LEMBU

LEMBU
Chapter 52


__ADS_3

"Kau jangan sok tahu dengan luka yang aku alami! Kau bukan siapa-siapa dan aku juga tidak mengenal siapa dirimu, aku tidak akan terkecoh oleh tipu muslihatmu!"


Dokter Arman menolak mentah-mentah tawaran pria berjubah hitam itu, dia yakin benar kalau ini adalah tipu daya yang sering dilakukan oleh penyembah iblis.


"Kalau begitu hadapilah aku, maka kau akan tahu siapakah diriku sebenarnya, Dokter Arman!"


Mengejutkan sekali, pria berjubah hitam itu bahkan mengetahui nama Dokter Arman.


Merasa tidak ingin terkecoh, dokter Arman langsung berlari dan menyerang si pria berjubah hitam dengan menggunakan pecut halilintarnya.


"Cetarr..!"


Dokter Arman mengayunkan pecut halilintarnya ke arah pria berjubah hitam, namun pria berjubah hitam itu sangat lihai dan begitu mudahnya menghindari serangan dari Dokter Arman.


Pria berjubah itu melompat mundur ke belakang, Dokter Arman juga ikut melompat mengarah ke si pria berjubah hitam.


"Cetarr!"


Lagi-lagi Dokter Arman menyerang pria berjubah hitam itu dengan pecut halilintarnya, namun serangan yang dilancarkannya sama sekali tidak pernah bisa mengenai si pria berjubah hitam.


Dokter Arman mulai merasa lelah, dia menghentikan serangannya dan beristirahat sejenak sambil mengontrol nafasnya.


"Apakah hanya sebatas itu kemampuan kau, Arman! Bukankah sudah bertahun-tahun kau memperlajari kitab mantera putih!"


Pria berjubah itu berteriak dan meremehkan Dokter Arman, tetapi Dokter Arman merasa terkejut dengan ucapan pria berjubah hitam itu.


["Kitab mantera putih, darimana dia mengetahui kalau aku memperlajari kitab itu?"]


["Apakah dia mengenalku, atau dia sedang mencoba membaca pikiranku!"]


Dokter Arman bertanya-tanya didalam hatinya, dia heran mengapa pria berjubah hitam itu bisa mengetahui kalau Dokter Arman telah mempelajari kitab mantera putih.


"Apa kau lupa dengan kitab mantera putih yang kau curi dari tempat perkumpulan sekte Illuminati?-


"Aku yakin kau tidak mungkin melupakannya!"


Pria berjubah hitam itu kembali mengucapkan kata-kata yang membuat Dokter Arman semakin terkejut.


Dokter Arman terkejut karena pria berjubah hitam itu mengetahui kalau dia pernah mencuri kitab mantera putih dari tempat perkumpulan sekte Illuminati, Dokter Arman dibuat kebingungan oleh pria berjubah hitam itu.


"Siapa kau sebenarnya, jangan pernah kau berkata seolah-olah kau sangat mengenali diriku!"


Dokter Arman memekikkan suaranya, dia mencoba mengelak setiap ucapan yang dikatakan oleh pria berjubah hitam.


"Hahahaha! Baiklah, sepertinya aku harus menghadapimu dengan serius agar kau juga mengeluarkan semua kemampuanmu!"

__ADS_1


Pria berjubah hitam itu mengembil posisi tegak dengan kedua tangannya yang dibuka lebar, lalu kedua telapak tangannya seperti sedang ingin mencakar.


"Ratuning pepeteng, paringana gegaman kang goyangake langit!"


Pria berjubah hitam itu merapal sebuah mantera, setelah itu terlihat keluar percikan api dari permukaan tanah dihadapannya.


"Kretekkk.."


Dari percikan api itu terlihat tanah itu kini mulai terbelah dan terlihat kalau didalam tanah itu terdapat kandungan bara api yang menyala.


"Srrraakkk"


Lalu dari dalam tanah itu perlahan-lahan memuntahkan sebuah senjata pusaka yang seukuran dengan golok yang biasa digunakan oleh pemotong daging, hanya saja senjata pusaka ini selalu terlihat merah membara persis warna besi yang hendak dilebur.


Dokter Arman tercengang ketika melihat sosok pria berjubah hitam itu sedang mengeluarkan senjata pusaka dari dalam tanah, dia mengetahui nama senjata pusaka itu adalah.


"TARING IBLIS!"


"Ternyata dia penguasa kitab mantera penyekutu Iblis, apakah dia itu pemimpin sekte Illuminati sampai dia bisa memiliki kitab itu?"


Dokter Arman tidak henti-hentinya bertanya-tanya didalam pikirannya siapakah orang berjubah hitam itu, apalagi sekarang Dokter Arman telah mengetahui kalau pria berjubah hitam itu menguasai teknik mantera dari kitab mantera penyekutu iblis yang berarti dia bukanlah orang sembarangan.


Bahkan seorang Illuminati sajapun belum tentu berani mempelajari kitab itu, dikarenakan untuk mempelajari kitab itu maka si penggunanya harus melakukan perjanjian sumaph setia sampai hari kiamat dan jika dia melanggar sumpah itu maka Iblis akan mengambil jiwanya.


"Krrraakkk"


"Bersiaplah untuk menerima penyiksaan yang paling pedih sepanjang hidupmu! Kau baru akan diampuni jika kau mau menjadi pengikut setiaku! Hahahaa!"


Pria berjubah itu lalu berlari ke arah dokter Arman dengan sangat kencang sambil menghunuskan ujung senjata pusaka itu ke arah Dokter Arman, sontak Dokter Arman segera bergerak untuk menghindari serangan itu.


"Sriing!"


"Brrrrrrrr!"


Serangan pria berjubah itu hampir saja mengenai dokter Arman jika saja dokter Arman telat satu detik saja, serangan itu berhasil dihindari dan mengenai tanah dan mengakibatkan tanah yang terkena serangan itu langsung menjadi bara api yang panas.


["Untung saja masih bisa dihindari, kalau tidak, mungkin tubuhku sudah hangus terbakar seperti tanah itu!"]


Dokter Arman melihat kondisi tanah yang terkena serangan dari senjata pusaka milik pria berjubah hitam itu, dia mulai memikirkan sebuah strategi untuk bisa menjatuhkan senjata pusaka itu dari genggaman si pria berjubah hitam.


Dokter Arman tidak bisa melawan pria berjubah hitam itu lantaran Dokter Arman tidak menguasai seluruh teknik mantera kitab putih, Dokter Arman memang memiliki daya hafal yang tinggi, akan tetapi dia kurang berbakat dalam ilmu supranatural.


Sehingga dia merasa kalau dirinya bukan lagi lawan bagi si pria berjubah hitam itu, akan tetapi dia juga tidak ingin pergi melarikan diri sebelum bisa membalaskan dendamnya.


"Ada apa, Arman? Kenapa kau tidak melawanku, apakah kau masih payah seperti dulu! Hahaha!"

__ADS_1


Pria berjubah hitam itu terus mengolok-olok Dokter Arman, dia sangat meremehkan kemampuan Dokter Arman.


Dokter Arman memang sadar diri akan kemampuannya yang tidak sebanding dengan pria berjubah hitam itu, akan tetapi dia bukanlah tipe laki-laki yang mudah menyerah.


Dia membalikan badannya dan berlari sekuat tenaga untuk bisa melarikan diri dari pria berjubah hitam itu.


Saat melihat dokter Arman yang melarikan diri, pria berjubah hitam itupun menyeringai tertawa.


"Hahahahaa! Sudah kuduga kau memang pengecut dan payah, teruslah berlari sekuat tenaga, yakinlah kalau kau masih bisa selamat!"


Pria berjubah hitam itu mengangkat senjata pusaka miliknya, lalu mengayun-ayunkannya dengan satu tangan kanannya.


"Tuk.. tukk. tukk..!"


Dokter Arman terus berlari sekuat tenaga tanpa menoleh ke belakang sedikitpun.


"Matilah, kau!"


Tiba-tiba pria berjubah hitam itu terbang melesat ke arah dokter Arman yang terus berlari sekuat tenaga, pria berjubah hitam itu terbang melesat bagaikan burung elang namun dengan kecepatan kilat.


Dalam gerak lambat pria berjubah hitam itu menghunuskan senjata pusaka miliknya tepat mengarah ke kepala bagian belakang Dokter Arman, jaraknya hanya tinggal beberapa inchi lagi.


Namun tiba-tiba sesuatu yang mengejutkan terjadi, saat pria brjubah hitam itu sudah berada 1 inchi tepat di belakang Dokter Arman, Dokter Arman memutar balikkan tubuhnya ke belakang menghadapi pria berjubah hitam yang sudah menghunuskan senjata pusakanya.


"Slasshh!"


Dokter Arman menangkap tangan kanan pria berjubah hitam yang memegang senjata pusaka dengan tangan kirinya, lalu dengan gerakan cepat dia memukul wajah pria berjubah hitam yang tertutup oleh topeng reog berwarna hitam dengan tinju kanannya yang sangat keras.


"Bugghhh!"


Tinju kanan Dokter Arman mendarat tepat di pipi kiri pria berjubah hitam hingga membuat darah mengucur dari mulutnya, lalu dokter Arman membanting tubuh pria berjubah hitam itu ke tanah sekuat tenaga.


Tidak hanya itu saja, setelah terbanting ke tanah dokter Arman terus memukuli wajah pria berjubah hitam itu berulang kali dan terus menerus pukulan beruntun diarahkan ke wajahnya.


Akibat menerima pukulan beruntun dari Dokter Arman, pria berjubah hitam itupun menjadi tidak berdaya dan topeng reog hitam yang dia pakaipun menjadi hancur akibat tinju dokter Arman.


"Hentikan, Arman, aku mohon! Ini aku!"


Pria berjubah hitam itu memohon agar dokter Arman menghentikan pukulannya pada wajahnya karena kini wajahnya sudah bersimbah darah dan juga luka lebam.


"Arman, hentikan! Ini aku adikmu, Roman!"


Dokter Arman menghentikan pukulan beruntunnya saat pria berjubah hitam itu mengatakan kalau dia adalah adiknya Dokter Arman yang bernama Roman.


Dokter Arman tidak lantas percaya begitu saja, segera dia tarik kepala pria berjubah itu ke atas dengan kedua tangannya dan kini terlihat jelas wajah si pria berjubah hitam itu.

__ADS_1


"Roman, ternyata ini benar kau! Bagaimana bisa kau masih hidup setelah kau dibunuh oleh sekte Illuminati?"


Dokter Arman berteriak karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat dengan mata kepalanya saat ini, saat ini dihadapannya sedang ada sosok wajah yang sudah 10 tahun tidak pernah lagi dia temui.


__ADS_2