
Hari pertama puasa.
Jihan sudah bangun semenjak pukul 2 tadi dan kini wanita itu dibantu Jalwa serta Bibi sedang menyiapkan makanan untuk sahur. "Sudah selesai semua pindahin ke ruang makan ya. Ibu mau bangunkan yang lain." Pesannya lalu bergegas pergi setelah mendapat respon dari Jalwa.
__ADS_1
"Jason Sayang. Ayo bangun. Waktunya sahur." Ia menyalakan lampu kamar putranya. Pemuda itu tampak menggeliat masih enggan membuka mata. "Cium dulu Ma." Jawabnya sambil tersenyum. Jihan menurut. Ia mencium kening dan mengusap kepala putra tertuanya. "Ayo bangun. Ibu mau bangunkan yang lain dulu." Jason dengan segera mendudukkan diri. Melawan rasa kantuk Ia melangkah ke kamar mandi untuk mencuci muka.
Selesai membangunkan anak anak Jihan menggendong Juma yang masih mengantuk menuju kamarnya untuk membangunkan sang suami. "Pa. Bangun Pa. Sahur." Ucapnya mengguncangkan lengan pria yang masih nyaman dengan selimutnya itu. "Bentar Ma. Lima menit." Ia mencoba bernegosiasi. "Ayo bangun ah. Yang lain sudah pada bangun tuh." Kata Jihan. Jeff tersnyum lalu bergegas duduk. Ia memeluk istrinya dengan mata yang masih terpejam. "Kok aneh." Gumamnya lalu membuka mata. "Juma." Lirihnya menatap Jihan dengan penuh tanda tanya. "Udah sana cuci muka. Jangan seperti Juma yang sulit bangun. Sudah di gendong begini masih mau lanjut tidur." Jeff kasihan dengan istrinya yang begitu lelah. Terbersit dalam pikiran untuk mengurungkan niat tambah momongan karena hal itu. "Tunggu ya Ma." Ia segera ke kamar mandi setelah mengecup pipi sang istri.
__ADS_1
"Biar Papa gendong." Jeff mengambil alih Juma yang masih pulas. "Tiap sahur juga begini Ma?" Tanyanya sambil menggandeng tangan Jihan dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan menggendong si bungsu. "Nggak juga. Semalam pasti tidurnya kurang nyenyak makannya sulit bangun." Jawabnya.
Jeff terbangun dari tidur singkatnya. Setelah subuh tadi Ia memang kembali tidur karena masih mengantuk. Ekor mata pria itu melirik Jihan yang baru keluar dari kamar mandi. Dengan langkah cepat Ia menghampiri sang istri dan memeluk dengan erat. "Jangan cium." Ucap Jihan sambil membungkam mulut suaminya. "Kenapa?" Tanyanya heran. "Puasa Pa. Nggak boleh ciuman." Jawab Jihan. "Kenapa nggak boleh cium? Kata Mama semua tubuh Mama milik Papa." Ucap Jeff. "Iya Pa. Tapi dalam keadaan puasa seperti ini kalau bisa jangan. Kalau enggak bisa mengendalikan nafsu dan berlanjut ke hal yang begitu kan bisa batal puasanya. Lebih baik menghindari." Jelas Jihan. "Yah berarti nggak bisa main dong?" Wanita itu hanya mengangguk menanggapi Jeff yang tampak kecewa. "Kalau Papa pengen?" Tanyanya. "Malam setelah tarawih dan sebelum menjelang sahur harus sudah mandi wajib. Memangnya Papa mau mandi malam malam." Pria itu tampak mengangguk. "Mau dong. Kan sudah biasa kalau habis bercinta langsung mandi karna Mama yang minta. Oh iya. Papa udah hapal doa nya yang waktu itu Mama kasih. Nggak perlu lagi di bimbing Mama Papa sudah bisa." Ucapnya dengan bangga hanya di tanggapi senyuman oleh Jihan.
__ADS_1
Siang hari yang begitu terik semuanya sedang bermalas malasan di ruang keluarga. Jeff menyusul istrinya tidur. "Cepet banget tidurnya." Ucap pria itu melihat Juma yang sudah pulas memeluk sang Ibu. "Memang tukang ngantuk dia." Jawab Jihan sembari mengusap punggung putranya pelan. "Buka puasa masih lama ya Ma?" Tanyanya di tanggapi anggukan oleh sang istri. "Haus atau lapar?" Jeff mengangguk. "Haus." Keluhnya manja. "Nanti kalau terbiasa juga nggak kerasa. Kalau pertama kali memang begitu. Di pakai tidur saja." Saran Jihan. Jeff mengangguk memeluk anak dan istrinya lalu ikut memejamkan mata.
Adzan magrib sudah selesai sedaritadi. Selepas sholat magrib semuanya berkumpul untuk buka puasa. "Ma. Kenapa harus minum air putih dan makan kurma dulu saat buka? Kenapa nggak langsung makan nasi saja?" Tanya Jeff sambil makan dengan lahap. "Sunah, perkara yang kita lakukan akan mendapat pahala. Ada di hadis riwayat Al Tirmidzi yang bunyinya Jika salah seorang dari kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma kering (tamr), karena hal itu mengandung keberkahan. Jika tidak ada, maka berbukalah dengan air karena air itu mensucikan. Selain itu dari segi kesehatan kurma juga sangat baik untuk di makan sebelum makan makanan berat karena kandungan glukosa sederhananya bisa langung memulihkan energi." Jelas Jihan. "Disini kalau lebaran ramai ya?" Tanya Jordan. "Iya. Ramai banget. Mayoritas kan muslim. Ada takbir keliling, kembang api dan lain lain pokonya rame." Jawab Jalwa. "Makanan yang paling enak kamu mau tau apa?" Jordan mengangguk semangat menanggapi Julian. "Opor ayam, sate, sama kue buatan Mama. Beuh....Nggak ada duanya." Jason berdecih. "Dia kalau soal makanan nomor satu." Ia terkekeh menggoda saudara kembarnya.
__ADS_1