Lembaran Baru

Lembaran Baru
kecemburuan alexa


__ADS_3

vania berjalan ke kelasnya dengan sedikit tertatih.kakinya masih terasa sakit karena ulah alexa kemarin.


"kaki loe kenapa van?"tanya zidan pada vania.zidan adalah teman sekelasnya yang sebenarnya sudah sejak lama menaruh hati pada vania.zidan tertarik pada gadis itu sejak awal mereka masuk sma,namun ia tak berani mengungkapkan perasaan nya pada vania dan memilih untuk memendamnya sampai kelas 3.


"oh ini,kemarin terjatuh dari sepeda pas jualan kue."jawab vania berbohong.


"kok bisa sih sayang..makanya lain kali kalau naik sepeda lebih hati hati."sela rossa sambil membantu vania membawa tas sekolahnya.


"hmmm..."jawab vania singkat.


bel tanda istirahat pun berbunyi,,,,


"barra...ke kantin yuk."ajak alexa sambil bergelayut di lengan barra yang sedang berjalan menuju perpustakaan.alexa tak merasa risih meskipun banyak mata yang menatap kelakuannya.


"gue mau ke perpus.loe ke kantin aja ama nia"barra melepaskan pegangan tangan alexa dan mengibaskannya.


"ya udah deh.kalo gitu gue juga mau ke perpus.kita barengan ya..."rayu alexa lagi.sambil menggandeng tangan barra.


"lepasin tangan aku lex,ini sekolah.kalau mau ke perpus ya ayo.ga usah pake gandeng gandeng tangan segala.risih...."jawab barra ketus sambil berlalu meninggalkan alexa.


alexa memandang barra dengan kecewa,ia selalu saja mendapat penolakan dari pria pujaannya itu meski berbagai cara sudah ia lakukan untuk mendapatkan perhatian dari seorang barra pradipta.


"kamu lihat aja barr,,aku akan lakukan apapun agar kamu bisa jadi pacarku."gumam alexa sambil menuju ke perpustakaan mengikuti bara yang telah jauh mendahuluinya.


vania,adel,rossa dan juga zidan sedang asyik membaca buku di perpustakaan.setelah memilih buku yang diinginkan,vania segera mencari bangku kosong.setelah melihat ada bangku kosong,ia segera duduk di bangku tersebut.tanpa disadarinya bahwa ia duduk di dekat barra.


"ssst....ssst...."bisik rossa yang duduk di depan vania,seolah olah memberi kode pada vania agar menengok ke samping.

__ADS_1


"apaan sih..."bisik vania pelan karena takut dimarahi petugas perpus.


"barra...."sambil menunjuk ke samping vania.


vania pun menoleh dan mendapati barra yang sedang asyik membaca buku.


barra yang merasa terganggu dengan suara rossa tanpa sengaja menoleh ke arah vania.


vania memberikan senyuman pada barra.sekadar untuk menyapanya,namun barra malah mengacuhkannya dan kembali menatap bukunya lagi.


rosa pun gemas dengan sikap barra,begitupun dengan vania.mereka tak menyangka bahwa barra bisa bersikap dingin sedingin es batu.


dari meja lain yang tak begitu jauh,sepasang mata memperhatikan gerak gerik vania dengan rasa bergemuruh di dalam hatinya.alexa merasa cemburu melihat vania tersenyum ke arah barra.


.....bel pulang sekolah pun berbunyi...


alexa melempar tubuh vania hingga ia tersungkur jatuh ke lantai.


"loe ga kapok gue peringatin kemarin hah...udah gue bilang jauhin barra."teriak alexa.


"tapi apa salah aku al...aku ga coba deketin barra kok."jawab vania yang mencoba untuk berdiri dengan kakinya yang masih terasa sakit.


"alah,ga usah alesan.loe fikir loe gak tau kalo loe coba ngerayu barra di perpus tadi.gue lihat semuanya.loe sok sok an kecentilan senyum senyum ke barra.apa ga cukup yang udah gue lakuin ke elo kemarin.bisa bisa gue hancurin muka loe kaya nasib kue kue loe kemarin."bentak alexa sambil mengangkat tangannya hendak menampar wajah vania.namun semua nya terhenti saat tangan barra memegang tangan vania yang hendak menampar pipi vania.


"jadi elo kemarin yang nabrak sepeda nya vania sampai dagangannya pada jatoh.hah..."bentak barra yang membuat alexa terkejut karena kedatangan barra yang tiba tiba.


"eh...anu bar,,elo salah faham...gue...gue."jawab alexa dengan terbata bata...mencoba memberikan alasan pada barra.

__ADS_1


"udah ya al..gue udah denger semua yang loe bilang tadi.ga usah ngeles,gue tau loe yang nabrak vania kemarin.gua ga suka dengan cara loe yang kaya gini.kalau loe bukan cewek,udah gue bales perbuatan loe ke vania."teriak barra dengan kesalnya sambil menatap tajam penuh emosi ke arah alexa.


"maafin aku barra..aku terlalu mencintaimu.aku ga suka cewek ini mendekatimu...aku...aku..."alexa tak melanjutkan kata katanya.ia menangis terisak berharap agar barra merasa iba...


barra pun mendorong tubuh alexa namun tak sampai terjatuh.ia lalu menggandeng tangan vania dan mengajaknya pergi dari hadapan alexa..hal itu membuat alexa semakin marah dan cemburu..namun ia tak bisa berbuat apa apa.


untung saja adel dan rossa segera mengadu kepada barra saat melihat alexa dibawa paksa oleh alexa.sehingga barra dapat menyelamatkan vania dari tamparan alexa.


"elo gapapa kan van..apa elo luka?"tanya adel dan rossa karena merasa khawatir dengan keadaan vania..


"gue gak papa kok...beneran"jawab vania singkat.


tiba tiba barra menggandeng tangan vania."dia pulang bareng aku."kata barra memberi isyarat pada adel dan juga rossa.


"tapi mas,aku gapapa..aku naik bus aja."elak vania.. namun barra tetap menggandeng tangan vania menuju parkiran.vania tak dapat berbuat apa apa,ia melambaikan tangannya pada rossa dan juga adel...


yang disambut lambaian tangan pula oleh kedua sahabatnya itu meski dengan tatapan penuh tanda tanya.mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat.barra yang dingin bisa bersikap seperti itu pada vania...


vania terpaksa naik di belakang motor barra meski banyak mata yang memandang mereka dengan tatapan tak suka.bagaimana lagi,barra tak melepaskan tangannya dari tangan vania.meski vania mencoba untuk menarik tangannya lepas dari pegangan barra.namun barra malah semakin kuat menggandeng tangannya.


"lepasin mas,gimana aku mau pegangan kalau mas pegang tangan aku terus."kata vania coba melepaskan tangan barra.


"udah,pegangan sama aku aja.ga usah pegangan belakang motor."jawab barra singkat.


"tapi..."vania tak melanjutkan kata katanya karena barra lebih dulu menarik tangannya memegang pinggang barra.tapi vania tak bisa berbuat apapun karena satu tangan barra terus saja memegangi tangannya dan tangan yang lain memegangi stang motornya.


akhirnya motor itu berlalu meninggalkan gerbang sekolah dengan banyak mata yang menatap mereka dengan tatapan tidak suka.

__ADS_1


__ADS_2