
"Lepaskanlah temanku, raksasa jelek!"
Tuyul Dino menatap mata siluman Lembu, tidak ada sedikitpun rasa takut dari Tuyul Dino, dia justru memerintahkan siluman Lembu untuk melepaskan Tirta.
Akan tetapi siluman Lembu tidak mengindahkan ucapan tuyul Dino, maka dengan sadisnya tuyul Dino melukai paha siluman Lembu.
"Breeaakk!"
Tuyul Dino menarik benda tajam dan kerucut yang keluar dari telapak tangannya dan menancap di paha siluman Lembu hingga membuat siluman Lembu roboh, pertarungan antara tuyul Dino dan Siluman Lembupun dimulai.
"Aaarrrrggghhhh!"
Siluman Lembu mengerang kesakitan akibat ulah Tuyul Dino, tubuhnya roboh ke belakang akibat serangan itu.
Tuyul Dino yang melihat siluman Lembu telah roboh lalu kembali melancarkan serangan, dia mengangkat tangannya ke atas lalu seketika dari dalam danau muncul tanaman-tanaman yang bergerak yang melilit siluman Lembu bagaikan ular.
"Roooaaaarrrr!"
Siluman Lembu mengaum, dia berusaha semaksimal mungkin untuk melepas lilitan tanaman itu namun usahanya sia-sia.
Lalu Tuyul Dino melompat ke atas siluman Lembu, dia melayang di atas siluman Lembu bagaikan lebah yang bersiap untuk menyengat musuhnya.
"Rasakan ini!"
Tuyul Dino mengangkat tangannya ke atas seperti sedang mengumpulkan kekuatan, lalu tiba-tiba kembali keluar benda kerucut panjang dan tajam dari tangan tuyul Dino.
"Jlebb!"
Tuyul Dino menghujamkan senjata tajam yang keluar dari tangannya tepat ke perut siluman Lembu hingga menembus ke belakang dan membentur dasar danau yang dangkal.
"Aaarrrggghhhh!"
Siluman Lembu melenguh kesakitan, serangan tuyul Dino benar-benar mengenai inti kekuatan siluman Lembu dan itu bisa membuat Siluman Lembu musnah.
Siluman Lembupun berhenti bergerak namun tangannya masih mencengkeram tubuh Tirta.
Bu Maya menghampiri mereka, dia ingin meminta agar tuyul Dino segera melepaskan Tirta dari cengkeraman siluman Lembu.
"Dino, sebaiknya cepat kau selamatkan Tirta dari cengkeraman siluman itu, lalu kita lari dari sini!"
Perintah dari Bu Maya segera dilaksanakan oleh tuyul Dino, dia hendak memotong tangan siluman Lembu dengan senjatanya yang tadi.
__ADS_1
Namun tiba-tiba suatu keajaiban terjadi, siluman Lembu kembali bergerak dan dari matanya keluar sinar merah bagaikan laser panas, lalu laser itu dia arahkan tepat pada tubuh tuyul Dino.
"Criing!"
Laser itu mengenai tubuh Tuyul Dino, tuyul Dino mengerang kepanasan akibat serangan laser dari mata siluman Lembu.
"Rooaaaarrr!"
Siluman Lembu kembali bangkit dan meraung ganas, lalu dia mencengkeram tubuh Tuyul Dino dan juga Bu Maya.
Bu Maya tidak sempat menghindari tangan siluman Lembu yang besar itu.
Kini tubuh Tirta, Bu Maya dan Tuyul Dino berada dalam cengkeraman siluman Lembu, Lalu dalam keadaan tubuh yang masih terluka, Siluman Lembu melompat dan melesat membawa mereka bertiga menuju tempat Pak Rahman.
# # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # # #
Sementara itu ditempat lain dimana tubuh Dokter Arman masih terbujur kaku setelah kalah dari Pak Rahman alias Roman.
Rupanya Dokter Arman belum sepenuhnya mati, jiwanya masih tersesat di alam bawah sadarnya.
Di alam bawah sadarnya Dokter Arman, Dokter Arman terbangun dari posisi terbaringnya lalu dia melihat ada 2 orang berpakaian putih berada dalam jarak sekitar 10 langkah darinya.
Wajah kedua orang itu tampak familiar bagi Dokter Arman, sosok dua orang itu tampak melangkah mendeketai dokter Arman.
"Sedang apa kau disini, Arman? Bukankah ini belum saatnya untukmu berkumpul dengan kami!"
Sosok laki-laki berpakaian gamis yang mirip dengan ayahnya itu menegur Dokter Arman yang bengong menatap ke arah mereka berdua.
"Ayah, ternyata benar itu adalah Ayah!"
Dokter Arman mencoba memastikan apakah itu benar sosok ayahnya yang telah meninggal.
"Benar sekali, Nak! Dia adalah ayahmu dan aku adalah ibumu!"
Sosok wanita yang mirip dengan ibunya itu membenarkan ucapan Dokter Arman.
"Kalau ini benar kalian, berarti aku juga sudah mati ya! Hehe!"
Dokter Arman menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan dia juga terkekeh, sepertinya dia sudah ikhlas menerima kenyataan bahwa dia juga telah mati.
"Arman, kau jangan senang dulu! Ini belum saatnya kau untuk berkumpul dengan kami, Tuhan belum mengijinkanmu berada disini!"
__ADS_1
Sosok Ayahnya menegur Dokter Arman yang sedang terharu bahagia karena bisa berkumpul dengan mereka berdua.
"Ayah, jikalau aku memang belum saatnya meninggal, maka kenapa sekarang aku bisa bertemu dan berbicara dengan kalian?"
Dokter Arman mengajukan pertanyaan kepada sosok Ayahnya, dia yakin benar kalau dirinya memang sudah mati.
"Tidak, Arman anakku! Kau hanya tidak sengaja melintasi alam dimana berkumpulnya para arwah setiap orang yang sudah meninggal!" tutur sosok Ayahnya dokter Arman.
"Dan kebetulan saja kau bertemu dengan kami, Nak!" lanjut sosok ibunya dokter Arman ikut menjawab.
Dokter Arman semakin bingung dengan ucapan mereka berdua, mana mungkin ada arwah yang hanya sekedar melintasi alam arwah dan bertemu dengan orang yang sudah meninggal kalau bukan karena orang tersebut juga sudah meninggal.
"Arman, alam arwah tidak bisa kau terka dengan akal dan logikamu! Alam arwah adakah Dimensi kelima yang tidak akan pernah bisa digapai oleh kemampuan otakmu!-
"Kau hanya bisa melintasi alam arwah jika kau mendapatkan ijin dari Yang Maha Menguasai setiap Dimensi alam!" celoteh sosok Ayah dengan kata-kata panjang.
Dokter Arman menundukkan wajahnya, sosok arwah sang Ayahpu bertanya kenapa dokter Arman menunduk lesu.
"Kenapa kau begitu terlihat lesu dan berantakan, Arman?" tanya sosok sang Ayah.
Dokter Arman lalu mengangkat kepalanya dia mencurahkan isi hatinya kepada arwah kedua orang tuanya itu.
"Aku telah bertemu dengan Roman setelah hampir 10 tahun lebih aku kehilangannya, namun saat aku bertemu lagi dengannya dia telah berubah!-
"Dia telah menjadi sekutu iblis dan dia tidak mau bertaubat, aku bingung apa yang harus aku lakukan agar dia mau bertobat, Ayah?"
Dokter Arman mencurahkan seluruh keluh kesah didalam hatinya, matanya berkaca-kaca seolah ingin menangis.
Sosok Arwah kedua orang tuanya mendengarkan curahan hati Dokter Arman, mereka menggelengkan kepalanya waktu mengetahui beban hidup yang ditanggung oleh Dokter Arman dan juga nasib adiknya yaitu Roman alias Pak Rahman.
"Aku tidak menyangka kalau salah satu putraku akan menjadi penyekutu iblis, ini akan menjadi bebanku saat akhir zaman nanti! hiks.. hiks..!"
Sosok sang Ayah menangis setelah mengetahui kalau Roman kini telah menjadi penyekutu iblis, padahal kedua orang tuanya adalah ulama yang sangat menentang segala macam praktek penyembahan iblis dimasa hidupnya.
"Itulah mengapa aku merasa sangat bingung, Ayah? Aku ingin sekali Roman bertaubat agar dia tidak menjadi bebanmu di hari penghakiman nanti!" pekik dokter Arman.
Sosok sang Ayahpun menyeka air matanya dan kembali mengucapkan kata-kata kepada Arman.
"Kalau begitu segeralah kau kembali ke tempatmu dan bunuh adikmu karena berjuang di jalan Tuhan! Segala macam praktek penyembahan iblis harus dimusnahkan!"
Sosok Sang Ayah memerintahkan dokter Arman untuk menghabisi adiknya, Dokter Armanpun mengangguk dan tiba-tiba kini dia telah tersadar dan jiwanya telah kembali.
__ADS_1
Kini Dokter Arman telah hidup kembali dan dia bertekad untuk menghabisi adiknya yang telah melampaui batas dan bersekutu dengan iblis.