membuat Barra kaget.


"Iya.tapi ga usah teriak teriak gitu juga kali.bikin jantungan aja."Barra mengelus dadanya.lelaki itu dibuat kaget dengan teriakan Vania barusan.


"Kok bisa ya mas..."Ucap Vania tak percaya.


"Ya bisa lah..Nada kan wanita normal.tentu bisa hamil.kamu juga Bisa hamil kalau ngelakuin itu sama aku."Jawab Barra santai.


"Ga gitu maksudku mas...ih kamu mah,,otaknya mesum mulu.maksudku kok bisa mbak Nada hamil sama pria yang bukan suaminya.gitu."Vania mulai mengerutkan dahinya.merasa kesal dengan Barra yang mulai berfikir tidak tidak.Barra hanya tertawa melihat wajah kesal Vania.


"Ya mau gimana yah Van..mulanya si Nada cuma iseng sama Vicky.Vicky hanya dijadikan pelampiasan aja karena aku ga pernah kasih dia perhatian dan apa yang dia mau.tapi lama lama dia beneran jatuh cinta sama Vicky."Ucap Barra enteng.


"Kamu ga kecewa gitu mbak Nada hamil sama pria lain."Tanya Vania lebih jelas.


"Ha...ha...ha...bodoh!justru aku seneng dia hamil sama Vicky...Van,dari awal kan aku udah bilang.aku nikah sama Nada itu bukan karena cinta.tapi karena aku kecewa sama kamu.aku juga ga pernah punya perasaan apa apa sama Nada.bahkan untuk menyentuhnya aku juga ga bisa.jadi pas aku tahu dia hamil sama Vicky aku ga kaget sih."Ucap Barra yakin.


Vania hanya terdiam melihat sikap Barra.bagaimana bisa Barra begitu tenang mengetahui istrinya hamil dengan pria lain.


"Kamu ga cemburu mas"tanya Vania.

__ADS_1


"Maksudmu?"Jawab Barra tak mengerti.


"Cemburu melihat mbak Nada sama Vicky?"Ucap Vania lagi.


"Aku kan ga cinta ama Nada Van,jadi buat apa aku cemburu.aku kan cintanya sama kamu."Jawab Barra.


"tapi kan mbak Nada istrimu mas."tanya vania.


"Istri...tapi hanya status.aku harus bilang berapa kali sih Van,aku ga cinta sama dia.aku juga ga pernah nyentuh dia.jika ada wanita yang aku tiduri,wanita itu hanya dirimu."Ucap Barra sambil tersenyum.membuat pipi Vania memerah karena malu.


"Aku cemburu sih..."lanjut Barra.Vania segera menatap wajah lelaki itu cepat.


"Cemburu karena Nada hamil.kamu mau aku buat hamil ga Van?"Tanya Barra sambil tersenyum nakal.


"Apaan sih mas..udah pulang sana.aku ngantuk."Vania lalu beranjak dari kursi.ditariknya tangan barra keluar dari pintu rumahnya.


"Aku kan capek Van habis nyetir dari Bandung.masa tega sih nyuruh aku pulang tengah malem begini.tar kalau kenapa kenapa di jalan gimana?"Ucap Barra.Vania sejenak berfikir,benar juga apa yang barra katakan.


"Aku nginep sini ya..."Bujuk barra.


Vania terdiam.tapi akhirnya dia mengangguk.bibir barra tersungging sebuah senyuman.

__ADS_1


"Tapi kamu tidur di sofa."Ucap Vania.segera menuju ke kamar.mengambil bantal dan juga selimut.menyerahkannya pada barra.segera dia berlari menuju kamarnya lagi.menutup pintu kamarnya cepat cepat.Barra hanya tersenyum melihat tingkah gadisnya itu.


"Ga papa deh tidur di sofa juga."Barra segera merebahkan dirinya di sofa rumah Vania.karena terlalu lelah akhirnya dia terlelap.


__ADS_2