
barra mengantarkan vania sampai di depan rumahnya.ibunya vania menyambut kedatangan vania dan teman nya.ini pertama kalinya vania mengajak teman laki lakinya ke rumah.
"siang tante..."sapa barra lembut kepada ibunya vania.
"siang...kamu..."
"perkenalkan,saya barra tante.saya teman sekolahnya vania."barra mengulurkan tangannya ke ibu vania dan disambut uluran tangan oleh ibunya vania.
"ayo nak barra,mari silahkan masuk."sambil mempersilakan barra untuk masuk ke rumahnya.
vania menyusul di belakang mereka,kemudian langsung menuju ke dapur untuk membuatkan barra minuman.
"sebentar ya mas,aku mau ganti baju dulu."pamit vania sambil meninggalkan barra bersama ibunya.vania langsung menuju kamar tanpa menunggu jawaban dari barra.
di dalam kamar vania mengganti bajunya sambil membayangkan hari ini di sekolahnya,barra yang dingin..ternyata juga sangat baik.dia juga tak mengira barra akan mengantarnya sampai ke rumah,bahkan bersedia mampir ke rumahnya yang sederhana itu tanpa rasa malu.bagaimana tidak,barra adalah anak orang kaya.dia anak tunggal dari keluarga pradipta.yang memiliki banyak perusahaan besar di luar negeri maupun di indonesia,selain itu keluarga pradipta juga memiliki restaurant dan beberapa hotel di berbagai daerah.namun barra belum mengelola semua itu,karena dianggap masih kecil untuk mengelola perusahaan papanya.namun siapa lagi yang akan mewarisi harta ke dua orang tua nya kalau bukan barra yang merupakan anak satu satunya.
vania tak menyangka barra bersedia mampir ke rumahnya ini yang sangat sederhana.vania membayangkan nya sambil tersenyum,di dalam hatinya ia merasa kagum dengan seorang barra.
__ADS_1
entah apa yang dibicarakan antara barra dan ibunya vania.karena vania melihat barra sudah begitu akrab dengan ibunya.mereka berbincang bincang seperti sudah lama saling mengenal.sangat akrab dan sesekali tertawa..tentu barra terlihat sopan di depan ibu vania.vania yang keluar dari kamarnya terlihat heran."baru ditinggal sebentar udah kelihatan akrab banget."batin nya...
"van,siapin makanan.."nak barra diajak makan siang disini sekalian.pinta ibu vania padanya,,
"baik bu..."vania berlalu ke dapur...seolah olah ragu kalau barra bersedia untuk makan di rumahnya.namun ia tak bisa membantah permintaan ibunya.
"makasih ya tante...barra jadi ngerepotin."ucap barra.
"ga apa apa kok.ga repot sama sekali,kamu kan udah anterin vania pulang.pasti kamu juga belum makan kan."tanya ibu vania pada barra.barra hanya mengangguk..tak menolak
vania merasa kaget barra mau makan di rumahnya.dia menyiapkan makanan di meja makan,,hanya tahu,tempe,sambal dan sayur rebung yang tersedia di meja.apa barra doyan?batin vania.ia lalu membuatkan telur ceplok karena itu yang ada di dapurnya sekarang.
"makasih ya mas udah nganter aku pulang,maaf di rumahku lauknya cuma ada ini.ga ada daging ayam kaya di rumah mas barra."ucap vania pada barra...
"apaan sih van,ini tuh enak banget.ini siapa yang masak,aku udah lama ga masak masakan rumahan kaya gini.lagipula aku bosen tiap hari makan daging ayam terus."ucap barra sambil melahap makanannya.
"hah...dia nyindir apa gimana sih.tahu tempe dibilang enak."batin vania
__ADS_1
"kamu ga jualan kue van?" tanya barra
"enggak mas.hari ini libur..soalnya kakiku masih sakit.ibu bilang ga usah jualan dulu sampai kakinya sembuh."jawab vania
"oh..gitu,maafin aku ya van.gara gara aku kamu jadi ga bisa jualan..."
"kok jadi mas yang minta maaf,,kan mas ga salah.malahan mas yang udah nolongin aku dari mbak alexa."
"tapi tetep aja aku merasa bersalah sama kamu van.alexa kaya gitu karena aku,,dia udah berkali kali nembak aku tapi selalu ku tolak.mungkin dia marah karena melihat aku boncengin kamu pagi itu."kata barra
vania terdiam,dia berfikir...barra yang pendiam dan dingin di sekolah ternyata bisa cerewet juga.batin nya...
"besuk aku jemput yah."ajak barra
"eng..enggak usah mas.aku naik bus aja kaya biasanya."jawab vania kaget seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"udah..pokoknya besuk jam setengah tujuh aku jemput."bantah barra sambil melanjutkan makannya...yang membuat vania tak bisa menolaknya.
__ADS_1
dalam hati vania bertanya tanya.bagaimana bisa barra bersikap seperti itu padanya.apa dia merasa kasihan padanya?atau dia merasa bersalah karena ulah alexa?
ah entahlah,vania tak terlalu mau ambil pusing akan hal itu.yang jelas,besuk pagi ia harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi banyak mata yang pasti akan menatapnya dengan tatapan tak suka.