
"Rrooaarrr!"
Tiba-tiba muncul sosok siluman raksasa berwajah seperti serigala dan bertanduk seperti kerbau dari lubang dinding gua yang runtuh akibat getaran yang dahsyat.
Siluman itu terlihat memiliki ukuran yang sangat besar, tingginya hampir 10 meteran lebih, dialah siluman Lembu.
Dokter Arman yang melihat kemunculan siluman raksasa itu langsung berteriak kepada Bu Maya dan Tirta.
"Larilah sejauh mungkin!"
Suara teriakan Dokter Arman berbarengan dengan suara auman dari siluman Lembu.
"Tukk.. tukk.. tukk..!"
Bu Maya dan Tirta langsung berlari sekuat sekencang-kencangnya, mereka tidak ingin sampai tertangkap oleh siluman raksasa itu.
"Tap.."
Tiba-tiba siluman raksasa Lembu melompat ke arah Bu Maya dan Tirta, dalam gerak lambat Dokter Arman langsung berlari untuk menghentikan Siluman Lembu.
"Pecut kilat!"
Dokter Arman merapal mantera yang membuat keluar sebuah pecut yang dialiri listrik bertegangan tinggi, lalu pecut itu dia gunakan untuk menyerang siluman Lembu.
"Ceterr..!"
Pecut kilat itu mengenai tepat di dada siluman Lembu hingga membuat siluman Lembu terpental jauh hingga terseret di tanah.
Siluman Lembu itupun merasa sangat marah kepada Dokter Arman, dia lalu berlari sekuat tenaga dan akan menyergap dokter Arman.
"Pecut kilat!"
Namun lagi-lagi serangan siluman Lembu itu mampu ditepis oleh Dokter Arman dan justru sebaliknya Dokter Arman yang menyerang balik siluman Lembu.
"Rrooaarrr!"
Siluman Lembu merasa sangat marah sekali, terlihat api yang keluar dari tanduk kepalanya semakin membesar.
Auman Siluman Lembu begitu terdengar sangat keras, akan tetapi Dokter Arman sama sekali tidak gentar menghadapi Siluman Lembu.
"Ayolah Siluman sialan, apa hanya sampai segitu saja kemampuanmu! Dasar siluman payah!"
Dokter Arman mencemooh siluman Lembu dengan sebutan siluman payah, ucapan itu membuat siluman Lembu menjadi sangat marah kepada Dokter Arman.
Dokter Arman memang memiliki rencana untuk bisa membuat siluman Lembu raksasa itu lemah dan kehabisan energi, jika sudah kehabisan energi maka dokter Arman akan memusnahkannya dengan mantera pemusnah.
Upaya dokter Arman membuahkan hasil, siluman Lembu raksasa sangat marah kepada Dokter Arman.
Alhasil, siluman itu terus menyerang dokter Arman dengan brutal dan membuang-buang tenaga.
__ADS_1
["Hehe! Sebentar lagi siluman ini akan kehabisan banyak energi, saat itulah aku akan menggunakan mantera pemusnah jiwa untuk memusnahkan siluman ini!"]
Dokter Arman berucap didalam hatinya, dia sudah mempersiapkan rencananya dengan sangat matang.
"Krrekkk!"
"Duaarrrr!"
Siluman Lembu raksaaa terus membombardir Dokter Arman dengan serangan yang menggunakan intensitas energi yang besar.
Saking begitu besarnya energi yang dihempaskan oleh siluman Lembu, dinding-dinding gua dan juga tanah banyak yang hancur dan runtuh karena ledakan energi dari siluman Lembu.
Setelah kurang lebih dua puluh menit Dokter Arman bersabar menunggu momen yang pas untuk melakukan serangan balik, akhirnya momen itupun telah datang.
Siluman Lembu berhenti menyerang dokter Arman dan kini siluman Lembu tampak berdiri dan terdiam seperti sedang mengisi tenaga.
["Sekaranglah waktu yang tepat!"]
Dokter Arman merapatkan kedua telapak tangannya dalam posisi seperti seorang biksu yang sedang berdoa, lau Dokter Arman merapal kalimat mantera.
"Ratuning bumi, ratu ing langit, kang paring urip lan pati!"
Dokter Arman berlari sekencang-kencangnya ke arah Siluman Lembu, terlihat dari kedua telapak tangannya keluar cahaya berwarna putih kebiru-biruan.
"Singkirna kabeh mungsuhku!"
"Boooomm..!"
"Duuuaaaarrrrr...!"
Serangan itu mengenai tepat didada siluman Lembu yang sedang dalam mode mengisi tenaga, akibatnya dada siluman Lembu itupun bolong dan berlubang hingga menembus kepunggungnya.
"Gubrakkk!"
Siluman Lembu raksasapun roboh dan tubuhnya terjatuh ke tanah, Dokter Arman berhasil mengalahkannya.
"Krekk.. krekk..!"
Namun, meskipun tubuh siluman Lembu itu sudah berlubang, tetapi siluman Lembu itu masih bisa menggerakkan tubuhnya dan masih berusaha untuk bangun dan menyerang Dokter Arman.
"Dasar siluman yang keras kepala, sudah mau musnah saja masih sempat ingin melawan ya!"
Dokter Arman kembali merapatkan kedua telapak tangannya, dia bermaksud ingin melakukan serangan yang tadi lagi kepada siluman Lembu.
"Ratuning bumi, ratu ing langit, kang paring urip lan pati!"
Dokter Arman kembali merapal mantera yang sama untuk menghajar siluman Lembu kembali.
"Singkirna kabeh mung....!"
__ADS_1
Namun tiba-tiba bacaan mantera Dokter Arman terhenti lantaran secara mendadak datang sesuatu yang menyerang ke arahnya hingga mengenainya dan membuat dokter Arman terpental jauh.
"Duarrrr..!"
Tubuh Dokter Arman terseret cukup jauh hingga membentur dinding gua dan berhenti disana.
"Apa itu tadi, untung saja aku sempat menghindar, kalau tidak aku pasti sudah mati!"
Dokter Arman mencoba membangunkan tubuhnya setelah terbentur dinding gua, dia terkejut dengan sesuatu yang tiba-tiba menyerangnya begitu cepat bagaikan kilat.
Dari kejauhan Dokter Arman menyipitkan matanya dan melihat ke arah kepulan asap yang diakibatkan oleh serangan dadakan yang mengenainya tadi.
Dia melihat ada sosok bayangan hitam dari balik kepulan asap itu, semakin lama sosok bayangan itu semakin terlihat jelas dan bergerak keluar kepulan asap.
"Hei, kau yang disana, Siapakah dirimu?"
Dokter Arman meneriaki sosok bayangan hitam itu, namun sosok bayangan hitam itu belum menjawabnya.
"Apakah kau anggota sekte Illuminati? Jika memang iya, maka aku akan sangat merasa senang karena aku mempunyai dendam kesumat kepada kau dan kelompok sektemu!"
Dokter Arman kembali meneriaki sosok bayangan hitam itu, kini sosok bayangan itu sudah keluar dari kepulan asap dan terlihat jelas kalau dia adalah pria dengan jubah hitam.
"Illuminati! Hahaha, aku bahka jauh lebih hebat dari mereka!"
Sosok pria berjubah hitam itu kini menjawab ucapan Dokter Arman, dia bahkan mengatakan kalau dia lebih hebat dari sekte Illuminati.
"Lebih hebat dari mereka kau bilang! Lantas kau ini siapa?"
Dokter Arman kembali melayangkan pertanyaan kepada pria berjubah hitam itu.
"Yang jelas aku akan menguasai dunia dan aku akan menjadi manusia terkaya, akan aku jadikan semua orang menjadi pengikutku dan aku akan membuat sekte baru yang lebih kuat dan lebih hebat dari Illuminati!"
Pria berjubah hitam itu mengucapkan kata-kata dengan penuh semangat dan keyakinan, rupanya dia adalah seorang penyembah iblis yang ingin membuat sekte baru yang lebih hebat dari Illuminati.
"Kau, jadilah pengikutku! Maka akan aku hapus semua luka didaam hatimu yang kau dapatkan dari masa lalumu akibat sekte Illuminati!"
Pria berjubah hitam itu menawarkan Dokter Arman untuk menjadi pengikutnya, tentu saja Dokter Arman tidak mungkin mau dengan tawaran itu.
Tetapi Dokter Arman merasa heran dengan sosok pria berjubah hitam itu, dia terkejut dengan ucapan pria berjubah hitam itu yang seolah-olah mengetahui tragedi yang menimpanya dan membuat dokter Arman sangat ingin balas dendam kepada sekte Illuminati.
"Kau jangan sok tahu dengan luka yang aku alami! Kau bukan siapa-siapa dan aku juga tidak mengenal siapa dirimu, aku tidak akan terkecoh oleh tipu muslihatmu!"
Dokter Arman menolak mentah-mentah tawaran pria berjubah hitam itu, dia yakin benar kalau ini adalah tipu daya yang sering dilakukan oleh penyembah iblis.
"Kalau begitu hadapilah aku, maka kau akan tahu siapakah diriku sebenarnya, Dokter Arman!"
Mengejutkan sekali, pria berjubah hitam itu bahkan mengetahui nama Dokter Arman.
Merasa tidak ingin terkecoh, dokter Arman langsung berlari dan menyerang si pria berjubah hitam dengan menggunakan pecut halilintarnya.
__ADS_1