
Jihan masih mendandani kedua anaknya. "Mandi dulu sana Pa. Bajunya kan sudah aku siapin." Ucap wanita itu karena suaminya masih enggan untuk beranjak. Jeff menggeleng Pria itu malah mengeratkan pelukannya pada sang istri. "Ayo mandi bareng." Ajaknya kemudian meraih dan menggendong putrinya yang sudah cantik. "Nggak. Papa mandi duluan aja." Tolak Jihan lalu menggendong dan mengecup pipi putranya.
"Ibu." Anak anak memasuki kamar adiknya menghampiri sepasang suami istri yang masih sibuk dengan dua bayi mungil itu. "Ibu belum siap siap?" Tanya Jalwa. "Sebentar lagi. Tolong jagain adek ya. Ibu mau mandi dulu." Jawab Jihan langsung di angguki anak anaknya.
Jihan sudah selesai mandi dan bersiap. Wanita cantik itu sedang membantu suaminya memakai baju koko yang sudah Ia siapkan tadi. Sentuhan terakhir setelah memasangkan peci Ia menyemprotkan parfum pada tubuh pria di depannya itu. "Makasih Mama." Ucap Jeff memeluk dan mencium istrinya. "Sama sama. Ayo bergegas." Ajak Jihan karen tamu sudah datang.
__ADS_1
Semua begitu antusias menyambut kedatangan Jeff dam Jihan yang sedang menggendong kedua anaknya. "Cantiknya." Ucap Carissa mengusap pipi Jamia yang masih tertidur pulas. "Ayo bangun dong." Satria ikut ikutan. "Kalau bangun nangis kamu mau tanggung jawab?" Galak Jeff membuat pria itu seketika diam. "Sini ikut Paman." Jafar hendak menggendong keponakannya namun bayi itu seketika merengek. "Sama Om kalau gitu." Sama halnya dengan Jafar baru menyentuh saja Mark sudah membuat keponakannya menangis. "Sudah jangan diganggu." Tegur Jihan.
Acara akikah dimulai. Jeff bersama istrinya mengikuti serangkaian acara akikah anak kembar mereka yang di adakan secara besar besaran. Keduanya mengundang seluruh karyawan sebagai rasa syukur atas berkah yang di berikan oleh tuhan. Kini sedang berlangsung acara tausiyah yang di bawakan oleh ulama kondang yang sengaja Jihan datangkan. Jeff begitu antusias karena ini kali pertama baginya.
Juma dan Jihan sudah sampai di ruang keluarga. Wanita itu mengolesi punggung putranya yang merah merah dengan obat gatal. "Juma kok bisa gatal begini kenapa?" Tanya Jihan. "Tidak tau. Mungkin karna Juma pakai sabunnya kak Dika." Jawabnya. "Kan sabun Juma khusus. Jangan pakai yang lain." Ucap Jihan sambil memeluk putranya setelah memasangkan baju bocah tampan itu.
__ADS_1
Seluruh rangkaian acara telah usai. Para tamu sudah pulang hanya menyisakan keluarga dan sahabat Jihan. "Juma kenapa?" Tanya Jeff yang baru kembali dari mengantar Will ke depan. "Gatal. Salah sabun dia." Jawab Jihan. "Masih gatal?" Tanya Jalwa. "Sudah tidak. Sudah di kasih obat Ibu." Jawabnya sambil tiduran manja dengan menggunakan paha sang Ibu sebagai bantalan. "Anak anak pada kemana?" Jihan heran karena keponakan dan anak anak sahabatnya tidak ikut duduk bersama mereka. "Lagi di belakang lihat kelinci." Jawab Mark di tanggapi anggukan. "Antara kalian ada yang hamil nggak?" Tanya Jihan membuat mereka yang sedang minum seketika tersedak berjamaah. "Memang kenapa?" Adit mengerutkan keningnya heran dengan pertanyaan sahabatnya. "Masih ada susu lima kotak. Kalau ada yang hamil bawa pulang deh. Suami belinya nggak kira kira sih." Jawabnya. "Kan biar Mama bisa pilih mau rasa apa." Jeff membela diri. "Iya deh." Ucap Jihan menghela napas. "Kita nggak ada yang lagi hamil Ji. Jual lagi aja." Saran Dewi. "Dasar." Ia berdecak mendengar saran tak bermutu dari sahabatnya itu.
Kedua anak Jihan sama sama membuka mata. "Mata mereka mirip Papanya. Agak sipit." Ucap Reno di angguki oleh yang lain. "Tapi hanya mata saja. Yang lainnya sudah pasti full mirip Jihan." Sahut Mia. "Iya. Kalo besar nanti entah gimana. Tapi aku minta sikapnya jangan kaya Papanya." Satria terkekeh. "Memangnya kenapa?" Jeff menatap tajam sekertaris istrinya itu. "Lah Pak Jeff pikir sendiri kenapa." Jawab Satria. Mupung Jeff sedang dalam mood baik sesekali Ia akan menggodanya. "Jangan marah. Masa ada mertua mau marah." Lanjutnya mengundang tawa orang orang.
Malam hari Jihan makan bersama anak anak dan suaminya. Wanita itu baru saja menyusui dan memastikan kedua bayi mungilnya telah tertidur pulas. "Enak banget ya Ma?" Tanya Jeff sambil tersenyum melihat istrinya begitu lahap Ia suapi. "Enak." Jawab Jihan sambil mengunyah. "Gulai kambing kan kesukaan Ibu." Juma menyuapi Ibunya sate. "Tapi Mama pas lagi hamil nggak pernah minta." Jordan merasa heran. "Karna nggak kepengen." Sahut Jason. "Ada telpon." Jihan meraih ponselnya. "Siapa?" Tanya Jeff. "Nggak tau. Nomornya tidak dikenal." Jawab wanita itu kemudian segera mengangkat. "Halo." Ucap Jihan namun tidak mendapat jawaban. "Dengan siapa?" Tanyanya lagi namun tetap tidak mendapat jawaban. "Matiin aja. Ga jelas." Jeff merebut ponsel istrinya dan mengakhiri panggilan itu. "Sudah Papa blokir nomornya." Lanjut pria itu sambil meletakkan ponsel di atas meja.
__ADS_1