Lembaran Baru

Lembaran Baru
novi


__ADS_3

"kau mau mengajakku ke mana sih."tanya vania pada zidan.zidan nampak bersemangat menarik tangan vania tanpa peduli meskipun vania terus bertanya padanya.sampai akhirnya mereka tiba di sebuah kursi taman.tampak seorang wanita sedang duduk di kursi itu.wajahnya cantik dengan rambut lurus panjang sebahu.


"hai sayang.maaf ya sudah lama menunggu."ucap zidan pada wanita itu.wanita itu tersenyum membalas senyuman zidan.


"nih kenalin,pacar aku..novi.cantik kan"ucap zidan memperkenalkan wanita yang duduk di taman itu kepada vania.zidan pun langsung duduk di sebelah wanita itu sementara vania duduk di depan mereka.


"jadi mbak yang namanya vania?mbak cantik banget.pantas saja mas zidan selalu muji muji mbak terus."ucap wanita itu sambil tersenyum ke arah vania.


"hehe..mbak bisa aja,mbak juga cantik kok.ga salah pilihan nya zidan.orang mbak novi cantik gini."jawab vania ikut memuji kecantikan wanita di depan nya ini.


beberapa waktu mereka mengobrol,nampaknya novi memang wanita yang gampang akrab dengan orang yang baru ia temui.novi juga sangat baik,ramah meskipun dia tahu bahwa vania adalah wanita yang pernah dicintai oleh zidan kekasihnya.


"eh,ga terasa udah sore nih.aku mesti balik dulu.ini juga udah mulai mending.takutnya nanti bakalan turun hujan."ucap vania sambil memandang ke arah langit.nampak awan hitam pekat pertanda hujan akan segera turun.

__ADS_1


"ga mau bareng ama kita van?"ajak novi pada vania.


"enggak kok,aku naik taksi aja.lagian takut ganggu.hahaha."vania tertawa gelak sambil memandang ke arah zidan dan novi.


akhirnya mereka pun berpisah,vania mengantar kepergian novi dan zidan dengan lambaian tangannya.vania tersenyum bahagia melihat zidan sudah menemukan kekasih hatinya.tak berapa lama taksi pesanan vania pun datang,vania langsung masuk ke dalam.benar saja,,hujan langsung turun dengan lebatnya."ah..hampir saja."batin vania


flash back.


"tapi zid...bukan nya kamu dan lisa pacaran?"mengernyitkan alisnya.kaget dengan lamaran zidan yang tiba tiba.


"haha..aku dan lisa ga ada hubungan apa apa kok.kami cuma teman saja,dia juga tahu kalau aku suka sama kamu semenjak sma.jadi gimana van..kamu mau nerima aku kan,aku janji bakalan buat kamu bahagia."ucap zidan menegaskan.


setelah berfikir dan diam beberapa saat.

__ADS_1


"maaf zid,aku ga bisa menerima lamaran ini.aku mohon kamu jangan marah dan benci sama aku ya.selama ini aku hanya menganggap kamu sebagai teman zid,dan aku masih belum bisa melupakan dia...."sambil menahan air matanya yang hampir terjatuh.


"aku ga ingin rasa cintaku ini akan membuatmu terluka zid.bagaimana mungkin aku bisa menerima dirimu jika di hatiku masih ada pria lain.sekali lagi aku minta maaf."ucap vania..


"ga apa apa kok van.aku mengerti..."sedikit ada rasa kekecewaan di mata zidan.


"tapi kita masih bisa berteman kan?"ucap zidan lagi.


vania mengangguk cepat. "tentu saja zid,baik dulu,sekarang atau esok...aku akan selalu menjadi teman yang selalu ada untukmu."ucap vania mantap.


zidan tersenyum...


"ternyata kamu masih belum bisa melupakannya van,meski pria itu sudah membuatmu terluka.huft...mungkin sudah tidak ada kesempatan bagiku lagi untuk mengharapkanmu lebih dari seorang teman.semoga keputusanmu ini tepat van."ucap zidan dalam hati

__ADS_1


__ADS_2