Lembaran Baru Hidupku

Lembaran Baru Hidupku
Satu Tahun


__ADS_3

Satu tahun berlalu. Anak anak sudah mulai mengurus bisnis dan perusahaan menggantikan Jihan yang kini ingin fokus kepada si kembar yang begitu aktif. Jaffan dan Jalwa menghandle perusahaan Ibunya sembari menyelesaikan study S3 mereka. Jason kini menjadi CEO di perusahaan almarhum Papanya sedangkan Julian ingin fokus ke cafe. Keduanya bekerja sambil meneruskan S2 yang di target akan selesai beberapa bulan lagi. Jihan memberikan kebebasan bagi anak anak. Ia membiarkan mereka memilih apa yang mereka mau tanpa memaksakan.


Jihan mengecup kening kedua anaknya yang sudah tertidur pulas. "Capek banget ya Ma." Ucap Jeff memeluk istrinya. Ia begitu Iba melihat yang istri yang sangat sibuk mengurus rumah tangga dan anak anak. "Enggak. Lebih ke lapar sih." Ia tertawa kecil. "Ayo makan." Ajaknya sembari menggandeng tangan sang istri.


"Ibu." Juma memeluk Ibunya yang baru keluar dari kamar. "Wah. Sudah mandi ya." Ia menggendong lalu mengecup pipi putranya diikuti Jeff juga. Tubuh Juma yang ringan tak membuatnya keberatan sama sekali. "Sama Papa yuk." Jeff mengambil putranya karena tau istrinya lelah. "Juma lapar." Keluhnya. "Uhhh...kasihan. Ayo makan Ibu suapi." Bocah tampan itu mengangguk semangat menanggapi sang Ibu.

__ADS_1


Jihan dan Jeff bersama ketiga putranya sudah berkumpul untuk makan siang bersama. "Duh lupa." Ucap Jeff tiba tiba. "Kenapa?" Tanya Jihan. "Malem nanti ada undangan acara imlek. Mama bisa temani Papa datang kan? Papa suruh Will beli bajunya tadi." Jawab pria itu. "Memang harus pakai apa kok mendadak beli baju segala." Jeff mengigit bibir bawahnya. "Hanfu." Ucapnya pelan. "What....Harus pakai begituan? Nggak mau ah. Ribet. Lagian aku nggak bisa pakainya. Papa datang sendiri aja ya." Ia menolak. "Mama tega banget suruh Papa datang sendiri. Ayo dong Ma. Yang penting hadir. Nggak lama kok. Nggak enak kalau nggak datang." Jeff memohon berharap istrinya akan berubah pikiran.


Jihan dengan terpaksa menuruti keinginan suaminya. Wanita itu kini tengah dibantu berpakaian oleh Jalwa lewat tutorial yang gadis itu dapat dari internet. "Sudah Bu. Cantik deh." Puji Jalwa melihat penampilan Ibunya yang begitu memukau dengan full make up. "Papa kamu bikin ribet." Gerutu wanita itu.


"Kalian benar benar nggak jadi ikut?" Tanya Jihan menghampiri anak anak di ruang keluarga. "Ini beneran Mama?" Tanya Jordan sampai pangling dengan Ibunya. "Iya. Siapa lagi." Jawabnya sambil menggendong Jabar. "Mama cantik." Puji Jeff membuat istrinya berdecak. "Ayo berangkat." Ajak wanita itu berjalan duluan sembari menggandeng tangan Juma.

__ADS_1


Jeff bersama anak anak dan istri duduk bersama di tempat yang telah disediakan untuk mereka. "Mama." Jamia merentangkan tangannya ingin ikut Jihan. "Sama Papa ya. Mama kan sudah sama kakak." Ucap Jeff. "Mau Mama." Gadis kecil itu mulai merengek. "Sini sini." Jihan memangku keduanya. "Juma ngantuk?" Tanya wanita itu karena Juma duduk sambil bersandar di bahunya. "Sedikit ngantuk." Jawanya sambil menutup mulut karena menguap. "Acaranya sampai jam berapa sih Pa?" Tanya Jihan. "Jam 9. Sebelum itu kita pulang. Takutnya anak anak ngantuk."


Pukul delapan Jihan sampai di rumah. Wanita itu buru buru turun menggendong kedua anaknya karena Jeff menggendong Juma yang sudah tertidur pulas. "Sini Jaffan bantu Bu." Ia meraih adik perempuannya dengan hati hati. "Makasih sayang." Ucapnya sembari tersenyum.


Sampai di kamar Jihan mengganti pakaian kedua anaknya dan membiarkan mereka tidur. Ia lalu bersih bersih sebentar kemudian segera menyiapkan baju ganti untuk suaminya. "Mama udah selesai aja." Kata Jeff memeluk istrinya yang sudah berganti pakaian dengan daster. "Baju kami sudah aku siapin. Juma sudah tidur?" Tanya Jihan. "Bangun. Ikut kakaknya nonton." Wanita itu mengangguk. "Aku kesana dulu." Pamitnya pada Jef. "Cium dulu baru boleh pergi." Ia menggoda istrinya. Jihan mengecup bibir sang suami kemudian bergegas pergi.

__ADS_1


Jihan makan mie pangsit bersama anak anak. "Tadi acaranya apa aja Ma? Kok sebentar." Tanya Julian. "Kebanyakan sih orang ngobrol." Jawab Juma. "Mau Ma." Jeff baru datang langsung ikut bergabung. Jihan yang sedang menyuapi Juma menyuapi suaminya Juga. "Cri Baby sitter ya Ma." Ucapnya di sela sela makan. "Ngga perlu." Jihan tetap tak mau. Ia tak bisa meninggalkan anaknya pada orang lain. "Mama kan capek." Jeff benar benar kasihan dengan istrinya. "Nggak capek kok." Ia tersenyum sambil mengusap lengan suaminya.


__ADS_2