
"Sreett"
Siluman setan keder menyerang dokter Arman dengan tepat ke arah dadanya, beruntung saja dokter Arman bisa dengan cepat menghindari serangan itu.
Namun rupanya serangan itu telah mengenai tangan dokter Arman hingga mengakibatkan 4 luka goresan ditangannya, darah segar keluar dari luka goresan itu.
"Kurang ajar! Serangannya sangat cepat bagaikan kilat, kalau saja aku telat menghindar, pasti serangan tadi sudah mengenai tubuhku!"
Dokter Arman mengucapkan dalam hatinya, dia merasa kalau ilmunya masih berada dibawah kesaktian siluman setan keder itu.
Dokter Arman menoleh ke kiri, dilihatnya Bu Maya yang masih berdiri mematung melihat dirinya sedang bertarung melawan setan keder.
"Bu Maya, kalau anda ingin pergi sebaiknya pergilah sekarang! Saat nanti saya berhasil mengalahkannya maka ilusi ini akan berakhir!"
Dokter Arman memerintahkan Bu Maya untuk meninggalkan dirinya dan pergi mencari tempat berlindung, dia yakin kalau dirinya akan bisa mengalahkan siluman setan keder itu.
Mendengar sikap optimis dari dokter Arman, siluman setan keder itu menyeringai dan tertawa.
"Hahahaha!"
"Wahai anak cucu adam! Kau sangat optimis sekali bisa mengalahkan aku!-
"Bukankah kau sendiri tahu saat di bumi saja tidak ada satu manusiapun yang bisa lepas dari ilusi buatanku sampai mati!"
Siluman setan keder itu melangkahkan kakinya hendak mendekati dokter Arman, dokter Arman mengambil posisi kuda-kuda untuk bertahan.
"Apalagi sekarang kalian sedang berada di semestaku! Dimana disini kekuatanku seratus persen maksimal! Kalian tidak akan pernah bisa selamat, yang kalian lakukan sekarang hanyalah sedang menghiburku dengan melakukan perlawanan! Hahaha!"
Setan keder dengan angkuhnya meremehkan kemampuan dokter Arman, dia merasa berada diatas angin saat berhasil melukai dokter Arman.
"Kau lupa ya kalau manusia itu memiliki kekuatan yang tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh kekuatan makhluk apapun!"
Dokter Arman kembali mengangkat golok api neraka yang dia genggam, kali ini dia benar-benar serius menghadapi setan keder.
"Kami masih memiliki kekuatan tekad yang kuat dan doa yang pasti didengar oleh Tuhan!"
"Hiaaaatttt"
Dokter Arman kembali berlari ke arah siluman keder, dia berlari sekencang-kencangnya.
"Srring"
Setan keder kembali membuka telapak tangannya dan mengencangkan cakarnya yang setajam samurai itu, dia juga berlari ke arah dokter Arman sekencang-kencangnya.
Saat keduanya sudah hampir dekat, Dokter Arman nampak seperti hendak mengucapkan sesuatu hingga akhirnya dalam gerak lambat cakar setan keder sudah tinggal beberapa sentimeter lagi dari wajah dokter Arman.
"Bissmillahirrohmaanirrohiim!"
Dokter Arman membaca kalimat Basmallah dengan makhraj yang benar, kalimat Basmallah yang dokter Arman ucapkan itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.
"Duaaarrrrr"
Benturan keras terasa pada cakar siluman setan keder itu, cakarnya seperti sedang membentur sesuatu yang sangat keras hingga menghasilkan sebuah ledakan yang sangat dahsyat hingga tubuh siluman setan keder terpelanting ke belakang.
"Bugghhhh"
__ADS_1
"Srreeekkk"
Tubuh setan keder membentur tanah lalu terseret akibat ledakan tadi, setan keder itupun mengerang kesakitan.
Dia merasa heran dengan kekuatan dokter Arman yang baru saja dikeluarkan tadi untuk melawan dirinya.
"Kekuatan apa itu tadi! Belum pernah ada manusia yang memiliki kekuatan seperti itu!"
Siluman setan keder terkejut dengan kekuatan yang dikeluarkan oleh dokter Arman, Setan kederpun merasa dirinya harus berhati-hati dengan dokter Arman.
Melihat setan keder yang mengerang kesakitan, Dokter Arman menyeringi dan tertawa.
"Hahaha! Itulah kekuatan doa dari manusia! Doa manusia yang teraniaya akan langsung dikabul!"
Dokter Arman menjelaskan kepada Siluman setan keder akan keampuhan kekuatan doa dari kaum manusia.
Siluman setan kederpun menyeringai mendengar ucapan dokter Arman.
"Hahaha! Kekuatan doa kepada Tuhan ya! Kalian bangsa manusia sungguh tidak tahu diri!-
"Saat kalian dalam keadaan sulit kalian akan mengingat Tuhan dan berdoa kepadanya, tetapi saat kalian dalam keadaan senang, kalian lupa padaNya dan kufur melupakan nikmatNya!"
Siluman setan keder itu berceloteh seperti sedang menceramahi Dokter Arman, lalu dia berteriak kencang.
"Apakah kalian pantas mendapatkan pertolonganNya? Sedangkan kalian ini adalah manusia yang penuh dengan dosa! Kalian termasuk golongan orang-orang kafir!"
Siluman setan keder terus mencela Dokter Arman, Bu Maya yang mendengar ucapan dari siluman setan kederpun terdiam dan merenung.
Bu Maya menyadari kalau dirinya yang dulu sering melupakan Tuhan, dia jarang melaksanakan ibadah.
"Wajar saja jika kami membenci kalian para manusia! Kalian sering berbuat dosa, tetapi kalian selalu saja mendapatkan pertolongan dari Tuhan!-
"Tetapi tidak dengan bangsa kami, kami hanya melakukan kesalahan kecil dimana kami enggan untuk menghormati leluhurmu yaitu Adam! Tapi Tuhan langsung mengutuk kami hingga akhir zaman! Apakah Tuhan memang sekejam itu!"
Siluman setan keder mengeluarkan kata-kata yang sepertinya dia ingin mencoba menyesatkan pikiran Dokter Arman dan Bu Maya.
"Kalau Tuhan itu kejam, maka siapakah yang baik hati, adil dan penuh kasih sayang?-
"Maka kami golongan keturunan dari Iblislah akan menggantikan peran Tuhan dalam memberikan kasih sayang dengan adil! Tidak ada orang miskin ataupun kaya raya, semua penyembah kami adalah sama!"
Benar saja, ternyata siluman setan keder mencoba menghasut mereka berdua dengan ucapan yang menjebak.
"Sekarang jawablah pertanyaanku! Apakah Tuhan itu maha pengasih dan maha penyayang?"
Setan keder melayangkan sebuah pertanyaan kepada Dokter Arman dan Bu Maya.
"Ya, Tuhan itu maha pengasih dan maha penyayang!"
Dokter Arman menjawab dengan tegas pertanyaan itu, lalu siluman setan kederpun kembali bertanya.
"Lalu, apakah Tuhan itu maha pengampun dan maha pemaaf?"
Kembali setan keder melayangkan sebuah pertanyaan ala anak kecil.
"Tentu saja, Tuhan maha pemaaf dan pengampun bagi hambaya yang bertaubat!"
__ADS_1
Dokter Arman menjawab pertanyaan setan keder dengan tegas dan lantang.
"Hiks.. hiks.."
"Lalu kenapa bangsa kami terus mendapatkan kutukan hingga akhir zaman jika memang Tuhan itu maha pemaaf dan maha pengampun! Kenapa?"
Siluman setan keder kembali bertanya kepada Dokter Arman, namun kali ini pertanyaannya cukup menyulitkan.
Bu Maya tidak mampu menjawab pertanyaan itu, sementara Dokter Arman hanya terdiam tanpa jawaban.
"Jawablah! Jawablah kalian wahai manusia!"
Siluman setan keder memaksa Dokter Arman dan Bu Maya untuk menjawab pertanyaan itu, namun tidak ada satupun yang bisa menjawabnya.
"Kalau kalian tidak bisa menjawab, itu berarti kalian membenarkan kalau Tuhan itu telah berbohong kepada kita yang menjadi makhluk ciptaannya!"
Mendengar ucapan dari setan keder, Dokter Armanpun tersenyum kecil.
Siluman setan keder yang melihat Dokter Arman tersenyum lantas mempertanyakan apa yang membuat dirinya tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum wahai laki-laki keturunan Adam?"
Siluman setan keder bertanya dengan nada sedikit kesal dan marah karena melihat dokter Arman yang tersenyum seperti sedang menyepelekan dirinya.
"Tuhan itu maha pemaaf dan maha pengampun bagi hambanya yang mau bertaubat dan tidak akan mengulanginya!-
"Sementara kau keturunan Iblis, kami tidak tahu apakah kalian sudah bertaubat atau belum dan kenapa Tuhan tetap mengutuk anda! Yang jelas kami sebagai makhluk ciptaannya tidak punya hak untuk mempertanyakan hal itu!-
"Yang kami tahu hanyalah, Iblis itu adalah musuh yang nyata bagi manusia! Maka jika manusia tak mampu melawannya, mohon ampunlah kepada Tuhan dan mintalah pertolonganNya!"
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Dokter Arman kembali mengangkat golok api nerakanya dan berlari ke arah setan keder dengan kekuatan penuh.
"Prok... prok... prok.."
Suara pijakan kaki dokter Arman terdengar sangat keras, dia benar-benar berlari sekuat tenaganya.
"Hiaaatt..."
Dokter Arma melompat ke atas dan tepat mengarah ke siluman setan keder.
"Rrooooaaaaarrrrr"
Tak ingin kalah siluman setan keder juga ikut mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk melawan serangan dari Dokter Arman.
Saat berada diatas sebelum serangannya mengenai setan keder, Dokter Arman mengucapkan kalimat ayat suci Al-Qur'an.
"Bissmillahirrohmaanirrohiim"
"Wa idzaa batosytum batosytum jabbaariin!"
Kekuatan mereka saling beradu satu sama lain.
"Duuaaaaaarrrrr"
"Boooooooommm"
__ADS_1