Lembaran Baru

Lembaran Baru
kepergian ibu


__ADS_3

Kepada Tuan Surya yang baru terjaga,


Kukirimkan sepucuk do’a,


Untuk seseorang yang begitu istimewa,


Yang tengah bercengkrama dengan Tuhannya.


Teruntuk Sang Surya yang akan tergelincir,


Do’a dan harapan kembali mengalir,


Dari putih dan pucatnya bibir,


Seorang anak yang berjalan dengan getir.


Untuk rembulan dan kesunyian malam,


Kuterjaga dalam gelap nan kelam,


Mengenang kasih sayang di masa silam,


Tangan ternganga diiringi do’a yang tak padam.


Kaulah Ibuku, Cinta dan Kasihku,


Kaulah Ibuku, primadona dibatiku,


Takkan terbalas semua jasa-jasamu,

__ADS_1


Takkan terbayar jerih dan payahmu.


Ibu, hari ini kau tak lagi disampingku,


Kenyataan yang ada nyatanya amat pilu,


Kepastian takdir rasanya begitu menyendu,


Disetiap kali aku kembali mengingatmu.


Ibu, tenanglah kau di alam sana,


Selamat menikmati indahnya Surga,


Disini selalu kukirimkan do’a,


Disetiap kali mata terjaga.


hari ini vania terlihat begitu sedih,meski sudah berusaha keras mengobati ibunya.namun Tuhan lebih menyayangi ibunya..raga ibu vania ternyata tidak kuat lagi menahan sakit yang di deritanya.dokter sudah berusaha,namun Tuhan berkehendak lain.


"sabar ya van...ibumu sudah tidak merasakan sakit lagi...dia sudah tenang di sisi Tuhan.kamu harus kuat,demi ibumu...beliau pasti tak ingin melihatmu sedih seperti ini."zidan menyemangati vania...


vania tak menjawab,dia bahkan tak percaya dengan apa yang telah terjadi...semuanya terjadi begitu cepat..di tengah tengah jalannya operasi,ternyata detak jantung ibu vania melemah.dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan beliau,namun gagal.


vania bersandar di tembok di bahu bi siti,tatapannya kosong memandang jasad ibunya yang terbujur kaku.


nampak disana tante siska,zidan,dan teman serta kerabat bertakziah di rumah vania.barra pun sedang dalam perjalanan pulang setelah mendengar kabar kematian ibunda vania.


vania menangis histeris saat jenazah ibunya hendak dimakamkan...tante siska mencoba menenangkannya.begitupun dengan zidan dan bik siti.sampai akhirnya tubuh vania tergeletak lemas karena pingsan...

__ADS_1


begitu tersadar,vania langsung memanggil manggil nama ibunya.para pelayat sudah pamit pulang,begitupun tante siska.tinggal bik siti,zidan dan beberapa tetangga saja yang masih ada di rumah vania..


"aku mau ke makam ibu,anterin aku ke makam ibu...."vania menangis sejadinya mengingat apa yang telah terjadi."aku ga punya siapa siapa lagi.aku yatim piatu sekarang..cuma ibu yang aku punya,aku mau ikut ibu."ucap vania semakin membuat orang orang di sekitarnya menangis haru...mereka tahu betul kesedihan vania.


"iya van...kita pasti anterin kamu ke makam ibu kamu.tapi kamu harus tenang dulu,jangan nangis terus..."bujuk zidan pada vania.sambil mencoba membantu vania berdiri..namun kaki vania terasa lemas tak bertenaga..ia hampir saja terjatuh,untung saja zidan segera memegangi tubuhnya..vania pingsan lagi.


saat tersadar vania melihat barra berada di sampingnya.barra menatap vania dengan perasaan sedih.melihat vania seperti ini,hatinya ikut hancur...


vania langsung memeluk tubuh barra.sambil berurai air mata.zidan yang merasa kehadirannya sudah tak penting lagi segera beranjak pergi.dia merasa sedikit cemburu melihat vania dan juga barra,tapi dia sadar diri.sekarang sudah ada barra yang menjaganya.vania pasti akan baik baik saja.


"ibu udah ga ada mas,ibu udah ninggalin aku.aku udah ga punya siapa siapa lagi.."ucap vania lemah...


zidan memandangi kekasihnya itu. dipeluknya tubuh vania erat...diusapnya rambut vania dengan lembut.tak pernah dilihatnya vania serapuh ini.


"sabar sayang,,kamu harus kuat..kamu adalah vaniaku.vania yang ku kenal adalah gadis yang kuat...kamu tak boleh terus terusan bersedih. ibu di alam sana pasti juga akan sedih kalau melihat keadaanmu seperti ini."bujuk barra...


"aku mau ke makam ibu mas..."pinta vania.


"iya,aku akan bawa kamu kesana..tapi kamu harus kuat sayang.kamu harus makan dulu agar punya tenaga dan gak pingsan lagi kaya tadi."barra mencoba memberikan suapan makanan yang sudah disediakan bik siti ke mulut vania.


"aku ga lapar mas..."elak vania.


"sejak kemarin kamu belum makan sayang..kamu harus makan...nanti kamu sakit,aku ga mau kalau kamu sampai sakit."bujuk barra setengah memaksa


akhirnya vaniapun menuruti kata kata barra.dia mau makan meskipun sedikit,barra merasa lega karena vania menuruti kata katanya.


setelah dirasa kuat,barra membawa vania ke makam ibunya yang tak jauh dari rumahnya,,disana vania berdoa sambil menangis...barra tak mau kekasihnya itu berlarut larut dalam kesedihannya.


"ayo kita pulang...yank."ajak barra setelah vania dirasa cukup lama berada di depan pusara sang ibu.

__ADS_1


vania pun beranjak bangun,karena hari juga sudah mulai senja.. malam ini barra akan menginap di rumah vania karena akan ada acara pembacaan doa untuk ibunya vania.tentunya barra akan meminta bi siti juga untuk menemani mereka berdua..


__ADS_2