
"Mama mau makan apa?" Tanya Jeff melihat istrinya sedaritadi hanya minum tidak tertarik dengan menu makan siang yang di masaknya sendiri. "Mau nasi bebek." Jawab Jihan. "Papa pesankan. Ada yang lain lagi?" Tawarnya. "Sama es kelapa muda." Pria itu mengangguk. "Anak anak ada yang mau sesuatu?" Tanyanya sebelum memesan. "Tidak Pa." Jawab mereka kompak.
Cukup lama menunggu akhirnya makanan yang diinginkan Jihan tersaji. Wanita itu makan dengan lahap disuapi suaminya. "Tambahin sambelnya dong Pa." Jeff dengan cepat menggeleng. "Nanti Mama sakit perut." Jawabnya tak menuruti keinginan sang istri. "Juma kalau ngantuk tidur di dalam saja." Tegur Jaffan karena sedaritadi adiknya itu menguap. "Mau disini." Jawab Juma. "Kelinci kamu sudah dikasih makan?" Tanya Jason di jawab anggukan. "Waktunya mandi. Kakak mau nggak mandiin kelinci Juma." Julian tertawa kecil. "Ogah ah. Nanti mencakar." Jawabnya. "Kenapa dimandiin? Nanti kedinginan malah mati." Kata Jalwa. "Kotor kena pipis. Nanti biar aku yang mandikan." Juma tersenyum menatap Dika. "Sama kak Jordan juga. Iya kan?" Bocah tampan itu melirik remaja yang sibuk bersandar di sofa. "Kakak mau tidur." Ucapnya bergegas pergi setelah mengecup pipi sang Mama. "Nanti mungkin." Teriak Jordan sambil menaiki tangga.
__ADS_1
Jihan sudah selesai makan. Wanita itu duduk bersantai bersama anak anak dan suaminya. "Adeknya bergerak." Gumam Julian yang sedang menempelkan telapak tangannya di perut Jihan. "Semoga kalau lahir nanti jangan seperti Juma." Ucap Jaffan. "Kenapa?" Bocah yang di maksud tidak terima. "Kalau kamu ada tiga kakak tambah pusing." Jawabnya sambil tertawa. "Kamu harus seperti kakak. Biar kak Jaffan tambah pusing." Juma mengusap perut Ibunya. "Kamu cewek atau cowok sih?" Lanjut Juma bertanya. "Tidak tau. Maunya cowok atau cewek?" Tanya Jeff. "Apa aja Pa. Mau cowok atau cewek nggak masalah." Jawab Dika sambil tersenyum.
Sore hari Jeff menuruti keinginan istrinya untuk jalan jalan. Keduanya sudah berada di Mall bersama ketiga putranya. "Kalian mau apa?" tanya Jihan menawari. "Mau burger." Jawab Jordan cepat. "Ayo kita beli. Tapi di bungkus ya. Makan di rumah." Mereka mengangguk tanda setuju dengan Ibunya.
__ADS_1
Jihan berbelanja cemilan. "Jadi Dika minta apa?" Tanyanya karena sedaritadi belum mendapat jawaban. "Mau popcorn aja Ma." Wanita itu mengangguk kemudian berjalan lagi mencari makanan yang diinginkan putranya. "Itu diatas." Jeff langsung mengambil beberapa lalu memasukkannya ke dalam troli. "Sudah semua. Kita pulang yuk." Lanjut pria itu sembari menggandeng tangan sang istri.
Malam hari semuanya sudah selesai makan. Mereka berkumpul di ruang keluarga sambil makan cemilan yang di beli tadi. "Mama kenapa nggak ngidam?" Tanya Jeff karena istrinya tidak pernah minta apa apa yang aneh. "Nah. Mama kan sering minta jajan Pa." Sahut Jason. "Iya. Tapi bukan begitu maksud Papa. Kenapa mintanya nggak aneh aneh. Kata sekertaris Papa Ibu hamil itu mintanya suka di luar ekspektasi. Pernah dia cerita suruh cari mangga muda tengah malam. Dia nggak dapat akhirnya ambil punya orang diam diam terus ninggalin uang di depan pintu rumah pemilik mangga itu." Cerita Jeff. "Beneran?" Tanya Jaffan. "Iya. Lebih parah lagi pernah katanya di suruh beli bakso di bandung. Kalo nggak di turuti bakalan ngambek istrinya. Untung Mama nggak gitu. Kalau gitu pun sebisa mungkin Papa akan usahakan." Ucap Jeff mengusap perut sang istri. "Selain nggak mau ngerepotin juga aku emang nggak pengen apa apa sih." Kata Jihan sambil menerima suapan kentang goreng dari Juma.
__ADS_1
"Es teh nya mbak." Ucap Bibi yang baru datang. "Makasih Bi." Jawab Jihan menerima lalu langsung minum hingga tersisa setengah. "Mama udah dibilangin jangan kebanyakan minum es." Kesal Jeff lelah mengomeli istrinya tiap hari gara gara hal yang sama. "Haus. Gerah banget." Jawab Jihan membuat mereka saling pandang. Ac menyala dan suhu ruangan cukup dingin. Kenapa Jihan bilang gerah? "Mama. Ini dingin loh." Julian membenarkan. "Gerah. Tuh Mama berkeringat." Jawabnya sembari mengusap kening. "Ibu baik baik aja kan?" Tanya Jalwa di jawab anggukan cepat oleh Jihan.