
mata barra terasa panas melihat gambar di layar handphone nya.hatinya terasa hancur,tangannya mengepal dengan nafasny yang tak beraturan..emosi nya memuncak,dia sangat cemburu menatap foto zidan yang sedang memeluk vania yang telah dikirim oleh nomer yang tak dikenal.barra tak percaya gadis yang sangat dicintainya telah merusak kepercayaannya.
emosi barra kian bertambah saat mencoba menghubungi vania namun nomornya tidak aktif.tentu saja tidak aktif,karena handphone vania hancur karena perbuatan pria jahat yang sudah membanting hp nya.ingin rasanya barra pulang dan meminta penjelasan pada vania,tapi hal itu tak mungkin.barra juga tak bisa menghubungi zidan karena ia tak punya nomor kontaknya.barra mengacak acak rambut di kepalanya karena bingung dengan apa yang harus dia perbuat...di wajahnya tampak kekecewaan dan kemarahan yang menjadi satu.
"kamu beneran gak apa apa aku tinggal pulang..."kata zidan pada vania...
"gak apa apa kok mas...aku udah baikan.makasih ya mas..udah bantuin aku tadi."jawab vania sambil menyerahkan jaket zidan padanya setelah ia berganti baju.
"ya udah kalau gitu..kamu jaga diri baik baik ya..aku pamit..assalammualaikum."zidan pergi meninggalkan vania di kost nya..
"waalaikum salam..."jawab vania sambil menutup pintu kamar kost nya dan langsung menguncinya.
vania merebahkan tubuhnya di kasur..hari ini ia merasa sangat lelah,ia tak percaya dengan apa yang barusan dialaminya.hampir saja kesuciannya hilang direnggut pria yang tak ia kenali.vania menangis terisak...menyesali apa yang telah terjadi padanya..kenapa ini semua harus dialaminya.."kenapa harus aku..."batin nya..karena terlalu lelah..akhirnya vania tertidur dengan air mata yang mengalir di pipinya..
pagi harinya vania bangun dari tidurnya..dia mengambil handuk dan bersiap siap untuk mandi..."tumben mas barra ga ngubungin aku.."batin nya...lalu dia baru teringat kalau handphone nya telah hancur...
"ya ampun...sejak kemarin siang sampai pagi ini aku ga ngubungin mas barra...pasti dia cemas."batin vania..dia segera ke kamar mandi untuk mandi karena hari ini ada kuliah pagi."sepulang kuliah akan ku beli hp baru..lalu menghubungi mas barra."fikir nya.
di kamarnya,barra tak bisa tidur..sudah sejak kemarin nomor vania tidak aktif..sekarang jam 10 malam di amerika.barra semakin tak tenang karena nomor vania masih juga tidak aktif."pasti mereka (zidan dan vania) sedang senang senang sekarang." batin nya.banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh vania,tentang foto itu..tentang hubungan mereka...ah sudahlah,barra terlalu pusing memikirkan hal ini sejak kemarin.dia letakkan handphone nya di atas meja,berharap vania segera menghubunginya.
"hallo...assalammualaikum mas."ucap vania menghubungi barra.
"hmmmm..."jawab barra singkat.barra masih setengah sadar karena dia baru saja bisa tertidur saat vania meneleponnya.
"kok hmmm doang...emang ga kangen ama aku?kamu kok lemes gitu mas...baru bangun tidur...?"tanya vania lagi.
"ternyata masih inget juga ama aku.kirain udah lupa...karena udah ada penggantinya disana."jawab barra sambil mengucek matanya yang masih mengantuk dan mencoba bangun dari tidurnya.
"maksud mas?"tanya vania ga mengerti.
__ADS_1
"halah..ga usah sok sok an ga ngerti.nomor kamu kenapa ga bisa dihubungi dari kemarin kenapa?"tanya barra memancing...
"handphone ku rusak mas..ini baru beli yang baru."vania menjelaskan...
"trus udah selesai seneng senengnya ama zidan?"jawab barra lagi dengan nada yang agak tinggi...
"seneng seneng?ama zidan?maksud mas barra apa?"tanya vania bingung.
"kamu ngapain aja ama zidan kemarin..ga usak sok sok an ga ngerti...aku udah lihat semuanya.kamu ga usah bohongin aku lagi,aku gak nyangka kamu bisa rusak kepercayaan aku dengan selingkuh di belakang aku."ucap barra kesal.
"selingkuh?aku sama zidan?kok mas barra bisa nuduh aku kaya gitu sih mas..aku ama mas zidan ga ada hubungan apa apa."vania terus menjelaskan..
"halah..udah ga usah jelasin apa apa.aku tau zidan udah lama suka sama kamu.aku juga tahu kamu pernah nolak cintanya,tapi aku ga nyangka...kamu bisa bisanya duain aku sama dia."nada barra semakin meninggi...
"mas...aku beneran ga ngerti yang kamu maksud mas...aku ama mas zidan itu temenan doang.ga lebih.aku cuma cinta sama kamu mas..."vania mulai terisak,,tak menyangka kalau barra meragukan kesetiaannya..
"trus yang aku lihat kemarin apa.aku tuh lihat foto zidan meluk kamu..mesra banget."ucap barra semakin keras...
"kamu salah faham mas...ga terjadi apa apa aku sama mas zidan...jadi gini ceritanya..."vania mulai menjelaskan pada barra tentang kejadian kemarin...
"aku kan udah minta izin ama kamu buat datang ke reuni mas..
aku juga gak tahu kalau kejadian itu bakalan terjadi..aku nggak kenal pria itu siapa.beneran aku ga bohong mas...mas bisa tanyain ama rossa dan adel..disana juga ada pak adi (guru) yang kebetulan masih berada di sekolah dan belum pulang.mereka lihat semua pas zidan nolongin aku."vania mencoba menjelaskan pada barra...
barra berfikir sejenak..bisa saja vania dan zidan berbohong..tapi rossa?adel?pak adi?apa benar yang vania katakan...kalau vania berani bawa nama pak adi.itu berarti dia ga mungkin bohong..lagipula barra tahu,selama menjalin cinta dengan vania.tak sekalipun vania pernah membohonginya.gadis itu adalah gadis yang jujur..barra tahu itu sejak masih kelas 2 sma karena dia selalu mengamati vania diam diam.ah bodoh,harusnya barra tak begitu saja mencurigai vania tanpa mengetahui alasan dari mulut vania sendiri.sekarang ia merasa menyesal...
"aku jujur mas..aku ga pernah bohongin kamu.aku ga tahu siapa yang fotoin aku pas mas zidan nolongin aku...aku ngerasa dijebak mas.tolong kamu percaya ama aku."vania masih meneruskan kata kata nya...
"tapi siapa yang menjebak vania?dengan maksud apa?apa karena ingin menghancurkan hubungan kami?"fikir barra...
__ADS_1
"mas,,,mas barra."ucap vania mengagetkan barra.
"ya udah yank...aku percaya sama kamu...aku minta maaf karena udah curiga sama kamu.."ucap barra yang membuat vania merasa tenang..
"makasih ya mas...aku bersumpah mas..aku ama mas zidan ga ada apa apa....sungguh,aku cintanya cuma sama kamu."ucap vania lagi...
"kalo berani sumpah..ga mungkin vania bohong,,"fikir barra.
"iya yank...udah udah jangan nangis..aku minta maaf udah bentak bentak kamu tadi.soalnya aku kesel lihat foto kamu di peluk zidan."ucap barra merasa tenang setelah tahu kejadian sebenarnya.
"iya mas..gapapa.yang penting mas tahu kalau aku ga bakalan duain kamu..."jawab vania sambil mengusap air matanya.
sejenak mereka terdiam sesaat.barra merasa bersalah karena menuduh vania macam macam...tiba tiba...
"mas...aku kangen"ucap vania.
barra kaget,senang dan tersenyum..baru pertama vania bilang kangen lebih dulu padanya.biasanya barra duluan yang selalu ngomong itu.
"aku juga yank...aku kangen banget sama kamu."jawab barra sambil tersenyum.
"i love you mas barra...jangan marah dan bentak bentak aku lagi ya mas.aku sedih kalau kamu bentak bentak aku."ucap vania..
barra merasa sangat menyesal atas kecurigaannya.
"maafin aku ya yank..aku ga akan bentak bentak kamu lagi...aku juga cinta sama kamu yank."ucap barra
"ya udah mas...aku tutup dulu teleponnya ya.nanti malam kita lanjut lagi..kamu buruan bangun trus mandi.."ucap vania
"he..em yank...mmmuacch..."ucap barra.
__ADS_1
"mmmuachhhhhhh...."vania menutup teleponnya.
tersungging senyuman di bibir barra,akhirnya kecurigaannya tak terbukti.tapi siapa yang berniat menghancurkan hubungannya dengan vania?"bagaimanapun juga dia harus lebih berhati hati menjaga hubungan ini."batin barra