
di depan cermin,duduklah seseorang dengan gaun pengantin.wajahnya terlihat cantik dilihat dari segala sisi.
"selamat ya sayang..akhirnya kamu nikah juga.wah,kamu cantik banget.ayo turun ke bawah,semua tamu sudah nungguin kamu."tante siska masuk ke dalam kamar,membantu merapikan gaun pengantin wanita itu dan segera menuntunnya keluar kamar.
hari ini adalah hari bahagia,hari yang sangat dinanti nantikan oleh keluarga pradibta.nada terlihat cantik memakai gaun pengantin putihnya dituntun oleh tante siska dan mama nada di sampingnya. semua mata tertuju pada kecantikan wanita itu.
"sudah siap...bisa kita mulai ijab qobulnya."tanya pak penghulu pada pengantin pria.
barra mengangguk..diucapkan nya ijab qobul sesuai syariat sampai akhirnya menggema kata "sah" di ruangan itu.
tante siska dan para tamu memberikan selamat kepada mempelai berdua...wajah mereka tampak sangat bahagia.
"selamat ya barra,selamat atas pernikahanmu.tante seneng banget."ucap tante siska sambil bergantian menjabat tangan barra dan nada untuk memberi mereka selamat.
para tamu memuji keserasian ke dua mempelai berdua.barra dan nada yang duduk di kursi pengantin nampak tersenyum bahagia,pesta itu digelar sangat meriah dan juga mewah di sebuah hotel bintang lima milik keluarga pradibta.
sampai akhirnya pesta itupun selesai,kedua mempelaipun pergi ke kamar mereka.
barra mengganti jas yang dipakainya dengan baju tidurnya.dia merasa sangat lelah,direbahkan nya tubuhnya di kasur.sementara nada masih sibuk membersihkan bekas riasan nya.
__ADS_1
"apa yang kau lakukan."barra menepis tangan nada yang mengusap lembut pipinya.
"kenapa mas,bukankah aku istrimu.dan ini malam pengantin kita."ucap nada kesal melihat barra yang menepis tangannya.
"aku lelah..tidurlah."ucap barra sambil memejamkan matanya.
nada cemberut,dipandangnya wajah pria yang terpejam di depan nya.tiba tiba saja...
"berani sekali kau..."berjalan menjauh dari tempat tidur,namun nada dengan cepat memegang tangan pria itu dan menariknya ke kasur.
"kenapa mas,apa salah kalau aku mencium mu.kau suamiku sekarang dan aku adalah milikmu.kita sudah menjadi suami istri."tangannya memeluk barra yang terduduk di kasur.sementara bibirnya mulai menciumi leher pria itu.
nada merentangkan tangannya di depan barra,mencegahnya untuk pergi.tiba tiba saja dia melepaskan seluruh pakaian nya di depan barra,nampaklah sekarang tubuh polosnya di depan pria itu.nada segera memeluk barra,hendak melepaskan baju yang dipakai lelaki itu.
"plaak..."tamparan mendarat di pipi nada.barra mendorong tubuh gadis itu hingga jatuh terjerembab ke lantai.air matanya mulai mengalir.terdengar isak tangis yang semakin lama semakin keras.
"ayo bangun...maafkan aku."barra membantu nada bangun.ditutupinya tubuh polos gadis itu dengan selimut.lalu mengusap pipi gadis itu yang memerah karena tamparan nya.
"maafkan aku...aku tak berniat melakukan itu padamu."barra mengusap lembut rambut nada.
__ADS_1
gadis itu memeluknya,menangis..
"aku tidak bisa melakukan ini dengan mu.maafkan aku nada,aku tidak ingin menyakitimu.tapi kumohon,jangan paksa aku untuk melakukannya."ucap barra pelan
"apa karena wanita itu?apa karena kau masih mencintainya?"nada menatap wajah barra.matanya berkaca kaca.
barra hanya diam saja tak menjawab pertanyaan istrinya itu.
"kita sudah menikah secara sah mas.bagaimanapun juga aku berhak atas dirimu.jadi bagaimana bisa kau masih memikirkan wanita lain di malam pengantin kita."ucap nada mengiba.
"maaf nada,tapi sungguh.aku tidak bisa melakukan ini.kau tahu kan,aku sudah jelaskan padamu sebelum kita menikah.bahwa aku hanya bisa memberikan dirimu status sebagai istri.tapi tak bisa memberikan hati dan cintaku padamu."jawab barra tegas.
begitulah,sebenarnya barra tak ingin menikahi nada.namun karena desakan tante siska dan keluarganya,terpaksa dia menikahi gadis itu meski sebenarnya dia tak mencintainya.dia sudah menjelaskan ini pada nada,tentang perasaan nya padanya.tapi nada bilang dia akan menunggu,dia bersedia menikah dengan barra meskipun barra tak mencintainya sedikitpun.entah karena terlanjur mencintai barra atau apa sampai nada mengambil keputusan itu.hingga pernikahan itupun terjadi.
"tidurlah...aku akan tidur di sofa."barra merebahkan tubuh nada di kasurnya.nada tak bisa apa apa.air matanya berlinang di pelupuk matanya.harga dirinya terkoyak,saat pria itu menolak berhubungan dengan nya meskipun ia sudah membuka semua bajunya di hadapan barra.
barra segera mematikan lampu kamar dan merebahkan tubuhnya di atas sofa.di pandangnya telapak tangannya yang dipakainya untuk menampar nada.
"maafkan aku nada...maaf....tapi sungguh aku tak bisa."batin barra.
__ADS_1