
jantung vania berdegup kencang saat banyak mata yang menatapnya dengan tatapan tajam dan tidak suka.sebagian dari mereka mulai bergunjing tentang vania.vania merasa takut dengan tatapan tajam yang mengarah padanya.ia berlari menuju kelas tanpa berani melihat banyak mata yang menatapnya.ia tahu betul alasan mereka menatapnya,mereka pasti tidak suka melihat vania berangkat sekolah di bonceng motor barra.bagaimana mungkin seorang barra pradipta yang terkenal dingin dengan para wanita di sekolahnya bisa membonceng seorang vanita.gadis yang biasa biasa saja dan dari keluarga sederhana.
vania langsung menuju ke tempat duduknya dengan nafasnya yang terengah engah.bagaimana tidak,ia berlari menaiki tangga secara tergesa gesa meninggalkan bara begitu saja.tanpa berkata apapun,bahkan sekedar ucapan terima kasih,ia terlalu takut dengan banyak mata yang menatap tajam ke arahnya.
"untunglah belum terlambat."batin nya...
tiba tiba datanglah rosa teman sebangku vania.
"van,beneran elo dibonceng ama barra?"tanya rosa menyelidik.
"emang beneran van?"tanya adel,teman vania yang lain..
belum sempat vania menjawab,pak guru segera datang..akhirnya adel dan rossa kembali ke tempat duduknya masing masing.
"aku denger dari si alexa.katanya kamu berangkat dibonceng ama barra.emang bener?"selidik rosa lagi.
"udah entar aja gue ceritain...pas istirahat,kita belajar dulu aja."jawab vania enteng.
"yaaah...."rossa sedikit kecewa mendengar jawaban dari mulut vania.
bel istirahat pun berbunyi,rossa dan adel yang tidak sabar segera memberondong vania dengan banyak pertanyaan.
"bener kamu dibonceng barra?"
__ADS_1
"kok bisa."
"emang kalian pacaran?"
wajar kalau mereka kaget dan memberondong vania dengan banyak pertanyaan.karena selama ini barra tak pernah membonceng wanita sekalipun,ia bahkan selalu bersikap dingin pada semua wanita yang mengejarnya.
"udah ah,kita ke kantin aja.ntar aku ceritain sambil makan.perut ku laper...apa kalian gak laper?"jawab vania sambil meninggalkan rossa dan juga adel.
adel dan juga rossa pun mengikuti vania dari belakang dengan antusias.
setibanya di kantin sekolah,vania memesan makanan dan langsung duduk di bangku kosong.begitupun dengan rossa dan adel.
"ayo.katanya mau cerita."desak adel sudah gak sabar nunggu jawaban vania sahabatnya itu.
"iya...iya...ga sabaran banget sih."kata vania sambil tertawa melihat tingkah ke dua sahabatnya itu.
"udah gitu doang?"timpal rossa sedikit kecewa.
"hmmm..."jawab vania mengangguk.
"yah...kirain kalian pacaran."timpal adel
"enggak lah...cuman nebeng doang.ga lebih.lagian sejak masuk sekolah kan ga pernah bicara sama si barra,cuma kenal namanya doang.gimana bisa pacaran."jawab vania
__ADS_1
"iya juga sih...barra kan dingin banget sama cewek.tapi kok aneh ya,dia kok mau boncengin kamu.kamu loh cewek pertama yang dibonceng pake motornya.setahuku sih..."kata adel.
"kasihan sama vania mungkin.takut dia telat.nyari bus ga dapet dapet."terka rossa.
"mungkin...."gumam vania.
makanan yang mereka pesan pun datang.dan mereka segera menyantap makanan itu dengan lahapnya.tiba tiba vania teringat sesuatu.
"eh,aku tadi lupa ngucapin makasih ke barra karena udah ditebengin."kata vania kepada kedua sahabatnya.
"ya udah,kalo gitu samperin aja.ucapin makasih."jawab rossa semangat.
"tar aja deh pas pulang sekolah."jawab vania.
tanpa mereka sadari,ditengah obrolan mereka ada beberapa mata yang mengawasi mereka dengan tatapan tidak suka.
"lihat tuh al,wanita itu udah godain barra loe.kata anak anak,tadi pagi dia berangkat sekolah dibonceng ama si barra."bisik nia pada alexa.
alexa tak menjawab,namun wajahnya sudah memerah karena menahan emosinya.tangannya mengepal dengan sorot mata yang tajam ke arah vania.andai di kantin itu tidak ramai,pastilah alexa sudah ngelabrak vania dan memakinya.
"elo aja ga pernah dibonceng kan ama si barra.masa cewek biasa kaya si vania bisa sih dibonceng pakai motornya barra."bisik nia lagi yang semakin membuat telinga alexa panas.
memang benar,selama ini alexa tak pernah melihat barra dekat degan wanita manapun.bahkan ia yang terang terangan menyatakan cinta ke barra tak pernah ditanggapi oleh barra,pernah sekali alexa meminta barra untuk mengantarnya pulang menggunakan motornya.namun itu ditolak oleh barra.sekarang hati alexa terbakar cemburu karena barra malah membonceng vania,wanita biasa yang kalah cantik dengan nya.
__ADS_1
alexa adalah primadona di sekolah itu.dia digilai banyak pria di sekolahnya,namun alexa tak pernah menanggapi mereka karena alexa hanya mencintai barra.baginya barra lah yang cocok menjadi kekasihnya.karena barra juga primadona sekolah itu yang digilai banyak wanita.
"sudah.ayo kita pergi.nanti aku kan bikin perhitungan dengan wanita itu."kata alexa kepada nia sambil beranjak pergi meninggalkan kantin itu