Lembaran Baru

Lembaran Baru
kepergian barra


__ADS_3

malam ini di dalam kamar kost nya vania tidak bisa tidur.hatinya sangat sedih karena besuk pagi barra akan kembali ke amerika.waktu 2 minggu bersamanya terasa berlalu sangat cepat.mau tak mau vania harus merelakan kekasihnya itu pergi untuk melanjutkan study nya di negeri paman sam itu.itu artinya mereka akan menjalani pacaran LDR lagi.


tiba tiba hp vania bergetar...seolah olah mengerti apa yang difikirkannya.pria yang sedari tadi mengganggu fikirannya itu menelepon...


"kamu lagi apa yank..udah bobo?" tanya pria di balik telepon.


"ini baru mau bobo..."jawab vania singkat.


"mau aku temenin?"goda barra.


"ih...apaan sih." jawab vania.


"tuh kan kamu mesum,,maksudku nemenin bobo.kamu disana aku disini...gitu yank,,hahaha...."suara barra terdengar bahagia karena berhasil mengelabui kekasihnya.


vania yang merasa malu tak bisa menjawab perkataan bara.pipinya memerah dengan senyuman tersungging di bibirnya.


"bobo bareng yuk."ajak barra lagi.


"apaan sih bar...udah deh jangan mulai ...."jawab vania pura pura ngambeg.


"bobo nya di kamar masing masing maksudku yank.sama sama bobo kan...duh,dari tadi kamu salah artiin kata kata aku terus.jangan jangan sebenernya kamu pengen beneran.hahaha..."tawa barra lagi menggoda vania.

__ADS_1


"udah ah,kamu kalo kaya gitu terus aku tutup nih telefonnya..."ancam vania.


"eh...kok marah sih yank aku kan cuma bercanda...yaudah,aku ga godain kamu lagi.besuk anter aku ke bandara ya yank."pinta barra.


"hmmmm....mesti besuk ya yank kamu kembali ke amerika nya."jawab vania sedih.


"mau gimana lagi yank..aku kan harus kuliah.sebenernya aku juga ga mau ninggalin kamu di sini.tapi mau gimana lagi,ini semua juga buat masa depan aku...kenapa,kamu ga rela ya aku pergi jauh dari kamu?tenang aja.aku ga bakalan macem macem disana.soalnya ada bidadari cantik yang nungguin aku di sini.lagipula aku cinta produk dalam negeri kok yank.."goda barra sambil tertawa.


"hehehe...ga lucu..."elak vania meskipun sebenarnya hatinya senang digombalin sama barra.


"ya udah,besuk jam 10 aku jemput ya yank...kamu buruan tidur....love you.mmmuaccch.


"love you to mas..."jawab vania.


"mmmuach nya mana yank."kata bara lagi sebelum menutup teleponnya.


"apaan sih.."elak vania.


"aku ga bakalan bisa tidur sebelum denger itu lho yank..."goda barra setengah memaksa.


"mmmmuuuuaccch...."vania membalas ciuman barra lewat telepon genggamnya lalu buru buru mematikannya karena ia terlalu malu kalau barra akan menggodanya lagi.

__ADS_1


*********


di bandara vania dan tante siska mengantarkan kepergian barra dengan berat hati.papa mamanya barra sudah terbang ke amerika kemarin karena harus menjalankan bisnis nya disana.


barra menatap wajah kekasihnya itu dengan dalam..terlihat mata vania berkaca kaca.


"jangan nangis yank,nanti kalau liburan lagi aku pasti akan pulang nemuin kamu.kamu jaga diri disini baik baik ya.aku janji ga akan macem macem disana.kamu juga janji ga akan macem macem disini ya..."ucap barra mencoba menghibur vania yang mulai hampir menangis.


vania hanya menggangguk tanpa mengucapkan kata apapun.mulutnya terasa sulit bicara,ia tak bisa berkata sepatah katapun untuk melepas kepergian barra.sebenarnya hatinya ingin agar barra jangan pergi,namun ia tak bisa mendahulukan ego nya.karena bagaimanapun barra ke amerika untuk menggapai cita citanya.


"hati hati mas...aku akan nunggu kamu disini."hanya itu kata kata yang keluar dari bibir vania.


barra mengangguk.diraihnya tubuh vania.dipeluknya wanita itu erat selama beberapa menit.diangkatnya wajah vania yang tertunduk lalu diciumnya bibir vania dengan penuh kelembutan sebagai salam perpisahan.barra tak peduli meskipun banyak mata termasuk tantenya yang sedang menatap aksinya itu.


tante siska menatap hal itu dengan tatapan tak suka,ia memandang sinis ke arah vania yang sedang melambaikan tangannya pada barra yang hendak naik ke dalam pesawat.


vania pulang naik taksi,tante siska memang sengaja tak menawarinya tumpangan dengan alasan mau segera pergi ke kantor.vania pun mengerti.memang sejak awal tante siska tidak menyukainya.di dalam mobil,tante siska menelepon seseorang...dia menyewa seseorang untuk mencari tahu tentang latar belakang vania.tanpa sepengetahuan barra,maupun keluarganya yang lain.


*****Mohon maaf jika dalam penulisan cerita ini terdapat kesalahan baik ketikan atau hal yang kurang berkenan.karena penulis masih dalam tahap belajar.jadi saran dan kritik sangat penulis harapkan.terima kasih bagi yang telah bersedia membaca tulisan ini....


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2