
sebelumnya di Amerika,barra menerima pesan dari orang yang disewanya bahwa vania sekarang menjadi seorang wanita panggilan.dengan rasa tidak percaya barra akhirnya kembali lagi ke Indonesia dan benar saja.Barra melihat vania dengan pakaian minim nya digandeng seorang pria menuju sebuah kamar hotel.barra yang tak kuasa menahan amarah ,cemburu dan sakit hatinya segera mencari cara agar dia juga bisa berkencan dengan vania.sehingga barra pun harus menyewa nya sebagai wanita panggilan.
di sisi lain vania merasa hidupnya tak berguna lagi.belum sempat ia menjelaskan semuanya pada barra,laki laki itu sudah terlanjur pergi dengan rasa kecewa yang teramat dalam.vania juga merasa kecewa pada sikap barra yang tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan padanya.vania tahu barra tak akan lagi mau menerima kondisinya saat ini.siapa lagi yang mau menerima wanita panggilan seperti vania sekarang.di dalam hati,vania berniat untuk mengakhiri hidupnya jika ada kesempatan...
"hey..bangun.ayo lekas mandi.lalu dandan yang cantik."ucap seorang penjaga kepada vania.
"sudah ada pelanggan.dia menunggumu di kamar.cepat bersiap siap.jangan sampai kau membuatnya terlalu lama menunggu."lanjut penjaga itu.
"aku malas.suruh dia cari wanita lain saja."ucap vania menolak.
"hey...berani kau melawanku.mau ku tampar lagi kau.hah..."teriak penjaga itu.
"ayo..tampar aku,tampar saja kalau kau mau.aku bahkan tak takut untuk mati sekarang."ucap vania lantang.
sesaat penjaga itu mengangkat tangan nya hendak memukul vania.sampai penjaga yang lain datang menghampirinya...
__ADS_1
"dasar bodoh.apa yang kau lakukan?apa kau mau melihat tamu kita menemukan bekas tamparan di pipi gadis yang ia pilih.hah!"teriak penjaga itu.
"tapi wanita ini keterlaluan,dia tak mau bersiap siap."ucap penjaga satunya.
"klien kita menginginkan wanita ini sekarang.dia akan masuk ke kamar ini.biarkan saja wanita itu.klien kita sudah tidak sabar untuk segera menikmatinya.ayo kita keluar."ucap penjaga itu dengan senyum nakal memandang ke tubuh vania.
dada vania bergemuruh.sampai kapan ia harus menjadi pemuas nafsu laki laki yang tak ia cintai.vania segera pergi ke arah pintu hendak mengunci nya,sebelum datang seseorang yang terlebih dahulu membuka pintu itu.
vania kaget,begitupun laki laki itu.laki laki itu segera menutup mulut vania dengan tangan dan menutup pintu kamar itu dan menguncinya,setelah dirasa aman.laki laki itu segera melepaskan tangannya yang sedari tadi membungkam mulut vania.
"akhirnya aku menemukan mu vania.akhirnya aku bisa menemukanmu..aku sungguh sangat cemas.."pelukan zidan semakin erat di tubuh vania.
"tapi kenapa kau bisa disini mas..."tanya vania.
"aku mencarimu ke mana mana,ke kost mu,ke rumahmu di solo,aku tak bisa menemukan mu di mana mana.sampai aku bertemu dengan barra dan dia mengatakan bahwa kau sekarang menjadi seorang...."zidan tak sanggup melanjutkan kata katanya.wajahnya tertunduk...
__ADS_1
"aku tak percaya ini terjadi padamu vania,tapi aku tahu betul kau bukan wanita seperti ini.jadi bagaimana bisa semua ini terjadi padamu?"lanjut zidan bertanya pada vania.
vania pun akhirnya bercerita tentang kepedihan yang sudah dialaminya pada zidan.laki laki itu mendengarkan penjelasan vania dengan seksama...
"sudah jangan menangis vania.aku akan mengeluarkanmu dari tempat terkutuk ini.aku janji."ucap zidan sambil menghapus air mata di pipi vania.
"tapi bagaimana cara nya mas?"tanya vania.
"aku akan memikirkan nya.jadi kau harus bersiap siap jika suatu hari aku memintamu untuk kabur dari tempat ini."ucap zidan meyakinkan vania.
vania pun mengangguk,,akhirnya setelah beberapa lama mereka mengobrol,zidan segera keluar dari kamar itu agar penjaga tidak terlalu curiga padanya.
kini setidaknya vania mempunyai sedikit harapan,,
"terimakasih zidan."ucap vania....
__ADS_1