
suasana di meja makan itu berubah menjadi canggung bagi vania.obrolan antara nada dan lisa tak begitu dihiraukan nya.sesekali ia hanya tersenyum kaku mendengar celotehan lisa,tanpa berniat menanggapinya.
sementara pria di depannya tak henti hentinya menatap wajah vania,sesekali tatapan mata mereka bertemu,namun vania dengan cepat mengalihkan pandangannya dari pria itu.
"aku ke toilet sebentar ya sayang."ucap nada meminta izin pada suaminya.barra pun mengangguk.nada segera beranjak dari kursinya menuju ke toilet.
tatapan barra semakin tajam ke arah vania.vania tertunduk.mengalihkan pandangannya pada makanan di depan nya yang kini iapun mulai enggan memakannya.nafsu makan nya langsung hilang begitu saja.
keheningan terjadi di meja itu.hanya suara sendok dan garpu yang saling beradu.lisa pun tampak terdiam sama seperti vania.
"kamu udah lama kerja di toko nya nada?"tanya barra sambil menatap ke arah vania.
"em...mh udah pak,hampir empat tahun."jawab vania hampir saja tersedak karena kaget.dia menjawab pertanyaan barra tanpa mau menatapnya.
"betah?"tanya barra lagi.
"i...iya pak."jawab vania singkat.
lisa hanya terdiam tak ingin menanggapi.lagipula barra juga tak bertanya padanya,dia juga merasa canggung berada di depan suami bos nya itu."huft..kok cuma vania sih yang dia tanya."gumam lisa dalam hati sambil menatap pria tampan itu.
"maaf ya..agak lama.sayang kamu ga apa apa kan pulang sendiri.aku ada urusan sebentar."ucap nada pada barra.
"kalian ga apa apa kan aku tinggal.?"nada beralih memandang ke arah vania dan lisa bergantian.
__ADS_1
"eh..iya mbak..ga apa apa kok."jawab vania dan lisa hampir bebarengan.
nada pun beranjak pergi meninggalkan ketiga orang itu.
"maaf pak..kalo gitu kita berdua pamit pulang ya."ucap lisa memberi kode pada vania untuk segera berpamitan pada barra.
"silahkan..."barra mengangguk,tersenyum pada mereka berdua.
vania segera beranjak dari kursi,namun barra segera menarik pergelangan tangan nya.membuat vania dan juga lisa terkaget.
"saya masih mau bicara dengan nona ini sebentar.apa boleh?"mata barra meminta izin pada lisa..
lisa yang tak mengerti akan hal itu hanya bisa mengangguk.dia tersenyum ke arah vania."udah ga apa apa,paling tanya masalah kerjaan."ucap lisa menenangkan vania.vania membalasnya dengan tersenyum kecut.
"baik pak..saya permisi ya.nitip teman saya."ucap lisa sambil menjabat tangan barra dan juga vania bergantian.lalu beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.
"kamu apa kabar van?"tanya barra membuka obrolan.
"b...baik,,"jawab vania singkat.wajahnya masih tertunduk.
"kamu tinggal di mana sekarang?"tanya barra pada wanita di depannya itu.
"emh...aku...aku nge kost mas."jawab vania gugup.
__ADS_1
"oh....kost di mana?"barra mencoba mencairkan suasana ketegangan di antara ke duanya.
"di dekat toko mas..."jawab vania.
"lama ya ga ketemu..kamu udah berubah...jadi tambah cantik."ucap barra spontan.
deg....
jantung vania berdegup semakin cepat.tangan nya mulai berkeringat..dia masih tak berani menatap wajah pria di depan nya.
"van..."suara laki laki itu terdengar lagi...
"vania,,aku minta maaf.aku kangen kamu."pria itu menggenggam tangan vania.membuat nya kaget hampir saja beranjak dari kursi tempat ia duduk sekarang.
"a..aku harus pergi mas."vania mencoba melepaskan genggaman tangan pria itu.namun rasanya tidak mudah.karena pria itu semakin mencengkeram pergelangan tangannya kuat.
"aku anter ya.."ucap barra.
"enggak usah mas..aku naik taksi aja."jawab vania singkat.
"aku ga akan lepasin tanganmu sebelum kamu mau aku anterin pulang van."paksa barra.
"mas..tolong jangan gini.kamu udah nikah sekarang."ucap vania mencoba memberanikan dirinya menatap pria itu.
__ADS_1
barra tersrnyum tipis."pokoknya aku anterin pulang..."sambil menggandeng tangan vania keluar dari restaurant itu.vania mencoba memberontak,namun sia sia.yang ada malah dirinya jadi pusat perhatian orang orang yang melihat ke arahnya.duh malunya....
terpaksa dia menuruti kemauan barra.