LEMBU

LEMBU
Chapter 24


__ADS_3

["Kenapa mereka tidak mempercayai ucapanku, padahal aku mengatakan yang sebenar-benarnya!"]


Bu Maya merasa frustasi hingga meneteskan air matanya. Ia merasa kalau semua upaya yang ia lakukan telah gagal lantaran Pak Ahmad dan keluarganya tidak mempercayai ucapannya mengenai kejahatan suaminya. Dokter Arman yang baru saja masuk ke dalam setelah berbicara dengan Ayahnya Tirta saat diluar, merasa tidak tega melihat Bu Maya yang sedang dilanda kegelisahan. Dokter Arman menghampiri Bu Maya yang duduk bersandar di sofa rumah tamu sambil menangis.


"Berhentilah menangis, Bu Maya! Air mata anda tidak akan bisa menyelamatkan mereka dari kejahatan suami anda!" ucap Dokter Arman.


Bu Maya terdiam setelah mendengar ucapan Dokter Arman. Ia menyeka air mata yang membasahi pipinya.


"Saya hanya merasa kalau saya tidak bisa melakukan permintaan terakhir anak saya, Dok!" ucap Bu Maya.


Dokter Arman mendengar ucapan Bu Maya seperti sudah mengerti maksud Bu Maya. Dokter Arman memberikan suport penuh kepada Bu Maya.


"Bu Maya! Ikutilah isi hati nurani anda, meskipun orang tersebut tidak mempercayai ucapan anda, tetapi suatu saat merek pasti akan membutuhkan bantuan anda. Karena hanya anda yang bisa menolong mereka!" ucap Dokter Arman memberikan motivasi kepada Bu Maya.


Bu Maya tercengang denga ucapan Dokter Arman. Sejenak ia berpikir kalau ucapan Dokter Arman memang ada benarnya. Mesikpun keluarga Pak Andi tidak mempercayai ucapannya, akan tetapi satu-satunya orang yang bisa menolong mereka hanyalah dirinya. Karena hanya Bu Maya lah yang mengetahui kebusukan Pak Rahman. Ia harus tetap menolong keluarga Pak Andi, karena itu adalah permintaan terakhir dari arwah putrinya.


"Ucapan anda benar sekali, Pak! Saya akan tetap menolong mereka dan menghentikan sepak terjang suami saya! Saya rela mengorbankan nyawa demi mereka!" pekik Bu Maya, Dokter Arman yang melihat Bu Maya yang begitu bersemangat tersenyum simpul.


"Saya juga akan membantu Bu Maya! Karena saya ingin membongkar sekte Iblis di negeri ini!-


"Saya merasa kalau sepertinya suami anda adalah anggota dari sekte Illuminati yang memuja Iblis!" tutur Dokter Arman menjelaskan maksudnya ingin membantu Bu Maya.

__ADS_1


"Tapi, Dokter! Nyawa anda bisa terancam jika anda ikut membantu saya!" ucap Bu Maya.


Dokter Arman pun terkekeh mendengar ucapan Bu maya, "Saya sudah terbiasa menghadapi segala hal-hal yang berhubungan dengan dunia astral," lalu mengambil buku catatan yang sebelumnya sudah pernah ia perlihatkan kepada Bu Maya waktu di dalam mobil, "Saya sedang membuat Novel Dokumenter tentang dugaan adanya sekte pemuja iblis Illuminati di tanah air!"


"Saya tidak mengerti kenapa anda ingin meneliti sekte tersebut?" tanya Bu Maya kepada Dokter Arman.


"Sekte Illuminati ini berbeda dengan praktek kedukunan, meskipun sama-sama berhubungan dengan hal metafisika, akan tetapi sekte iblis lebih mengerikan daripada praktek perdukunan!" tutur Dokter Arman.


"Saya sama sekali tidak faham apa itu Illuminati?" kembali Bu Maya bertanya.


"Illuminati adalah sekte pemuja iblis dan pengedar segala macam hal yang bisa merusak moral dan kehidupan. Selain memuja iblis dan menghina Tuhan, mereka juga mengedarkan narkoba, praktek LGBT dan praktek jasa pembunuh bayaran! Aktivitas mereka sulit untuk diidentifikasi dikarenakan mereka sangat bersih dalam melakukan aksi!


"Entah benar atau tidak, mereka selalu dibantu oleh iblis-iblis yang mereka Tuhankan dan yang lebih mengerikan lagi adalah.....


Bu Maya masih merasa bingun dengan penjelasan Dokter Arman dan ia pun bertanya, "Saya masih belum faham apa yang Dokter jelaskan, lagipula dari mana anda bisa mendapatkan info tersebut!?" ucap Bu Maya.


Dokter Arman lalu mengambil posisi duduk di sofa, "Saya bersama dengan adik saya dulu meneliti adanya kelompok Illuminati, namun penelitian kami sempat terhenti dikarenakan adik saya tewas mengenaskan saat ia sedang pesta minum di diskotik. Besar kemungkinan itu adalah ulah dari anggota sekte Illuminati yang sudah mengetahui sepak terjang kami!"


"Baru setelah hampir 7 tahun kemudian, aku merasa sepertinya namaku sudah aman. Akhirnya saya melanjutkan kembali penelitian itu sendirian! Mungkin dengan saya turun tangan membantu anda, saya bisa mendapatkan banyak informasi yang lebih banyak mengenai sekte Illuminati!" celoteh Dokter Arman panjang.


Kini Bu Maya mulai sedikit mengerti maksud dari cerita panjang Dokter Arman. Rupanya Dokter Arman mendapatkan informasi kalau sekte pemuja iblis sudah masuk ke tanah air dan salah satu wilayah yang sudah dimasuki adalah wilayah provinsi jawa barat dan sekitarnya. Terlebih lagi, ia juga ternyata mendapatkan informasi kalau wilayah Jabodetabek telah menjadi salah satu markas terbesar sekte pemuja iblis.

__ADS_1


Ditambah ternyata Dokter Arman juga mengetahui berita seorang anak perempuan yang diduga tenggelam di danau setu Cikaret secara misterius. Sebenarnya banyak kejadian-kejadian misterius yang terjadi sebelum peristiwa yang menimpa pada Nana. Dokter Arman merasa kalau kelompok satanisme tersebut harus segera ditumpas agar tidak semakin menjamur dan menguasai tanah air.


"Kalau negara ini dikuasai oleh orang-orang pemuja iblis, maka negeri ini akan menjadi negeri yang penuh dengan kriminalitas dan ketidak adilan!" ucap Dokter Arman.


Tentu Dokter Arman sangat tidak menginginkan jikalau tanah air tercinta ini berada dalam genggaman sekte pemuja iblis Illuminati.


#### #### #### #### #### #### ####


Sementara itu Ayah, Mamah dan Tirta telah sampai di danau setu cikaret. Mereka kini sedang berada di pinggiran danau, mereka menunggu bergantinya senja menjadi malam. Tidak lupa Ayah, Mamah dan Tirta mempersiapkan segala sesuatu yang mereka perlukan saat mereka berada di dimensi alam gaib, dimensi yang belum pernah mereka masuki sebelumnya. Tirta merasa sedikit tegang, ia membayangkan betapa menakutkannya dimensi dimana makhluk-makhluk tak kasat mata berkeliaran bebas didalamnya. Ayah mengusap kepala Tirta, ia menyemangati Tirta dan meyakinkan Tirta bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar.


"Kamu jangan terlalu takut kepada sesuatu yang sama sekali belum pernah kamu alami, Nak!-


"Teruslah berdoa dan yakinkan hati kamu kalau kita semua akan berhasil menyelamatkan adikmu!" ucap Ayah mencoba menenangkan Tirta yang terlihat begitu tegang.


Mamah juga ikut menguatkan semangat Tirta. Mamah memeluk Tirta dari belakang.


"Anak Mamah yang pemberani dan tangguh, kamu harus yakin dan percaya bahwa Tuhan pasti akan menolong kita!" ucap Mamah.


Lalu Mamah pun memandang ke arah Ayah, "Oh iya, ini sudah hari kelima bukan? Berarti waktu kita hanya tinggal 2 hari lagi ya, kita harus memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin!" ucap Mamah.


"Ya, Mah! Waktu kita hanya dua hari lagi! maka dari itu, saat kita sudah berada di dimensi alam gaib kita harus bekerjasama dan cepat-cepat segera menemukan Nana!" perintah Ayah memberikan komando.

__ADS_1


Mereka hanya tinggal menunggu tiga puluh menit lagi menuju pergantian siang dan malam. Saat Adzan Maghrib telah dikumandangkan, maka setelah itu mereka akan langsung menaiki perahu rakit untuk menuju ke tengah danau dan melakukan ritual pembuka portal alam gaib di tengah-tengah danau. Sejujurnya didalam hati mereka semua masih ada sedikit keraguan apakah mereka bisa menyelamatkan Nana, akan tetapi mereka tidak ingin menyerah begitu saja sebelum mencobanya. Mereka lebih baik mati dalam pertempuran daripada mati dalam penyesalan.


__ADS_2