Lembaran Baru

Lembaran Baru
cerai


__ADS_3

Cekrek....


terdengar suara pintu dibuka.Barra melihat Nada yang ketiduran di sofa ruang tamu dengan tv menyala.di sentuhnya dahi gadis itu.masih sedikit demam.


"Nad..Nada..bangun..."sambil mengguncangkan bahu istrinya.


Nada menggeliat pelan.."eh,iya mas..kamu udah pulang..dari mana aja.kok baru pulang."tanya Nada.


"Aku nginep di rumah mama kemarin.nih..kamu makan dulu.kubelikan tadi di luar."sambil menyerahkan sebuah bungkusan kepada Nada.


"gimana kondisi kamu.tadi apa kata dokter?"tanya Barra.


"mmm....aku cuma demam biasa kok mas..kecapek an mungkin."jawab Nada sambil mengunyah makanan nya.


"Ya udah kalau gitu.habisin gih..aku mau ke kamar."Barra lalu naik ke lantai dua.menuju ke kamar nya untuk segera mandi.


"Nad..sementara ini aku minta bi Minah buat tinggal disini.nemenin kamu.biar bisa ngerawat kamu saat kamu sakit."Ucap Barra selesai mandi sambil menuruni tangga.


"Iya mas..lagipula aku juga belum bisa beres beres rumah..kepalaku masih terasa pusing."Jawab Nada setuju.


"Aku udah telepon mama.besok pagi bi Minah bakalan ke sini."Ucap barra sambil merogoh hp di saku celana nya.dilihat nya beberapa pesan yang masuk ke handphone nya.


"Selamat yang mau jadi calon ayah.jaga baik baik istrinya,jangan banyak pikiran."salah satu pesan dari dokter yang memeriksa Nada.Barra pun memicingkan mata nya.

__ADS_1


"Nad...kamu hamil?"ucap barra yang membuat Nada tersedak saat sedang menenggak air.


"Ini dokter bilang..kamu hamil Nad,,emang bener kamu hamil?"Barra mengulangi lagi pertanyaannya.memastikan apakah pesan yang diterimanya itu benar ataukah hanya bercanda.lagipula dia belum pernah sekalipun menyentuh istrinya itu.


"Mas...aku,,aku bisa jelasin."Ucap Nada lirih.suaranya bergetar takut kalau barra akan marah.


Barra mendekati wanita itu.mengangguk pelan.memberi isyarat agar Nada meneruskan kalimatnya.


"I..iya mas..aku hamil.4 minggu..."Ucap Nada yang membuat barra semakin terkejut.


"Tapi kita tidak pernah melakukan nya Nad..bagaimana kamu bisa hamil?"Ucap barra sedikit menekan nada suaranya.membuat Nada ketakutan.


"A..aku...aku...minta maaf mas."Nada mulai menangis.


"Bertanggung jawab..pada Nada.Maksudnya?"Nada masih memikirkan perkataan Barra barusan.


"Aku minta maaf sama kamu Nad.tapi sebelum aku tahu tentang kehamilanmu ini,aku memang ingin kita berpisah."ucap Barra memandang lekat mata Nada.


"Aku rasa hubungan ini tidak wajar..kita sudah menikah.tapi aku masih mencintai wanita lain.dan kau..."Barra tak melanjutkan kata katanya lagi.


"Siapa pria itu Nad..apa kau mencintainya?Apa dia juga mencintaimu?"Barra kembali bertanya.Bagaimanapun juga,Barra tahu sifat Nada.dia bukanlah wanita gampangan yang mau begitu saja ditiduri laki laki.


"Vicky mas...dia ayah dari anak ini."bisik Nada lirih sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


"Kau mencintainya?Apa dia tahu kau hamil anaknya?"Tanya Barra.


"Dia tahu aku hamil..tapi hubungan kami sedang tidak baik sekarang.aku juga tidak tahu apakah aku mencintainya atau mencintaimu."Ucap Nada ragu.


"Shit...kenapa kau begitu bodoh Nad.kalau kau tidak mencintainya,kenapa kau mau melakukan itu dengan pria itu.sekarang tatap aku Nad..kau lihat kan,selama aku menjadi suamimu.belum pernah sekalipun aku memberikanmu kebahagiaan.kebahagiaan seorang istri.jadi bagaimana bisa kau mengatakan kau mencintaiku.hah..."Barra menggenggam bahu Nada erat.


"Aku tak tahu mas,tapi aku juga putus asa saat Vicky memintaku putus.dia bilang aku harus bercerai denganmu dan dia akan menerimaku kembali."Ucap Nada sambil tertunduk terisak.


"Dan apa kau mau kembali padanya?apa kau merindukannya?"Tanya barra menatap lekat mata Nada.Entah kenapa Nada memang sangat merindukan ayah dari anaknya itu.Nada pun mengangguk.


"Iya..aku merindukannya.tapi dia tak mau mengangkat teleponku."Nada semakin terisak,kali ini dia memeluk Barra.


Barra lega mendengar jawaban istrinya ini."Bodoh..kau sangat mencintainya.kau hanya belum sadar akan perasaanmu padanya."Barra memeluk nada erat,mengelus pelan rambut wanita itu.


selama mereka menikah,baru kali ini mereka melakukan kontak fisik.meskipun hanya sekedar pelukan.pelukan biasa layaknya seorang sahabat..


"Besok aku antar kau menemui Vicky ya?"Tanya Barra.


"Tapi mas..."Ucap Nada tak meneruskan kata katanya.


"Semua akan baik baik saja.."Barra tersenyum.mengusap rambut Nada pelan.Nada pun membalas senyuman Barra.


entah kenapa di hatinya merasa sangat lega,meskipun ia tahu.ia akan bercerai dari suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2