Lembaran Baru

Lembaran Baru
bebas


__ADS_3

hari ini vania duduk di tepi ranjang kamarnya.terlihat dia sedang menangis meratapi nasibnya.baginya sekarang hidupnya sudah hancur.dia sudah tak memiliki siapapun lagi sekarang.ibunya sudah pergi meninggalkannya untuk selama lamanya.bahkan laki laki yang ia cintai sudah sangat membenci dirinya.


"hey..mau sampai kapan kau duduk di situ.ayo siap siap.pelanggan mu sudah datang"teriak orang berbadan kekar di depan pintu kamar vania.


vania tak sedikitpun menghiraukan orang itu.baginya kini hidupnya sudah tidak ada artinya lagi.biarpun dia harus mati karena disiksa oleh laki laki pengawal itu,dia tak perduli.dia tetap duduk di tempatnya sekarang.


"silahkan masuk tuan.maaf sudah membuat anda terlalu lama menunggu."sambil mempersilahkan pelanggan nya masuk ke kamar vania.


vania mencengkeram sprei tempat tidurnya kuat kuat.tak tahu lagi berapa pria yang harus ia puaskan malam ini.


"vania..."sapa pria yang baru saja masuk ke kamar vania setelah menutup pintu kamarnya.


"zidan..."vania berlari ke arah pria itu...memeluknya.

__ADS_1


"bawa aku keluar dari sini.aku mohon!aku sudah tidak sanggup lagi...aku...aku..."vania mulai terisak.zidan memeluk wanita itu erat..sebentar ia melepas pelukannya dan menghapus air mata di pipinya.


"aku pasti akan mengeluarkanmu dari sini vania.bukan kah aku sudah berjanji padamu.."zidan mencoba menenangkan gadis di depannya itu.


tiba tiba terdengar suara keributan di luar.beberapa orang terdengar berlarian,dan juga terdengar bunyi suara tembakan beberapa kali.vania panik,dia berusaha mencari tahu apa yang terjadi namun zidan melarangnya keluar.vania akhirnya menurut,sampai akhirnya pintu kamar mereka pun terbuka.


"ini wanita yang anda maksud tuan?"tanya beberapa pria dengan seragam polisi kepada zidan.


"iya pak..bagaimana keadaan di luar?"tanya zidan pada polisi itu.


vania memandang zidan,zidan pun mengangguk setuju.digenggamnya tangan vania erat."kau sudah aman sekarang,kau sudah bebas dari tempat terkutuk ini."gumam nya.zidan pun mengantar vania keluar dari kamar itu menuju kantor polisi.


"terimakasih atas kerja sama anda nona.kami akan segera membuat tindakan agar secepatnya menangkap nona alexa."ucap polisi itu sambil menjabat tangan vania.

__ADS_1


vania pun mengangguk,dia keluar dari kantor polisi bersama zidan yang masih berada di sampingnya.


"ayo...aku akan mengantarmu pulang."kata zidan kemudian,sambil menggandeng tangan vania menuju mobilnya.


hari ini vania tak percaya atas apa yang telah terjadi,hal yang mustahil di bayangkannya bisa keluar dari tempat terkutuk itu.entah apa jadinya kalau zidan tidak membawanya keluar dari tempat itu.mungkin saat ini dirinya sudah **** di tempat itu.ya,,,vania merasa saat ini hidupnya sudah hancur.rasanya dia ingin mengakhiri hidupnya saja saat itu daripada harus menjadi wanita penghibur.untung saja zidan datang dan menyelamatkannya,memberikan harapan baru bagi kehidupannya.


"terimakasih zidan.."ucap vania pada zidan yang sedang duduk di depan teras rumahnya.vania begitu berhutang budi pada laki laki itu,kalau tidak ada zidan entah apa yang akan terjadi dengan dirinya sekarang.


"sudah kewajibanku menolong temanku bukan?jadi kau tak perlu berterima kasih padaku."ucap zidan memandang wajah vania tulus..


"tapi aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku kalau kau tak datang.sekali lagi terima kasih sudah menyelamatkan kehidupanku."sambung vania lagi.


"sudahlah...jangan sungkan.mmmmmm...ngomong ngomong aku ada tawaran pekerjaan untukmu.itupun kalau kau mau.salah satu temanku memberi kabar kalau di toko nya sedang menerima karyawan baru.kalau kau bersedia aku akan mengantarkanmu kesana menemui temanku."ucap zidan menawarkan bantuan.

__ADS_1


"tentu saja aku bersedia.kau tahu kan,aku tidak punya kegiatan apa apa lagi sekarang.bagaimanapun juga aku harus mencari pekerjaan,setidaknya aku akan punya kesibukan.lalu kapan kita akan menemui temanmu itu?"ucap vania tak sabar.


"besok...aku akan menjemputmu jam 11 siang.bersiap siaplah."ucap zidan sambil tersenyum karena dia bisa membantu vania mendapatkan pekerjaan.


__ADS_2