Lembaran Baru Hidupku

Lembaran Baru Hidupku
Posesif


__ADS_3

Jihan sudah membagikan parcel dan mengantar para pekerja di rumahnya untuk mudik. Wanita itu masih berdiri di halaman menatap beberapa Bis yang baru saja berangkat. "Mama." Jordan berlari keluar rumah langsung memeluk Mamanya. "Jangan lari nanti jatuh." Tegur wanita itu sembari mengusap kepala putranya dengan lembut. "Anak nakal. Selesaikan sekarang juga." Ucap Jeff yang baru datang langsung menjewer telinga Jordan. "Ada apa sih?" Tanya Jihan heran. "Dia berantakin buku Papa Ma. Belum selesai rapikan malah pergi." Kesalnya. "Ayo di selesaikan dulu." Jordan mengangguk segera pergi setelah mengecup pipi Mamanya.


"Jadi buat kue?" Tanya Jeff merangkul pinggang istrinya mengajak wanita itu untuk masuk ke dalam. "Jadi. Tapi harus beli bahan dulu di swalayan depan." Jawab Jihan. "Ayo sekarang saja. Mupung Juma masih tidur. Jadi bisa pergi berdua." Ia tersenyum lalu mencium kening istrinya dengan lembut. "Tunggu dulu. Mau ambil uang di kamar." Jeff menggeleng. "Mama tunggu sini biar Papa yang ambilkan." Pria itu langsung bergegas pergi dengan sedikit berlari tak mau membuat istrinya menunggu lama.

__ADS_1


Dari berangkat sampai belanja pun Jeff tak melepaskan tangan sang istri. Pria itu bahkan selalu melayangkan tatapan tajamnya pada para laki laki yang mencuri curi pandang pada sang istri. Jihan yang sebenarnya risih pun tak mau menegur dan memilih diam dengan apa yang dilakukan suaminya. "Mama kenapa sekarang nggak galak lagi sama Papa? Beda saat dulu sebelum nikah." Tanya Jeff penasaran dengan perubahan istrinya. "Ya memang harus seperti itu. Dulu kan belum jadi istri makannya harus galak supaya Papa tau batasan eh ternyata di galakin juga nggak mempan." Jawabnya sambil memasukkan beberapa terigu ke dalam troli yang di dorong suaminya.


Sampai di rumah Jihan langsung membuat kue kering di bantu anak anak. "Tiap tahun begini Ma?" Tanya Jeff sambil menaburkan keju. "Iya. Papa harus cobain. Kue buatan Ibu paling enak." Sahut Jaffan. "Ibu. Yang sudah dingin jalwa masukin ke toples ya." Ucap gadis itu. "Iya. Toplesnya ada di lemari." Jawab Jihan. "Biar aku ambilkan." Jason bergegas pergi. Beberapa saat Jason kembali membawa toples di bantu Julian dan Dika. Mereka langsung memasukkan kue kue yang sudah jadi ke dalam toples. "Harumnya enak." Ucap Julian sambil terkekeh. "Nggak sabar pengen makan." Sahut Jordan. "Oh. Buku Papa sudah kamu rapikan?" Tanya Jeff memastikan tugas anaknya. "Sudah Pa. Papa lihat sendiri nanti." Jawab remaja itu.

__ADS_1


Juma menghampiri lalu memeluk Ibunya. Bocah tampan itu masih acak acakan karena baru bangun tidur. "Wah...Sudah bangun." Jeff tertawa kecil melihat anaknya yang begitu lucu. "Kelincinya sudah diberi makan belum?" Tanya Jihan mengingatkan. "Belum." Jawab bocah tampan itu dengan suara seraknya. "Kasih makan dulu. Jangan kamu suruh kelinci puasa juga." Juma mengangguk. Ia menggeser kursi untuk mengambil wortel di kulkas. "Tunggu. Papa ambilkan." Jeff bergegas menyusul putranya. Ia menggendong Juma membiarkan bocah itu memilih wortel sendiri.


Malam hari selesai sholat tarawih semuanya berkumpul di ruang keluarga sambil makan kue. "Mama nggak makan?" Tanya Pria itu melihat Jihan hanya menyuapinya dan anak anak bergantian. "Nggak. Masih kenyang." Jawabnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Jeff menghampiri istrinya yang pamitan terlebih dahulu ke kamar. "Mama sakit?" Tanyanya khawatir. "Nggak. Cuman pengen tiduran aja." Jawab Jihan. Pria itu ikut naik ke atas ranjang lalu memijit kaki sang istri yang sebenarnya rutin Ia lakukan setiap malam. "Nggak usah di pijit Pa." Ucapnya namun tidak di dengarkan seperti biasa. Daripada ujungnya berdebat Jihan memilih untuk diam membiarkan suaminya melakukan sesuka hati.


Juma masuk ke kamar Ibunya. Bocah tampan itu perlahan naik ke atas ranjang. "Ibu sudah tidur?" Tanyanya. "Iya. Ayo tidur juga." Ajak Jeff langsung di angguki putranya. "Selamat malam Ibu. Papa." Ucapnya mengecup pipi kedua orang tuanya bergantian lalu ikut tidur memeluk Ibunya. "Selamat malam Boy." Jawab Jeff mengecup Jihan dan Juma kemudian berbaring memeluk keduanya setelah mematikan lampu.

__ADS_1


__ADS_2