
barra telah sampai di Amerika.direbahkan nya tubuhnya di atas kasur.matanya terpejam namun fikirannya melayang entah ke mana.tiba tiba handphone nya berdering.
"hallo barra sayang..."ucap seorang wanita di balik telepon.
"ya tante..ada apa."jawab barra pada tante siska.
"nanti malam kita makan bersama keluarga ya sayang..tante kan baru datang dari Indonesia.tante ada kejutan buat kamu."ucap tante siska pada barra.
"tapi barra capek tant...barra mau istirahat."ucap barra.
"ayolah barra,,ini kan permintaan tante.jarang kan tante ke Amerika.masa kamu ga mau nemenin tante makan malam."ucap tante siska setengah mendesak.
"oke...nanti malam aku ke rumah."jawab barra sambil menutup sambungan telepon nya.
__ADS_1
hati barra masih terasa sakit,dia masih tak percaya bahwa vania bisa berbuat serendah dan sehina itu.
"dasar munafik.saat bersamaku sok sok an jual mahal.ternyata dibalik keluguanmu....kau...."barra mengepalkan tangannya dan meninju tembok kamarnya kuat kuat...wajahnya penuh amarah dan emosi sudah merasuki fikiran nya.
*****
"nih barr,kenalin...dia anak teman tante..cantik kan?"ucap tante siska pada ponakannya itu.
barra tak menjawab ataupun melirik wanita di depan nya itu.dia hanya fokus pada makanan yang tersaji di depannya.
"gimana mbak,,mas...apa kalian setuju kalau kita jodohkan nada sama barra..saya rasa nada lebih cocok bersanding sama barra dibandingkan wanita lain di sana (vania)."tante siska mulai memberi kode pada ayah barra dan juga mamanya.
"semua tergantung sama barra.kan dia yang bakalan ngejalanin ini semua.jadi dia yang harus putuskan mengenai perjodohan ini."ucap ayah barra.
__ADS_1
"iya mas...tapi kan kalian juga harus ikut andil dalam menentukan siapa calon barra nanti.kalau kalian setuju,kita bisa langsung menemui keluarga nada untuk membicarakan hal yang lebih serius."sambung tante siska.
"gimana sama kamu barr..."tanya mama nya.
"oke,barra setuju mah.tapi barra mau jalanin aja dulu sama nada.urusan tunangan nanti kalau barra udah lulus kuliah."ucap barra asal.
barra mengucapkan itu meskipun sebenarnya dia tak pernah mencintai nada.bahkan sampai sekarang pun cintanya masih milik vania seorang.baginua tak ada wanita yang bisa menggantikan posisi vania.namun karena rasa kecewa dan amarah,barra mengambil keputusan tanpa berfikir terlebih dahulu.rasa sakit hatinya telah mengalahkan apa kata isi hatinya.
tanpa barra sadari bahwa ucapannya membuat nada menaruh harapan besar padanya.
nada mengira kalau barra benar benar tertarik pada dirinya.tentu ia merasa senang,karena semenjak tante siska mengenalkan barra padanya,dia langsung tertarik pada pria itu meskipun hanya memandangnya sekedar lewat foto.dan ternyata setelah bertemu langsung,barra memang terlihat jauh lebih tampan.wanita mana yang tidak akan kesengsem melihat pria setampan dia.
sedangkan tante siska merasa senang karena barra menyetujui perkenalannya dengan nada.
__ADS_1
"tak akan aku biarkan vania atau wanita manapun menghancurkan hubungan ini."batin tante siska senang.